
di sebuah rumah mewah yang terletak di kawasan elit, David bangun dan merenggangkan otot ototnya lalu bersandar di ranjang ketika akan mengambil minum David terkejut terdapat pisau di nakas itu dan David masih ingat bahwa pisau itu ada di atas buah yang tergeletak di meja.
"kenapa ini pisau ada di sini". monolog David sambil memegang pisau tersebut lalu pandangan menuju ke seorang wanita yang sedang tertidur lelap di sebuah sofa
"apa dia yang memindahkan pisau ini tapi untuk apa". monolog David dan langsung melebarkan matanya dengan dugaan. David langsung mengecek seluruh tubuhnya dan bernafas lega ketika tidak menemukan luka pada tubuhnya.
"apa semalam dia mencoba membunuhku tetapi tidak jadi, aku harus waspada mulai hari ini, bisa jadi dia masih dendam atas kejadian malam itu di tambah aku menggagalkan pernikahannya". monolog David dan langsung meminum air putih sudah menjadi kebiasaan David setiap bangun tidur harus minum air putih dulu.
ting
*H*
bos orang itu sudah bangun dan mengumpati bos, bos ini mau di lepaskan sekarang atau bagaimana
^^^*Anda*^^^
^^^biarkan saja seperti itu dulu, aku ingin melihat mereka seperti itu , jangan lepaskan dulu^^^
David membalas pesan dari anak buahnya l. setalah membalas pesan itu David turun dari ranjang dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena pagi ini dia ada meeting. Calista mengerjapkan matanya dan membangun dirinya, Calista memijat pundaknya karena terasa pegal di seluruh tubuhnya. Calista merentang kedua tangannya untuk membuat otot ototnya kembali rileks
"ternyata tidur di sofa membuat semua badan terasa sakit". monolog calista sambil memijat tengkuknya
ceklek
__ADS_1
David keluar dari kamar mandi dengan keadaan segar dan calista yang melihat itu hanya cuek saja. calista bangkit dari duduknya dan menuju kamar mandi untuk menyegarkan dirinya. setelah sampai di kamar mandi calista mengisi bathup dan menuangkan sabun lalu menghidupkan lilin aromaterapi. calista langsung berendam dan memejamkan matanya dan menghirup arom lilin itu yang membuat pikiran fresh.
David yang sudah selesai memakai bajunya langsung turun ke bawah dan tidak lupa membawa kunci mobilnya.
"bik". teriak David memanggil pelayan
"iya den , bibi sudah siapkan sarapan". jawab pelayan yang sudah berada di hadapan David
"tidak bik saya sarapan di kantor saja, oh ya bik nanti ambil semua benda tajam di kamar saya apapun itu yang bisa melukai orang ambil dari kamar saya". perintah David karena David takut saat dia tertidur calista melakukan tindakan kriminal yang bisa membahayakan dirinya, apalagi dia belum membalas dendamnya.
setelah mengatakan itu David langsung berangkat ke kantor karena sebentar lagi akan ada meeting. Calista yang sudah cukup lama berendam langsung menuju di bawah sower untuk menghilangkan sabun yang menempel pada tubuhnya. setalah benar benar bersih calista mengambil jubah mandi dan memakainya. saat dia keluar dari kamar mandi calista terkejut karena ada beberapa pelayan yang sedang mengambil barang barang.
"apa yang kalian lakukan". tanya calista
"apa semalam dia tau jika aku berniat untuk melukainya". monolog calista sambil berjalan menuju kopernya dan mengambil baju kemudian masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakainya karena tidak mungkin dia mengganti pakaiannya di kamar karena terdapat beberapa pelayan. setelah selesai calista keluar dari kamar mandi ketika keluar dia tidak menemukan para pelayan yang ada di kamarnya
"ternyata mereka sudah selesai, ternyata dai takut mati juga". ucap calista
Calista mengusapkan pelembab pada wajahnya lalu mengunakan Lotion agar kulit terlihat mulus dan sehat. setalah itu calista menggunakan make up. Calista langsung turun ke bawah untuk menuju ke kantornya karena hari ini ada launching produk baru dari C'beauty.
"nyonya ingin sarapan biar bibi siapkan". ucap seorang pelayan
"tidak bik saya sudah terlambat". jawab calista
__ADS_1
tepat saat dia keluar taxi online yang dia pesan sudah berada di depan rumah, calista terpaksa memesan taxi online karena semalam dia pulang mengunakan mobil David sedangkan mobilnya masih berada dirumahnya dan nanti setelah selesai launching produk terbaru dia akan ke rumah untuk mengambil mobil dan beberapa barang miliknya.
"untung masih ada waktu untuk sampai ke kantor". monolog calista saat di dalam taxi online
saat melewati sebuah cafe calista melihat David sedang berpelukan dengan seorang wanita bahkan saat wanita itu menciumnya David hanya diam saja
"cih dasar tidak tau malu, di depan umum mengumbar kemesraan". monolog calista
"pantas saja malam itu dia menghancurkan dengan kejinya, dasar penjahat kelamin sudah berapa wanita yang kamu tidur". monolog calista
sendangkan di cafe David menatap tajam seorang wanita yang telah berani menciumnya sedangkan wanita itu tidak takut sama sekali dengan tatapan yang David berikan
"jangan pernah mencium ku lagi atau akan aku batalkan kerjasama ini". ancam david
"santai saja David, apa kau tidak ingin melihat tubuh ku yang indah ini hmmm". jawab Maya yang notabene adalah teman kuliah David dan salah satu wanita yang mengejar David
"Maya aku tidak suka dengan perilaku mu seperti ini". ucap David.
"sudahlah tidak usah munafik tadi kamu juga menikmatinya". jawab Maya sambil memasukkan berkas dan David tidak memungkiri hal itu tadi dia sempat menikmati ciuman itu.
David langsung meninggalkan Maya sendirian sedangkan Maya hanya terseyum melihat reaksi David
"David David masih jual mahal juga". monolog Maya
__ADS_1