
sudah seminggu sejak kejadian itu luka yang di alami calista sudah sembuh walaupun masih menyisakan sedikit bekas tapi tidak terlalu parah, sesuai permintaan calista waktu itu, dion tidak lagi memberikan perhatian lebih kepada calista saat di toko, tetapi Dion akan memberikan perhatian lebih saat di luar. Dion mengirimkan pesan kepada calista.
*Dion*
Calista
Dion mengirimkan pesan kepada calista Ting suara ponsel Dion berbunyi menandakan ada balasan dari calista
^^^*calista*^^^
^^^iya Dion^^^
^^^ada apa^^^
*Dion*
nanti malam diner yuk
tidak ada penolakan
mau tidak mau harus mau
Dion mengirimkan pesan dengan pesan paksaan
^^^*Calista*^^^
^^^dasar tuan pemaksa^^^
^^^baiklah, jam berapa^^^
*Dion*
jam 8
pesan terakhir Dion hanya di baca saja oleh calista, malam ini Dion akan menyiapkan kejutan untuk calista, Dion akan menyatakan perasaannya kepada calista, senyum di bibir Dion mengembang Dion berharap calista membalas perasaan nya nanti. sedangkan calista senyum senyum sendiri saat menerima pesan dari Dion.
"dor" Arin mengejutkan calista
"aaaa" teriak calista terkejut hingga telfon calista jatuh
"hayo kenapa senyum senyum sendiri, seperti orang yang ke rasukan jin, jangan jangan kamu kerasukan jin gudang lag" ledek Arin kepada calista
"ya ampun, hampir saja ini jantung keluar" jawab calista dengan mengelus dadanya karena rasa terkejut
"cieeee seperti dapat pesan dari pak Dion nih, sudah sampai mana hubungan mu dengan pak Dion" Arin semakin menggoda calista, sedangkan calista sudah salah tingkah sendiri.
"apa sih mba, sudah lah aku mau bawa bunga bunga ini ke depan" sambung calista dan pergi begitu saja meninggalkan Arin, karena tidak ingin semakin di goda oleh Arin.
"yah yah aku di tinggal sendirian" monolog Arin sambil membawa masuk stok bunga yang baru datang
selama melakukan pekerjaannya calista memikirkan Dion, kenapa Dion tiba tiba mengajaknya dinner, apa ada hal penting yang akan di sampai oleh dion "aish aku ini mikirin apa coba, kan sudah biasa Dion mengajak ku makan, pasti ini juga hanya makan biasa, jangan ke pede an calista calista" monolog calista sambil senyum senyum tidak jelas.
lonceng pintu berbunyi menandakan ada pelanggan masuk, lalu calista menghampiri nya
"Selamat mas, bisa ada yang saya bantu" calista menyambut pelanggan tersebut dengan ramah dan menampilkan senyum manis nya
"ada mba, saya mau pesan 100 tangkai mawar merah untuk acara nanti malam, bisa mba maaf kalau pesan mendadak" pengelasan pelanggan tersebut sembari meminta maaf
"tentu bisa mas, akan saya siap, mau langsung di bawa atau mau di antar ketempat acara" tanya calista dengan sopan
"di antar saja mba ke alamat jln Semanggi no 23 gedung D'group ya mba, antar ke aula utama ya mba" pelanggan tersebut menjelaskan alamat
"baik mas, akan saya persiapkan bunganya dari sekarang"
__ADS_1
"ini mba uang, maaf dan terima kasih kalau sudah membuat repot"
"tentu tidak mas sama sekali tidak di repot kan, seharusnya saya yang berterima kasih karena mas nya sudah mau membeli bunga di sini dengan jumlah yang banyak"
"ya sudah ya mba, saya pamit, tolong bunganya sudah sampai sana jam 5 sore ya mba"
"iya mas akan saya usahakan jam 5 sore semua bunga sudah berada di sana"
pelanggan tersebut meninggalkan toko bunga itu, dan calista segera mungkin menyiapkan pesan tersebut agar cepat selesai dan segara di antar oleh kurir ke tempat lokasi. sedangkan Dion yang memperhatikan calista melayani pelanggan mengumpat kesal " boleh tidak hanya saya yang mendapat senyum itu, rasa ingin segera ku nikahi dan aku sembunyikan di rumah biar tidak di lihat orang lain" umpatan sebal Dion.
cling pesan masuk di hp calista
*Dion*
nanti malam berpenampilan yang bagus
pakai baju yang aku kirim kan ke kontarkan mu
^^^*calista*^^^
^^^siap pak bos^^^
*Dion*
sudah lupa ya
minta di beri hukuman rupanya
minta di cubit itu pipi
saya tidak suka di panggil bos
spam chat dari Dion protes tidak mau di panggil bos oleh calista
^^^*calista*^^^
setelah membalas chat dari Dion , calista melanjutkan pekerjaannya jika menanggapi dion bisa tidak selesai Selesai tugas nya, dan hal itu bisa membuat pelanggan kecewa
................
sesuai permintaan Dion calista menggunakan baju yang di kirimkan oleh Dion dan juga berpenampilan sangat menarik, saat sedang bersiap siap calista mendengar mobil Dion sudah berada di luar, segera mungkin calista menyelesaikannya dan keluar. saat calista keluar Dion yang sedang bersandar di mobil terpana melihat penampilan calista malam ini dan di tambah senyum manis dari calista, ia tidak salah memilih kan gaun itu untuk calista, gaun itu sangat cocok untuk nya apalagi calista memiliki kulit yang putih. lalu dion membukakan pintu untuk calista dan calista masuk.
beberapa menit di perjalanan akhirnya merekapun berdua sampai di restoran tempat mereka dinner, Dion dan calista memesan makanan, Dion hanya diam saja begitupun calista kedua hening menikmati makanan nya masing-masing, setelah selesai alunan musik romantis berbunyi menambah kesan hangat, dan kemudian Dion berjongkok di hadapan calista.
"Dion apa yang kamu lakukan"
"calista sudah lama saya ingin menyampaikan hal ini ke kamu" Dion meraih tangan calista
"hal apa"
"sudah lama saya kagum kepadamu sehingga membuatku jatuhnya cinta kepada mu, mau kah kamu menjadi ke kasih ku" ungkapan Dion kepada calista dengan tegas.
Calista diam saja ia merasa yang barusan terjadi hanya mimpi
"hey kenapa diam saja"
"apa aku sedang bermimpi"
"ini nyata calista bukan mimpi, apa jawaban mu dan aku tidak menerima penolakan, aku hanya mau menerima iya iya iya dan iya dari mu" tegas Dion
"i iya aku mau" jawab calista Dengan air mata yang jatuh di pipinya
"serius" dan di balas anggukan oleh calista karena sulit untuk mengungkapkan dengan kata kata karena ia terlalu bahagia.
__ADS_1
Dion langsung berdiri dan memeluk calista dan mencium lama kening calista.
"aku senang kamu mau menjadi kekasih ku calista," ungkapan bahagia dari Dion
"Dion aku pikir hanya aku saja yang jatuh cinta kepada mu, aku pikir hanya mimpi saja aku bisa sedekat ini dengan" curahan hati calista
"aku senang calista , ternyata kita saling menyukai dalam diam, hehehehe" kekeh Dion
lalu mereka berdua menghabiskan waktu di berdua di restoran tersebut, malam semakin larut dan akhirnya Dion memutuskan untuk mengantar calista pulang, setelah sampai di depan kontrakan calista, Dion memandangi calista sedangkan calista merasa gugup, lama kelamaan Dion semakin dekat dan
cup
Dion mengecup bibir calista dengan sedikit m******t nya, setelah itu Dion melepas kecupan tersebut, dan calista turun dari mobil Dion, setelah calista masuk Dion melajukan mobilnya.
..................
hari ini calista bekerja dengan keadaan hati yang begitu senang akhirnya dia bisa menemukan kebahagiaan. Saat calista sedang mengambil bunga di gudang ada salah satu pegawai yang mengerjai calista dengan menaruh pelican di lantai sehingga membuat calista hampir terjatuh, tetapi ada dion yang menangkap calista saat itu juga marisa datang dan melihat kejadian itu dan menghampiri mereka berdua.
"apa yang kalian lakukan” teriak marisa
“marisa kenapa kamu ada di sini” jawab dion sambil melepaskan calista dari dekapannya.
“apa ada larangan seorang tunangan mengunjungi tunangannya” jawab marisa dengan menekan setiap kata tunganan agar perempuan yang di peluk dion tidak mendekati dion karena dion tunangannya dan marisa melihat di mata keduanya terdapat cinta. sedangkan calista yang mendengar bahwa dion sudah bertunangan merasa sakit.
"kamu apa apa an Marisa, saya tidak pernah bertunangan dengan mu" bantah Dion
"kamu lupa Dion satu Minggu yang lalu kita baru saja melaksanakan tunangan" bela Marisa
sedangkan calista berperang dengan pikiran nya, perempuan itu mengatakan bahwa dia dan Dion bertunangan satu Minggu yang lalu sedangkan dia menjadi kekasih Dion baru 4 hari yang lalu, sungguh calista merasa kecewa.
"ingat Marisa aku bertunangan dengan mu karena paksaan dari ayah mu, setelah aku bisa membayar hutang ibu ku aku akan membatalkan pertunangan kita" sarkas Dion
"mau bayar pakai apa kamu, kamu menjual toko bunga ini saja tidak cukup untuk membayar nya" sentak Marisa
sedang karyawan yang mendengar bahwa dion sudah memilih tunangannya, mulai bergosip tentang calista yang menjadi simpan Dion, menggosipkan calista bahwa calista mau menjadi simpan Dion agar hidup enak, calista yang mendengar pengakuan perempuan itu merasa sakit di tambah bisik bisik karyawan, dengan hati yang hancur calista lari dari toko itu
"calista tunggu" teriak Dion dan berusaha mengejar calista tetapi Marisa menghalangi Dion
"Marisa jangan halangi akan" bentak dion
"tidak akan aku biar kan kamu mengejar perempuan itu, kamu hanya milik mu"
.............
calista sampai di kontrakan nya dan menumpahkan tangisan, kenapa hanya sebentar saja dia merasa kebahagiaan, kenapa harus penderitaan yang ia alami
"Dion kenapa kamu tega ngelakuin itu kepada mu, setalah kamu membuat ku sangat istimewa dan tiba tiba kamu sudah bertunangan, sakit kenapa harus aku, aaaa" teriak frutasi calista , kemudian calista merebahkan dirinya di kasur sambil menangis
"Dion kau jahat, hiks hiks" calista menangis sejadi jadinya
sedangkan di toko bunga Dion berusaha menelfon calista, telfon tersambung tetapi tidak di angkat oleh calista, sehingga hal itu membuat Dion khawatir " calista aku harap kami jangan pergi, hanya kamu yang aku cintai, aku akan segera menyelesaikan semua, bagaimana pun cara aku akan membayar hutang tersebut" monolog David dan berusaha menelpon calista lagi, tetapi Marisa merampas handphone nya.
"apa apa kau Marisa" Dion semakin emosi
"jika kau masih menghubungi perempuan itu, aku akan menelfon ayah dan membuat ibu mu harus membayar hutang tersebut sekarang juga" ancam Marisa
"apa mau mu sebenarnya" tanya Dion
"Dion Dion kau tau bukan aku sudah lama suka denganmu, tapi kau selalu saja menolak tidak pernah menoleh sedikit kepada ku, saat aku tau ibu punya hutang jadi aku gunakan kesempatan itu" penjelas Marisa
"Marisa apa yang akan kau dapat jika hidup bersama orang yang tidak mencintai mu" Dion berbicara lembut kali ini
"aku tidak masalah kau tidak mencintai ku, yang penting aku bisa memiliki raga mu"
__ADS_1
setelah berdebat nya dengan Dion Marisa pergi dari toko itu