Bayanganmu

Bayanganmu
Meninggalnya Ibu Calista


__ADS_3

flashback on


di kontrakan seorang anak berumur 10 tahun pulang Dengan wajah ya gembira


"Bu ibu, ibu di mana" sapa anak itu dengan wajah yang selalu ceria


"ibu di kamar nak" jawab sang ibu


"ibu sedang apa" tanya anak itu sambil berjalan menuju ibu nya.


"ibu sedang istirahat, wah kelihatan anak ibu bahagianya hari ini" tanya ibu itu sambil mengelus kepala anak nya.


"lihat Bu hari ini aku mendapat nilai yang bagus"


"wah anak ibu pintar sekali, semoga kelak menjadi anak yang sukses ya" ucapan ibu itu


"nak jika kau sudah dewasa nanti jadilah perempuan yang bermartabat ya, jangan biarkan ada laki laki yang menyetuhmu sebelum adanya Ikatan pernikahan ya, dan jangan sampai hamil di luar nikah, ingat" nasihat ibunya.


"iya Bu" jawab anak itu walaupun belum terlalu paham aap yang di katakan oleh ibunya.


"Bu kenapa warga mengatakan aku anak haram" tanya calista kecil dengan penasaran.


"calista bukan anak haram sayang" jawab ibu itu.


"Bu di mana ayah calista, besok di sekolah guru menyuruh membawa ayahnya, tadi juga teman temanku mengejek ku bahwa aku tidak punya ayah" tanya calista kecil dengan sedih, ibu nya hanya bisa diam dengan perasaan yang sedih juga.

__ADS_1


"calista ibu kan pernah bilang kalau ayah sedang kerja" jawab ibunya sambil mengelus kepala ibu nya.


"tapi kenapa tidak pulang pulang" tanyanya lagi.


"lihat ibu, pakaian, buku tempat kita tinggal semua yang di makan calista, itu semua uang ayah hasil dari kerja, karena itu ayah bekerja agar kita tidak kekurangan apapun" bohong ibunya. calista hanya mengangguk.


"Bu aku juga pernah mendengar salah satu warga mengatakan bahwa ibu seorang ****** yang suka jajan demi uang, ****** itu apa Bu" tanya calista.


"ibu tidak tau calista, mungkin kamu salah dengar" jawab sang ibu dengan hati yang tersayat.


"mungkin saja Bu, soal waktu itu sedang hujan" jawab calista dengan senyuman.


anak dan ibu itu asik bercerita dengan gembira membahas apa yang di lakukan calista di sekolah, bagaimana calista bisa mendapatkan nilai bagus, saat calista bercerita ibu calista mendengarkan dengan baik dan tersenyum anaknya ini sangat pintar dan mandiri. saat sedang asik bercerita


brak


"ibu ibu, hiks ,ibuku mau di bawa ke mana" tanya calista.


"diam kau anak kecil" sarkas pemilik kontrakan


"aku mau sama ibu, hiks hiks" berontak calista.


dan dengan jahatnya ibu itu memukul kepala calista sehingga mengeluarkan darah.


"hiks hiks sakit" tangis calista

__ADS_1


"DIAM" bentaknya lagi


sedangkan ibunya calista berusah melepaskan ikatan pada tiang itu dan mulutnya yang di tutup dengan kain bahkan ibunya calista terikat dalam keadaan polos, para warga telah memaksa membuka pakaian ibunya calista.


"ini dia Perempuan gak benar yang sudah berani menggoda suami saya padahal saya sedang hamil tua, tanpa belas kasihan dia megoda suami saya dan meminta hartanya, perempuan seperti dia tidak pantas hidup, " tuduh wanita hamil itu dan ibunya calista hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tidak bisa menjawab lantaran mulutnya yang di tutup kain. Tanpa ampun para warga memukul tubuh ibu nya calista dengan membabi buta bahkan salah satu warga menyiram ibu nya calista dengan minyak tanah.


"wanita sepertimu pantas mati" teriak salah satu warga.


dan wanita hamil tadi melempar obor ke ibunya calista.


"ibuuuuu" teriak calista kecil yang menyaksikan kejadian


"hiks hiks ibu, kenapa kalian membakar ibuku" teriak calista


"dengar anak kecil, ibumu itu pantas mendapatkan itu" jawab ibu pemilik kontrakan dengan mencengkram rahang calista dan menghempas tubuh calista ke lantai.


setelah dari pemakaman calista hanya menangis sendirian di kontarkan. ibu pemilik kontrakan mengizinkan calista tinggal di kontarkan karena ia memiliki niat akan menjual calista ke lali hidung belang saat umurnya 17 tahun nanti, pemilik kontrakan adalah seorang penjual gadis, dan di balik di bakarnya ibu calista adalah karena ibu calista menolak menjual calista, dan hal itu membuat pemilik kontrakan memfitnahnya sehingga kejadian pembakaran secara hidup hidup terjadi agar tidak ada yang menghalanginya saat menjual calista nantinya.


flashback off


di depan makam ibunya calista terbang saat kejadian nas itu terjadi, betapa sulit kehidupannya setelah ibunya pergi


"Bu calista sudah memberikan pelajaran kepada mereka semua, mereka sudah mempertangungjawabkan perbuatan mereka 10 tahun yang lalu" calista berbicara dengan mengusap nisan ibunya.


"Bu yang tenang ya di sana, selalu do'a Calista agar bisa melewati setiap rintangan dalam kehidupan ini" sambungan calista.

__ADS_1


setelah dari mall tadi calista mengunjungi makam ibunya, hanya dengan cara ini calista melepas rindu terhadap sang ibu. setelah mencurahkan isi hatinya calista pergi dari makam.


__ADS_2