Bayanganmu

Bayanganmu
Flashback


__ADS_3

Flashback on


Calista yang sedang beristirahat tiba tiba dia merasa pusing di kepalanya.


huek


huek


kemudian Calista berlari ke kamar mandi dan memuntahkan cairan bening.


huek


huek


huek


pusing dan mual yang di rasakan calista dan itu membuat tubuhnya lemas, dan calista berjalan menuju ranjang dan beristirahat berharap pusingnya reda. saat akan memejamkan matanya tiba tiba perutnya mual


huek


huek


dan calista berlari ke kamar mandi dan Bu Darmi yang mendengar segera menghampiri calista


"nak kamu kenapa" tanya Bu darmi saat calista berlari ke kamar mandi.


huek


huek


huek


"nak bangun, kenapa tiba tiba mual dan sekarang pingsan" Bu Darmi panik sembari menepuk pipi calista, namun tidak ada pergerakan dan itu membuat Bu darmi sedikit gelisa dan sebisa mungkin mengangkat calista dan membaringkan calista. lalu Bu darmi memanggil bidan yang dekat dengan panti


15 menit menunggu akhirnya bidan tiba di panti dan memeriksa Calista.


"bagaimana Bu bidan keadaannya, apa yang terjadi dengannya tadi tiba tiba dia mual dan pingsan" tanya Bu darmi kepada bidan itu.


"tidak ada yang perlu di khawatirkan, ini sudah biasa yang di alami oleh wanita hamil" beritahu bidan itu kepada Bu darmi.


"hamil" tanya Bu darmi sekali lagi dan bidanpun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


setelah itu bidan pulang, calista yang berada di kamar yang mendengar perkataan bidan itu merasa shok.


"aku hamil" monolog calista sembari megelus perutnya.


"aku tidak mau hamil aaaaa" teriak calista sembari memukul mukul perutnya.


Bu Darmi yang sudah mengantar bidan segera kembali ke kamar Calista, betapa terkejutnya Bu darmi saat melihat Calista yang membenturkan perutnya ke meja.


"kau harus lenyap dari perutku, aku tidak mau hamil" teriak calista


bugh


bugh


bugh


suara perut calista saat membenturkanya ke meja.


"apa yang kamu lakukan nak" teriak Bu Darmi menghampiri calista dan menariknya menjauh dari meja.


"agh agh sakit, aku tidak mau hamil, aaaa" erang calista sembari memegangi perutnya dan darah keluar dari paha Calista mengotori lantai, Bu Darmi yang melihat itu terkejut dan segera membawa calista ke rumah sakit.


" ti tidak perlu bu, biarkan janin ini lenyap, aaaaa " erang calista yang sudah terduduk di lantai dengan memegangi perutnya, tiba tiba pandangan calista buram dan dia pingsan Bu Darmi meminta bantuan untuk membawa calista ke rumah sakit.


.


sesampai di rumah sakit Bu Darmi meminta tolong kepada suster


"sus tolong " teriak Bu darmi, suster yang melihat Bu darmi dan seseorang Dengan keadaan bersimbah darah para suster membawa brangkar mendekati Bu Darmi dan menidurkan calista di brangkar, para suster membawa masuk Calista UGD saat calista di bawa masuk Bu Darmi menunggu di luar. Bu Darmi yang menunggu harap harap cemas.


dokter keluar dari ruangan dan Bu Darmi menghampiri dokter tersebut


"bagaimana dok keadaannya" tanya Bu darmi harap harap cemas.


" keadaan baik baik, untung saja ibu membawanya tepat waktu telat sedikit saja janinnya tidak bisa di selamatkan, tetapi saat ini kondisi kandungan Bu Calista lemah" penjelasan dokter, Bu Darmi yang mendengar penjelasan dokter tersebut hati terasa di cabik cabik.


" untuk sementara waktu Bu calista jangan sampai kelelahan ya bu" lanjut dokter tersebut.


"baik dok, terimakasih" jawab Bu Darmi.


Bu Darmi masuk keruangan calista dan menatap sosok wanita yang terbaring di ranjang rumah sakit, Bu Darmi duduk di samping calista. beberapa jam kemudian calista membuka matanya dan memperhatikan sekitar calista tau di ada di mana.

__ADS_1


"akhirnya sadar juga nak, kenapa kamh melakukan tindakan yang membahayakan seperti itu" tanya Bu Darmi Calista kemudian menghadapnya.


"karena aku tidak mau hamil, saat aku tidak hamil pun keadaanku selalu di caci maki oleh masyarakat apalagi saat di tau aku hamil di luar nikah pasti dia akan semakin membenciku bh" jawab calista dengan menangis, Bu Darmi yang melihat itu merasa iba dengan apa yang di alami oleh Calista


"pasti sekarang janin ini sudah lenyap, hahahaha" lanjut calista.


"dia selamat dan masih berada di rahim mu" jawab Bu Darmi, Calista yang mendangar itu pun, langsung akan memukul perut tetapi sebelum ia memukul itu Bu Darmi sudah menahannya.


"nak anak ini tidak bersalah, jika kamu menghancurkannya maka akan menambah dosa, kamu tidak sendirian ibu akan membantu merawatnya" sambungan Bu Darmi


"ini semua gara gara laki laki itu". jawab calista


setelah beberapa hari calista di rawat di rumah sakit akhirnya di perbolehkan pulang, dan semi sedikit calista bisa menerima kandungan. Calista melalui hari hari dengan damai saat janin dalam perut mulai bergerak. hingga tiba di mana calista akan melahirkan. diruangannya rumah sakit Bu Darmi menemani calista


"Bu calista dengarkan instruksi dari saya, silahkan Bu mengejan" perintah dokter itu


"ughhh hus hus"


"lagi Bu"


"aghhh huf, sakit dok saya gak sanggup". rintih calista


"mengejan lagi Bu, kepala sudah terlihat".


"aaaaaaa" teriak panjang calista saat bayi itu keluar.


saat bayi itu keluar membuat dokter itu panik karena bayinya tidak menangis sama sekali dan dokter segera mengambil tindakan tetapi bayinya tidak dapat di selamatkan


"dok kenapa anak saya tidak menangis". tanya calista


"maaf Bu bayinya meninggal"


Calista sedih mendengar banyinya meninggal.


flashback off


Calista yang sedang berada di kamar merasa sedih saat meninggal kehidupan beberapa tahun yang lalu dimana dia harus kehilangan anaknya.


"kamu tentang disana ya nak" Calista mengelus foto yang terdapat gambar bayi mungil yang di ambil sebelum di makamkan.


pecah sudah tangis Calista , awalnya calista memang tidak mengharapkan bayi itu tetapi saat dia telah menerima seolah takdir mempermainkannya

__ADS_1


__ADS_2