
pagi hari di sebuah bangunan tua, kevin mengerjapkan matanya dan membuka matanya dan melihat ke sekitar, kevin melihat kedua orang tuanya dan juga supirnya yang terikat, kevin juga menyadari bahwa dirinya juga dalam keadaan terikat. sekita dia ingat tentang Pernikahannya
"bagaimana ini dengan pernikahan pasti calista kecewa karena aku tidak datang". guman kevin dan berusaha melepaskan ikatan yang ada di tangannya dan kakinya sedangkan mulut tertutup lakban.
"sial siapa yang melakukan ini". umpat Kevin
Kevin yang berusaha melepaskan dirinya malah membuat terjatuh bersama dengan kursinya.
ayah dan mamanya kevin membuka matanya dan terkejut saat melihat keadaan mereka yang terikat di kursi yang terpisah, mama Kevin meneteskan air matanya saat melihat kevin yang babak belur dan tergeletak di lantai bersama dengan kursinya
"hmmm". mama Kevin berusaha berbicara tetapi tertahan
Kevin berusaha merayap ke pintu dan saat sampai di depan pintu kevin menendang nendang pintu tersebut dan berusaha menarik tangannya yang terikat di kursi
"sial kenapa tidak ada orang sama sekali dan ini juga ikutan terlalu kuat". umpat kevin
ayah kevin juga berusaha melepaskan ikatannya saat melihat istrinya sudah terisak, ayah kevin juga masih berpikir siapa yang telah melakukan ini terhadap keluarga padahal anaknya akan menikah, selama ini Meraka tidak mempunyai musuh sama sekali tetapi mengapa ada yang tega melakukan itu apa motif dari semua ini. kevin berhasil membuka lakban yang ada di mulut
"hey siapapun yang ada di luar kemari kalian jangan jadi pengecut bangsat". teriak kevin
__ADS_1
"dasar pecundang berani main keroyokan akan aku hajar kalian". sambung kevin
ceklek
pintu terbuka dan menampilkan sosok pria bertubuh besar dengan wajah yang terdapat luka dengan sayatan lalu lengan yang di penuhi tato
"bringsik sudah berada di bawah masih berteriak". ucap pria itu
"lepaskan aku sialan". bentak kevin
"bos kami belum memberikan perintah untuk melepaskan mu bersama keluargamu". jawab pria itu
"bilang kepada bos mu itu untuk menemuiku jangan jadi pengecut yang hanya bisa bersembunyi dan menyuruh anak buahnya untuk menyekap kami". ucap Kevin dengan mengebu gebu
"siapapun yang melakukan ini aku tidak akan membiarkan dia hidup tenang karena telah membuatku gagal menikahi calista, dasar pengecut, siapapun dirimu akan aku pastikan kamu akan menyesal telah bermain dengan ku". umpat kevin dalam hati lalu melihat mamanya yang menagis
"mama jangan menangis kita pasti akan keluar dari tempat ini dengan selamat". ucap kevin menyakinkan mamanya tetap itu membuat mamanya semakin menagis
"hmm". mamanya berusaha berbicara tetapi tertahan karena mulutnya tertahan
__ADS_1
"ma jangan buang air mata mama karena itu sangat berharga". sambung kevin dan itu berhasil membuat mamanya menghentikan tangisannya karena mama Kevin tidak ingin Delon merasa khawatir.
ruangan itu terasa hening pak supir merasakan kasihan kepada tuannya seharusnya tuannya itu merasa Bahagia atas pernikahannya tetapi semua itu hanyalah tinggal kenangan pasti pernikahan itu batal sehingga membuat pihak perempuan merasa malu dan pak supir juga yakin pihak perempuan marai terhadap tuannya itu.
"berilah yang terbaik untuk tuan muda dan keluarganya mereka orang orang baik". do'a supir tersebut
"kenapa ada orang jahat yang tega melakukan ini apa salah mereka". sambungnya dalam hati
"aku yakin tuan muda tidak akan melepaskan atau mengampuni orang yang telah melakukan ini kepadanya dan keluarganya". monolog pak supir
"apa ini ada hubungannya dengan pernikahan putraku dengan gadis itu, jika benar aku yakin masalah ini timbul karena gadis itu karena selama ini gadis itu dianggap pembawa Siak oleh warga tempat dia tinggal dulu, dan sampai ada hubungannya dengan gadis itu maka aku tidak akan memaafkan calista". monolog mama kevin dalam hati
"andai tau bahwa pernikahan ini akan membuat keluarga ku dalam masalah seperti ini aku tidak akan menyetujui Kevin menikahi calista jika calista membawa keburukan dalam keluarga ku". sambung mama kevin dalam hati sambil mengepalkan tangannya karena menahan amarahnya
"benar kata tetangga dulu jika calista itu pembawa sial apalagi tidak pernah ada yang tau siapa ayahnya dan mamanya juga seorang ******, seharusnya aku mendengarkan ucapan mereka untuk menjauhkan calista dari anakku sehingga tidak ada cinta yang tumbuh dalam hati anakku". umpat mama Kevin dalam hati lalu menghentikan kakinya yang terikat
"apa yang dipikirkan istriku sehingga membuatnya marah seperti itu". monolog ayah Kevin
"apa ini perbuatan anak dari istriku dengan suaminya dulu, dia datang untuk membalas dendam apalagi dulu aku dan istriku merebut hartanya dan aku yakin anak itu sudah mengerti semuanya". monolog ayah Kevin yang tiba tiba mengingat masa lalu mereka yang dulu mereka berdua telah membunuh suami dari istrinya sekarang dan juga tega mengambil hartanya dan meninggalkan anak berumur tujuh tahun itu sendirian bahkan anak itu sering melihat mereka berdua melakukan hubungan badan walaupun anak itu sudah melihatnya dengan teganya mereka tidak menghentikan kegiatan mereka itu. ayah Kevin memejamkan matanya saat mengingat kejahatan mereka selama ini dan diam diam ayah Kevin mencari keberadaan anak itu untuk membalas rasa bersalah dan akan merawatnya tetapi hasilnya nihil Karen anak itu hilang bak di telan bumi. ayah Kevin juga sering membicarakan ini kepada istrinya tetapi istrinya tidak pernah menginginkan anak itu karena dia tidak pernah mencintai suaminya yang dulu bahkan anak itu hadir karena dia tidak ingin kehilangan kemewahan yang di berikan suaminya dulu, jika tidak memberikan anak maka dia akan menceraikannya dan akhirnya dia mau mengandung anak dari almarhum suaminya itu. lalu dia berselingkuh dengannya dan secara perlahan memberikan racun dan membuat suaminya lumpuh yang kemudian meninggalkan secara perlahan.
__ADS_1
"dosa apa yang telah aku lakukan dulu, jika Bena ini perbuatan anak itu maka aku harus meminta maaf dan mengembalikan perusahaan yang seharusnya menjadi miliknya". monolog ayah kevin dalam hati
"aku tidak ingin anak itu mencelakai keluargaku, aku harus menemukannya dan meminta maaf padanya mungkin maafku tidak bisa mengembalikan ayahnya". monolog ayah Kevin yang telah menyesal karena perbuatannya dulu, selama ini ayah Kevin tidak hidup tenang setelah apa yang dia lakukan dulu