Bayanganmu

Bayanganmu
Hamil


__ADS_3

Marisa yang merasa malu segera pulang dan sampai di rumah orang tuanya Marisa langsung masuk ke kamar dan menutup pintu.


prang


brak


cetar


Marisa membanting semua barang yang ada di kamarnya dengan membabi buta, ia meluapkan semua emosinya, dia tidak terima di permalukan seperti tadi.


"aaaaa berani dia mempermalukan aku, akan aku balas awas saja" teriak Marisa.


sedangkan di ruang tamu kedua orangtuanya Marisa mendengar teriakkan Marisa dan benda jatuh di kamarnya merasa khawatir dan langsung menuju kamar Marisa.


"nak Bu pintunya , ini ibu" ibu Marisa mengedor pintu dengan khawatir


tok tok


"Marisa sayang, buka ya pintunya" ayah Marisa memanggil putrinya


"iya nak buka pintu, jika ada masalah bisa di bicarakan baik baik" sambung ibu Marisa


ceklek pintu di buka, ibu Marisa langsung memeluk putrinya.


"sayang ada apa, kenapa kamu marah marah" tanya ayah Marisa.


"ayah ibu, apa kalian tau, perempuan yang menggoda Dion, dia beraninya mempermalukan ku di mall tadi, aku tidak terima" curhat Marisa


"bagaimana bisa" tanya ibunya


"ayah harus memberikan dia pelajaran yah, aku tidak mau tau, pokok ayah harus memberikan dia pelajaran yang tidak pernah ia lupakan" Permintaan Marisa kepada ayahnya


"sayang tenang ya, ayah pasti akan memberikan dia pelajaran, karena sudah berani membuat putri ayah menangis" jawab ayah Marisa dengan tersenyum.


huek


huek

__ADS_1


tiba tiba Marisa merasa mual dan langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan cairan bening, ibu Marisa yang merasa khawatir langsung menyusul putrinya.


huek


huek


huek


Marisa terus memuntahkan cairan bening sehingga membuatnya lemas dan langsung pingsan, ibu Marisa yang sampai di depan pintu langsung terkejut.


"Marisa bangun nak, mas" teriak ibu Marisa


ayah Marisa yang mendengar teriakan istrinya langsung menuju kamar mandi dan terkejut saat melihat putrinya pingsan dan langsung mengangkat putrinya dan membaringkan ke ranjang. ibu Marisa menelpon dokter pribadinya, stelah beberapa menit dokter datang dan langsung memeriksa marisa.


"apa putriku baik baik saja" tanya ibu Marisa dengan cemas


"tidak perlu ada yang di khawatirkan, hal ini wajar bagi ibu hamil" jawab dokter dengan senyum


"hamil, jadi Putri sedang hamil" tanya ayah Marisa


"iya, dan setelah saya periksa usia kandungan Barus berjalan 4 Minggu, jadi di perhatikan pola makannya, jangan Sampai stres" penjelasan dokter.


ayah Marisa mengantarkan dokter tersebut sampai di depan rumahnya setelah dokter pulang Marisa mulai siuman, dan kedua orangtuanya menjelaskan apa yang terjadi dengan Marisa, saat mendengar penjelasan kedua orangtuanya Marisa sangat senang.


"beneran yah ibu aku hamil" tanya Marisa sambil tersenyum


"iya beneran, pasti Dion senang mendengar berita bahagia ini" ayah Marisa berbicara


"ya sudah kalau begitu kamu istirahat jangan capek dan stres, kami tinggal"


setelah kepergian kedua orang tuanya Marisa mengelus perutnya dan senyuman tak pernah luntur kabar hari ini membuat sangat bahagia


"akhirnya aku hamil juga pasti ayahmu senang mendengar kabar ini, anak mama baik baik di dalam ya" Marisa berbicara dengan janin yang ada dalam perutnya dan mengelusnya. Marisa lalu mengambil hp dan mencoba menghubungi dion, sudah lima kali Marisa menghubungi dion tetapi tidak di angkat


"mungkin Dion sedang sibuk dengan pekerjaan dia janji seminggu lagi akan pulang, pasti Dion bekerja keras agar cepat selesai dan pulang" monolog Marisa lalu ia istirahat.


saat Marisa akan memejamkan matanya dering ponsel mengganggunya

__ADS_1


drt drt drt


saat nama Dion(suami tercinta) yang tertera Marisa segera mengangkatnya dan mood langsung bahagia


"hallo Marisa ada apa" tanya Dion


"akhirnya sayang, kamu menghubungi, kenapa tadi tidak di angkat" Marisa balik bertanya dengan mengerucutkan bibirnya


"tadi sedang meeting untuk menyelesaikan proyek di sini" jawab santai Dion


"oke tidak masalah, aku punya berita bahagia untuk mu"


"berita apa" tanya Dion sedikit penasaran


"Dion sayang aku hamil dan kamu akan menjadi ayah" beritahu Marisa dengan antusias


"............"Dion tidak menjawab Marisa hanya diam


"sayang kenapa kamu diam saja"


"kamu beneran hamil" tanya Dion dengan nada terkejut


"iya akhirnya 2 tahun pernikahan kita , aku hamil"


"serius" Dion masih Ragu


"iya beneran"


"akhirnya Marisa kita akan jadi orang tua"


mereka berdua ngobrol panjang untuk melepas rindu terutama Marisa yang sangat rindu, Marisa ingin Dion cepat pulang karena Marisa ingin selalu berada di samping Dion, ia ingin seperti wanita hamil lainnya, yang suaminya selalu ada untuknya. setelah 2 jam mengobrol Dion dan Marisa mengakhiri panggilannya karena dion menyuruh Marisa untuk beristirahat.


.........................


Hay para pembaca, bagiamana menurut kalian bab ini, semoga puas


jangan lupa ya like,komen, hadiah dan favorit dan jangan spam like ya lebih baik kalian baca satu bab daripada hanya scroll terus spam like.

__ADS_1


terima kasih sudah membaca


__ADS_2