
Setelah bertemu dengan Kevin,David langsung pulang dan mengunjungi makam ayah yang terdapat di belakang rumah nya, ya David telah memindahkan makam ayah nya di rumah nya.
"sudah 23 tahun ayah meninggalkan Ku, yah betapa sulitnya hidup ku tanpa ayah, di mana David kecil harus berjuang hidup, walaupun ada paman dan bibi yang merawat ku, tetapi mereka selalu meminta imbalan yaitu di mana aku harus menuruti perintah nya bahkan aku harus menuruti keinginan Marisa yah" monolog David.
di saat umur tujuh tahun David di tinggal pergi ayahnya , setelah ke Matian ayahnya, ibunya David mengambil alih kekayaan ayah David bahkan ibunya pergi bersama selingkuhnya , pada saat itu hanya mempunyai paman dan bibinya, mereka memang merawat David tetapi tidak menyekolahkan David, tetapi notabennya David yang pintar jadi ia mendapat biaya siswa, hingga saat David berumur tujuh tahun diam diam ia mempelajari cara bisnis pamannya sehingga di umur 20 tahun ia bisa mendirikan perusahaan yang lebih sukses dari milik paman, tetapi David tetap menghormati paman dan bibinya bagaimana pun ia telah di berikan tempat tinggal di saat ayahnya meninggal dan ibunya pergi bersama selingkuhnya.
"yah andai ayah masih hidup, pasti David bakal senang dan ayah bisa merasakan kesuksesan yang David bangun yah" monolog David di makam ayahnya sambil meneteskan air mata nya.
"kenapa ayah begitu cepat meninggalkan David" lanjut David.
setalah puas menangis David berjalan memasuki rumah dan mengistirahatkan tubuhnya, hari ini begitu lelah baginya.
.............................
sesuai Dengan pengajuan kerjasama antara David dan calista, mereka berdua berada di cafe untuk membahas kerjasamannya.
"kenapa tiba tiba kamu mengajukan kerjasama dengan perusahaanku" tanya langsung David
"dari pertemanan kemarin di undangan A'company saya melihat bahwa perusahaan pak David cukup terkenal dan sukses" jawab calista dengan santai
"oke jika saya menerima kerjasama dengan nona calista, apa keuntungan yang saya dapat"
"keuntungan yang pak David dapat adalah komisi yang sangat besar karena kerjasama yang saya ajukan adalah launching produk baru yang berkolaborasi dengan berusaha pak David, dimana kita akan mendapatkan keuntungan yang sama....." calista menjelaskan sedetail mungkin kepada David dan David mendengarkan dengan cukup jelas, David salut dengan penjelasan yang di sampaikan calista.
"bagiamana pak David, apa sudah jelas" tanya calista di akhir penjelasannya.
"cukup jelas dan saya rasa saya tertarik berkerja sama dengan Nona calista" jawab David.
"baiklah jika pak David tertarik, ini surat perjanjian kerjasama , bisa pak cek terlebih dahulu" calista menyerahkan berkas perjanjian kepada David.
setelah membaca David menandatangani surat itu begitu juga calista, setelah selesai membahas kerja sama, David dan calista makan siang bersama.
"apa dia tidak mengenaliku, jika aku adalah pria yang sudah menodainya, jika dia mengenaliku tidak mungkin dia mengajukan kerja sama dengan perusahaanku, bagus juga dia tidak ingat denganku, karena tidak menjadi masalah bagi karena dia tidak menuntut pertanggungjawaban" monolog David dalam hati saat menikmati makanannya dan mencuri pandang ke calista.
"bagus dia setuju bekerja sama dengan begitu aku akan mudah mencari kelemahannya dan menghancurkannya, aku tidak akan membiarkan dia hidup bahagia setelah menghancurkan diriku" monolog calista di dalam hatinya.
setelah beberapa menit keduanya telah selesai makan siang dan akan bersiap kembali ke kantor mereka masing masing.
"ku rasa sudah jelas kerja sama ini, senang bekerja dengan anda" calista mengulurkan tangannya kepada David
"saya juga senang bisa bekerja dengan anda nona calista, wanita mandiri dan sukses" jawab David sambil menerima uluran tangan calista
__ADS_1
"sampai bertemu di pertemuan berikutnya" sambungan calista
"iya" jawab Singal David.
mereka berdua berpisah, calista yang merasa bosan akhirnya memilih tidak kembali ke kantor melainkan calista pergi ke mall untuk berbelanja.
..................................
"hallo sayang" jawab Marisa dengan antusias karna dion menelvon nya.
"hallo, bagaimana kabar mu" tanya dion dari sebrang telfon
"baik, aku kangen, kapan pulang" rengek manja Marisa.
"sabar sebentar lagi saya pulang" jawab Dion
"kapan ini sudah lama banget" Marisa kesal karena Dion tidak dapat di hubungi bahkan nomornya saja tidak aktif.
"sebentar lagi, satu Minggu lagi" jawab Dion di sebrang sana.
"satu Minggu lama sayang, bahkan selama ini aku menghubungimu selalu tidak aktif sayang ,kemana saja kamu" tanya Marisa.
"maaf di sini tidak ada sinyal, dan maaf juga jika harus menunggu satu minggu lagi, proyek di sini belum selesai" jawab dion
"iya, sekarang berbelanjalah, aku sudah mengirimkan uang untuk mu, belanja sepuas mu" perintah Dion.
"beneran aku boleh Belanja sepuasnya" tanya Marisa.
"benar, ya sudah ya saya matikan telfonnya" jawab dion
Tut
setelah sambungan telfon terputus Marisa bersiap siap untuk berangkat belanja betapa senang Marisa bisa berbelanja lagi.
.....................
calista sudah sampai di mall dan segera masuk , calista memilih masuk ke salah satu toko pakaian yang sangat terkenal, saat sedang asik memilih pakaian ada seseorang yang menabrak
bruk
pakaian yang di pegang calista jatuh semua, kemudian calista mengambil pakaian yang jatuh tersebut, saat berdiri Calista dan Marisa Salim berhadapan.
__ADS_1
"kamu" Marisa terkejut sedangkan calista diam saja.
"apa yang kamu lakukan di sini, oh aku tau pasti kamu Pelayanan di sini" sambung Marisa
"baju yang kamu bawa bagus, aku mau ambil baju yang ini" Marisa ingin mengambil baju yang di pegang calista tetapi calista langsung menghindar
"hey Pelayan, aku ingin baju itu ya, berikan atau aku akan membuatmu di Pecat" geram Marisa
"baju ini saya akan membelinya, saya lebih dulu mengambilnya" jawab calista
"membelinya, jangan bercanda" ejek marisa, Marisa yang melihat toko itu sangat ramai memiliki ide ingin mempermalukan calista.
"hey semuanya" teriak Marisa dan semua pengunjung melihat ke arahnya.
"kalian lihat perempuan yang ada di depan saya, dia berkata ingin membeli baju yang di pegang, saya yakin dia ini PENCURI, kenapa saya yakin, karena wanita ini adalah perempuan miskin mantan pekerja di toko bunga, yang pernah menggoda pemilik toko bunga dengan harapan bisa hidup enak" ejek marisa dengan sinis semua pengunjung melihat ke arah mereka tetapi dengan tanda tanya saat melihat penampilan calista jauh lebih mewah di bandingkan Marisa.
"maaf ada apa ini mba" salah satu Pelayan di toko itu
"nah ini mba, perempuan di depan saya di pencuri"
"maaf mba, perempuan ini adalah pelanggan eklusif di toko ini mba" pengelasan Pelayan itu
"tidak mungkin"
"Marisa jika kamu benar benar kaya, mampukah kamu membeli toko ini" tantangan calista
"ya jelas saya mampu, saya orang kaya" jawab Marisa
pemilik toko menghampiri mereka, setelah lama berbincang akhirnya pemilik toko setuju untuk menjual toko tersebut dan Marisa memberikan kartun untuk membayar toko itu
"maaf mba saldonya tidak cukup" pelayan itu memberikan kembali kartunya
"tidak mungkin mba, yang saya banyak di kartu ini"bantah Marisa
"saya saja mba yang membeli, ini kartunya" calista memberikan kartunya
"terimakasih mba, transaksi berjalan dengan lancar, ini mba kartunya"
"lihat Marisa siapa yang tidak mampu sekarang di sini" ejek balik calista
"para pengunjung di sini lihatlah, siapa di antara kami berdua yang tidak mampu, diakan hanya membeli toko ini saja tidak mampu sok bergaya ini belanja di sini" ejek calista sangat puas.
__ADS_1
para pengunjung di sana menghina Marisa, Marisa yang mendengar hinaan mereka merasa malu dan marah, karena tidak tahan dengan hinaan mereka Marisa pergi meninggalkan toko itu dengan marah.
"dua tahun lalu ,kamu mempermalukan ku sekarang aku yang mempermalukan mu andai saja tadi kamu tidak menghinaku , aku tidak akan melakukan ini semua" monolog calista.