Bayanganmu

Bayanganmu
Menghilang


__ADS_3

setelah selesai meeting David kembali ke ruangannya dan pamannya sudah menunggu di ruangan tersebut.


"paman sejak kapan paman ada di sini" tanya David sembari jalan menuju sofa dan duduk di depan pamannya


"belum lama David"


"ada keperluan apa paman datang kemari"


"david kapan kamu akan menikah, umur sudah 30 tahun" tanya sang paman langsung ke intinya


" David sudah pernah katakan bukan paman, David tidak akan penah menikah" jawab sang keponakan.


"David kamu itu butuh penurus untuk perusahanmu, kalok kamu tidak menikah akan sia sia apa yang kamu dapatkan" nasehat sang paman.


"perempuan itu sama saja akan seperti ibu yang mengkhianati ayah, dan hanya akan membawa bencana" jawab David dengan datar.


"tidak semua perempuan akan seperti itu David, nyatanya paman dan bibi mu awet sampai saat ini" jawab paman dengan Santai


"paman aku tidak ingin membahas soal pernikahan dan sampai kapanpun aku tidak akan menikah" jawab David.


"baiklah terserah kamu saja paman toh sudah mengingatkan kan" jawab paman santai.


kedatangan paman yang menanyakan soal pernikahan membuat pusing belum lagi dengan apa yang sudah ia lakukan dengan gadis itu dan langkah apa yang akan di lakukan selanjutnya. setelah beberapa lama berbincang dengan pamannya. paman David pergi dari perusahaan David.


drt drt drt suara telfon David


"hallo apa kamu sudah mendapatkan yang aku mau" David langsung bertanya


"aku sudah mendapatkan nya akan aku kirim ke email mu" jawab seseorang di sebrang sana


"segera kirim aku akan membacanya"


tut Tut David mengakhiri telfon dan email masuk


setelah membaca indentitas calista David sedikit terkejut karena tidak banyak yang informasi yang di dapat hanya menerangkan bahwa calista lahir tanpa seorang ayah karena ibunya sampai di kontrakan itu dengan keadaan hamil tanpa suami, dan ibunya di bunuh karena di anggap menggoda suami pemilik kontrakan, dan selebihnya kehidupan Calista setelah di tinggal pergi oleh ibunya.


setelah membaca informasi itu David memutuskan untuk pulang karena hari sudah sore.


setelah sampai di rumah David terbayang dengan kejadian itu ia merasakan nikmat dan ingin mengulangi lagi kegiatan itu dan menimbulkan senyum senyum sendiri


"aish apa yang aku pikirkan, sekarang pikirkan bagaimana membuat perempuan itu menurut kepadaku sehingga jika ia benar benar hamil aku hanya akan mengambil anaknya saja dan akan aku berikan kompensasi tapi aku berharap ia tidak hamil jugaan cuman satu kali kita melakukan, tapi aku akan membawa dia tinggal di sini satu atau dua bulan untuk memastikan dia hamil atau tidak" monolog David.


.....


di tempat lain di kediaman keluarga marisa Dion datang bersama ibunya

__ADS_1


dua keluarga sedang berkumpul dan membahas pernikahan Marisa dan Dion,


"apakah nak dion yakin mau mempercepat pernikahan kalian" tanya ayah Marisa


"iya om, jugaan mau menunggu apalagi, dion dan marisa juga sudah lama bertunangan, jika tidak di percepat takutnya kita melakukan hal yang tidak tidak" jawab Dion


"benar juga yang di katakan anakku Herman" sambung ibu dion


"baiklah bagaimana kalau pernikahan kalian di lakukan satu bulan lagi" tanya ayah Marisa.


"baik om, pah" jawab dion dan marisa bersamaan.


"Om senang Dion akhirnya om bisa melihat kalian berdua menikah sudah tidak sabar rasa om menunggu hari itu"


"Marisa juga senang Dion walaupun beberapa Minggu ini sempat ada masalah tetapi pernikahan kita masih bisa di lanjutkan dan aku berharap kedepannya tidak ada gangguan untuk pernikahan kita" sambungan Marisa


"semoga saja, mereka berdua pasangan yang sangat cocok" timpal ibu Dion


malam itu meraka membahas konsep pernikahan yang akan di lakukan dari MUA,WO, tempat acara, Hidangan dan lainnya


.............


Seminggu setelah kejadian itu david kembali kekontrakan calista karena merasa bersalah telah mengambil kehormatan calisata rencananya hari ini ia akan membuat kesepakatan dengan calista sebagai ganti apa yang telah ia perbuat malam itu. Sesampainya david di kontrakan calista David langsung turun


tok tok tok beberapa kali David mengetuk pintu Kontrakan tersebut tetapi di ada jawaban sama sekali dari pemiliknya.


"permisi mas cari siapa" sapa tetangga kontarkan calista


"cari penghuni di kontarkan ini mbak" jawab David


"owh sudah hampir seminggu ini saya tidak melihat mba calista keluar mas" jawaban yang di berikan itu membuat David cemas takut calista melakukan tindakan yang tidak tidak apalagi sampai bunuh diri.


"kalau tidak salah sekitar satu Minggu yang lalu saya melihat calista keluar dengan membawa koper sekitar pukul 05:00 pagi mas" jawaban dari tetangga yang lain, dan itu membuat David semakin frutasi pergi kemana perempuan itu


"jadi dia pergi sekitar satu Minggu yang lalu, gini saja ya Bu ibu jika dia kembali kesini tolong hubungi saya ya" David memberikan kartu namanya kepada ibu tersebut


"iya mas nanti akan saya hubungi" jawab ibu tersebut


"ya sudah kalau begitu saya permisi" dan di jawab dengan anggukan oleh ibu ibu tersebut.


David mengendarai mobilnya dengan kecepatan Sedang


"jika dia pergi satu Minggu yang lalu, berarti setelah kejadian malam itu dia langsung pergi, sial" teriak David sambil memukul setir mobil" aku harus segera menemukannya jangan sampai nanti ada masalah kedepannya" sambungan david.


drt drt

__ADS_1


"hallo Rey ada apa" jawab ketus David


"santai bos jangan ketus begitu"


"katakan cepat ada apa kamu pagi pagi begini menelfon ku"


"hanya mengingatkan jam 9 pagi anda ada meeting dengan pak Andrew di restoran cempaka pak bos yang terhormat" penjelasan rey lewat telfon


"astaga kenapa aku bisa lupa, untung saja masih ada waktu 1 jam" David segera mematikan telfonnya


"gara gara memikirkan perempuan itu membuat ku lupa" monolog David dengan mengendarai mobil dengan cepat agar segera sampai di restoran cempaka.


............


sedangkan di tempat lain, terdapat seorang wanita yang di ikat dan seorang pria yang menatapnya tajam.


"di mana anak itu" pria tersebut bertanya kepada seorang wanita yang ia ikat sedangkan


wanita itu yang di tanya hanya diam saja tanpa berminat menjawab pertanyaan pria itu. dan itu membuat amarah pria itu memuncak.


plak


plak


plak


plak


pria itu menampar wanita yang sedang ia ikat di rumah yang letaknya di tengah hutan. dan wanita itu hanya diam dengan sudut bibir membentuk senyuman tipis.


"kenapa, apa kmu takut, jika anak itu tau bahwa harta yang kamu banggakan selama ini, yang sebenarnya adalah miliknya, kamu telah merebut semau harta itu dengan keji, dan apa kamu takut saat anak itu tau kebenarannya dan akan balas dengan kepadamu ha" sarkas wanita yang di ikat itu.


"apa kamu pikir aku akan membiarkan dia hidup dan mengetahui semuanya, saat aku tau siapa anak itu, akan aku bunuh dengan tanganku, susah payah aku mendapatkan harta ini tidak akan aku biarkan dia merebut nya kembali" jawab pria itu sambil menjambak rambut wanita itu.


cuy


wanita meludahi wajah pria itu tanpa rasa takut sekalipun.


"temukan saja jika kamh bisa, dan aku yakin tak lama lagi kehancuran mu akan datang, hahahaha sampai ke ujung duniapun kamu tidak akan tahu dia ada dimana" tawa wanita itu memenuhi ruangan itu.


plak plak


" setelah aku menemukan anak itu kamu juga akan aku bunuh" sarkas pria itu dengan nafas yang mengebu gebu.


kemudian pria itu meninggalkan wanita itu sendirian dengan keadaan yang terikat, wanita melihat kepergian pria itu dengan senyum sinisnya.

__ADS_1


_____________


Hay Hay sudah sampai part ini, semoga suka ya dengan cerita ku, jangan lupa like,komen, favorit dan Hadiahnya, karena satu dukungan kalian sangat berharga dan akan membuat ku semakin semangat untuk lanjut☺️☺️☺️


__ADS_2