Bayanganmu

Bayanganmu
Usaha Pencarian Calista


__ADS_3

hampir satu bulan lamanya David mencari calista tetapi tidak ada hasil sama sekali, David sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari calista tetapi calista bak di telan bumi tidak ada satu jejak pun yang tertinggal.


drt drt


"hallo bos" jawab orang di sebrang telfon


"hallo apakah ada petunjuk" tanya David


"tidak ada bos, orang yang anda cari tidak meninggalkan jejak sama sekali"


"sudah satu bulan kau tidak bisa menemukannya, biasanya dalam dua hari saja kau sudah bisa menyelesaikan tugasmu" amarah David saat anak buahnya tidak mendapatkan informasi apapun


"maaf bos, perempuan itu hilang seperti di telan bumi"


"temukan perempuan itu bagaimanapun caranya"


Tut David mengakhiri panggilannya


"argh kenapa sulit sekali mencari perempuan itu, aku tidak ingin dia menjadi masalah untukku kedepannya, satu bulan lamanya aku mencari tidak ada jejak sama sekali, siapa yang menyembunyikannya" monolog David sambil mengetukkan jarinya di meja kerja. usaha david tidak hanya dia mengawasi kontrakan dan tempat kerja calista tetapi David juga telah mengecek jadwal keberangkatan dari kendaraan dan mengecek apakah ada nama calista tetapi hasilnya nihil, sudah banyak cara yang digunakan David untuk menemukannya tetap tidak membuahkan hasil sama sekali. setelah berperang dengan pikirannya David melanjutkan pekerjaannya.


...............


diapartemem Dion dan Marisa sedangkan beres beres untuk mereka tinggal karena sebelumnya apartment ini sudah lama tidak Dion gunakan semenjak ayahnya meninggal karena ia harus menemani ibunya di rumah


ting


ting


suara bel berbunyi lalu Marisa beranjak menuju pintu untuk membukanya


"ayah ibu kalian datang kemari" sapa Marisa sambil mencium tangan ayah dan ibunya.


"iya kami ingin melihat tempat tinggal kalian" jawab Herma ayah Marisa


"masuk ayah ibu" sambungan calista


Marisa mempersilahkan kedua orang tuanya masuk dan membuatkan minum untuk mereka berdua.


"Marisa di mana suami" tanya ibunya


"sedang di kamar Bu"


"panggil suami nak" perintah sang ayah

__ADS_1


kemudian Marisa masuk ke kamar dan memanggil Dion, Dion dan Marisa duduk berhadapan dengan kedua orangtua Marisa


"kedatangan kami berdua kemari bukan hanya untuk berkunjung saja tetapi ada hal yang ini ayah sampai"


"hal penting apa yah" jawab Dion


"iya yah jangan buat kami pemasaran" sambungan Dion


"yang pertama kami ingin memberikan ini" jawab Herman sambil memberikan sebuah amplop dan diterima oleh sepasang suami istri itu, Meraka berdua membuka amplop itu dan terkejut


"tiket bulan madu yah bu" tanya Marisa


"iya nak, kami berdua sangat ingin menimang cucu dari kalian" jawab ibunya Marisa


"dua hari lagi kalian akan berangkat ke Italia untuk berbulan madu yang rajin ya bikin cucunya" canda ibu Marisa


"akan kami usahakan Bu" jawab Dion


"dan satu lagi Dion setelah pulang dari bulan madu, kamu akan memegang salah satu perusahaan ku sebagai direktur disana" ayah Marisa berbicara.


"yah gak perlu repot-repot dion ada toko bunga cukup untuk membiayai hidup kami" jawab Dion


"ayah tidak menerima penolakan" sambungan ayah Marisa


Dion tidak bisa berbuat apa apa selain menerima tawaran dari orang tua Marisa, setelah berbincang lama mengenai bulan madu dan Dion menjadi direktur akhirnya mereka makan bersama dan di iringi dengan candaan. setelah selesai kedua orang tau Marisa pulang karena tidak ingin menganggu pengantin baru tersebut.


bagaimana apakah wanita itu sudah memberi tau di mana keberadan anak itu" tanya seorang laki laki dengan sambungan telfon kepada anak buahnya.


"belum tuan, kita sudah menyiksa tetapi dia tidak mau memberitahu juga" jawab anak buahnya.


"siksa wanita terus tapi jangan sampai mati dan pasti dia memberitahu di mana anak itu berada" perintah laki laki itu kemudian menutup sambungan telfon tersebut dan membanting sebuah foto


prang


foto tersebut pecah " dasar di mana anak mu itu berada, jika aku sampai menemukan nya akan aku bunuh dan tidak aku biarkan anak itu mengambil hartaku hahahaha" monolog laki laki itu.


"panggil perempuan itu, suruh masuk" perintah laki laki itu terhadap seseorang.


dan masuklah seorang gadis kemudian berjalan mendekati laki laki itu.


"apa kau masih tersegel" tanya laki laki itu kepada gadis tersebut.


"iya tuan saya masih tersegel" jawab gadis itu.

__ADS_1


"bagus karena aku tidak suka bekas orang lain"


"kenapa kau menjual diri mu" tanya laki laki itu sambil menatap tajam kepada gadisnya.


"kar karna saya butuh uang tuan, untuk biaya kuliah sa saya" jawab gadis itu.


"baiklah, buka semua pakaianmu" perintah laki laki itu.


dan kemudian gadis itu melepas semua pakaiannya dan laki laki itu mendekati gadis itu dan gairah langsung bangkit saat melihat gadis itu tanpa aba aba laki laki itu membawa gadis itu ke kamar yang ada di kantornya. laki laki tersebut langsung memasuki gadisnya, dan gadis itu menahan sakit.


setelah beberapa jam laki laki itu telah selesai melakukan nya langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sedangkan gadis itu masih terkulai lemas di ranjang karena tenaganya habis di kuras untuk melayani laki laki tersebut.


ceklek pintu kamar mandi terbuka


"ini cek uang yang kamu butuhkan, dan minum obat ini" perintah laki laki itu


"obat apa ini" tanya gadis itu


"obat penunda kehamilan" jawab datar pria itu


dan ia langsung minum obat itu


"sekarang pergi dari sini, urusan kita sudah selesai"


kemudian gadis itu bangkit dan memakai pakaian dan keluar dari kantor itu dengan jalan yang tertatih tatih karena intinya terasa sakit. setelah gadis itu pergi masuk seorang wanita


"mas rambut basah" tanya sang istri


"biasa" jawab santai laki laki itu


"jangan sampai hamil" peringatan dari istrinya


"tenang saja, aku hanya punya anak denganmu" jawab laki laki itu dengan tersenyum dan merangkul pinggang istrinya untuk di ajak duduk di sofa.


"bagaimana mas, apakah anak itu sudah ketemu" tanya yang istri dan di jawab dengan gelengan kepala.


Sepasang suami istri itu membahas seorang anak pemilik asli dari perusahaan yang mereka kelola saat ini.


..........


sebelum pulang David selalu mampir ke kontarkan calista dan mengawasi beberapa jam dan kegiatan ini sudah David lakukan selama satu bulan berharap ada petunjuk tentang gadis itu karena David benar benar ingin menemukannya karena jika hamil David bisa mengambil anaknya dan menjadi penerus di Perusahaannya dan memanfaatkan perempuan itu.


"aish sia sia saja aku disini sudah satu bulan tapi perempuan itu sama sekali tidak kembali kesini" monolog David kemudian David mengendarai mobilnya pergi dari kontarkan calista.

__ADS_1


Hay Hay akhirnya up kembali


bagaimana menurut kalian bab ini, selamat membaca semuanya sampai bertemu di part selanjutnya


__ADS_2