
***Sebelum membaca, jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya.***
Happy reading
.
.
Aku segera mengetik no hape ku pada hape nya.
"Enggak usah dikembalikan, gpp kok kak. Simpan saja untuk kenang - kenangan." kataku
Aku lalu beranjak dan kembali menuju Kak Arya. Aku penasaran pada pos 4 ini. Apa yang akan mereka lakukan sebagai syarat diterimanya mereka menjadi bagian dari KMHD UGM.
* (Hari Minggu)
Hari ini adalah hari terakhir mahasiswa Hindu UGM di desaku. Hari ini mereka akan melakukan kegiatan pengobatan gratis dan pasar murah. Aku dapat tugas sebagai penerjemah. Makhlum kebanyakan dari mereka berasal dari Bali dan Jakarta. Sehingga kurang begitu fasih berbicara dengan Bahasa Jawa.
"Kak Dipta sudah sembuh?" tanyaku
Aku sembari membawakan teh anget dan bubur. Dia tersenyum manis.
Smalam dia tidur di rumahku. Alasannya agar panitia dapat mengawasi lukanya. Sehingga rumah terdekat dengan Balai Desa, ya rumahku.
"Makasih ya, kamu baik banget. Tapi jangan terlalu perhatian dengan aku." kata Dipta
"Kenapa?" tanyaku penasaran
"Aku nggak mau Bli Arya salah paham. Kamu kan pacarnya bli Arya." kata Dipta
Aku pun kemudian tertawa mendengar perkataan Dipta. Ternyata dia menyangka aku pacaran sama Kak Arya.
"Apanya yang lucu?" tanya Dipta
"Kak Arya itu kakakku. Dia kakak pertamaku." kataku
Dipta kaget mendengar perkataanku. Dia tidak percaya dan menuangkan aku bohong.
"Aku adik angkatnya. Kakak kandungku namanya Krishna Wijaya. Sekarang dia lagi di Amerika." kataku
"Oh kirain, hehehe ... eh aku mau ke kamar mandi ya habis makan." kata Dipta
"Yaudah kamu minum dulu teh dan makan bubur nya." kataku
Disaat candaan kami, tiba - tiba Kak Arya masuk. Ya, Dipta istirahat di kamar Kak Krishna.
"Adik ngapain di kamar berdua sama lelaki?" tanya Kak Arya tidak suka
"Aku cuma nganterin bubur dan teh kok." kataku
"Kalau sudah selesai cepat keluar. Adik ada tugas bantuin para dokter, kan?" kata Kak Arya
Aku pun segera bangkit dan berpesan pada Dipta untuk segera menghabiskan bubur nya. Kak Arya masih ada di dalam kamar. Tapi aku segera menyuruh dia keluar. Aku takut Dipta akan dimarahi kakak.
__ADS_1
"Kakak Ayo keluar. Jangan ganggu Kak Dipta." kataku
"Jangan manja jadi maba." kata Kak Arya
Dia pun segera keluar kamar setelah aku tarik tangannya. Aku tidak mau diceramahi oleh kakak. Jadi aku mlipir dari dirinya. Tapi segera dia memegang pundakk.
"Siapa yang suruh adik pergi?" tanya Kak Arya
"Lho, adik mau siap - siap buat bantu baksos." kataku
"Jangan terlalu deket dengan lelaki baru. Adik nggak tahu bagaimana sifatnya." kata Kak Arya
Setelah negosiasi dan bandel dengannya. Kami semua bersama - sama berangkat ke balai. Aku melihat sudah banyak warga yang mau antri. Aku pun segera menempatkan diri di meja registrasi. Mereka mencatat riwayat peserta. Sedangkan aku yang bertanya nama, umur, dan keluhannya.
5 jam berlangsung. Akhirnya selesai sudah baksos nya. Kami berkemas dan berberes. Acara selanjutnya adalah makan siang. Untuk kali ini, makan siang dilakukan di pura. Kami makan bersama, sebagai tanda perpisahan. Setelah itu ketua panitia kemudian pamit. Ada rasa kesedihan. Karena sebentar lagi rumahku akan sepi. 3 hari dua malam rumahku ramai. Tapi nanti sore akan kembali sepi.
Panitia juga menyerahkan kenang - kenangan kepada kami. Ada amplop sebagai tali kasih, pakaian untuk para wasi, serta foto selama kegiatan berlangsung. Acara diakhiri dengan sembahyang bersama dan saling berjabat tangan.
Ada keharuan yang terpancar dari warga. Jujur kami sedih harus berpisah dengan mereka. Banyak dari mereka aku sudah mengenalnya. Sehingga berat rasanya berpisah dari mereka.
* (di rumah)
Panitia pun berkemas pakaian dan barang - barang mereka. Secara pribadi, mereka memberikan kami kenang - kenangan. Foto bersama di depan rumah kami. Mama ku menangis karena dipamiti oleh mereka. Aku lalu mencari keberadaan Kak Dipta. Ternyata dia tidak ada di kamar Kak Krishna. Aku mencari - cari nya. Tapi tak ketemu. Hingga akhirnya aku menemukan sebuah kotak.
"Eh kotak? ini kotak kado nya Kak Krishna tapi kok ada di atas kasur ya." gumamku
Aku lalu membuka kotak itu. Ternyata enggak disangka. Kotak itu terdapat sebuah syal. Kain leher yang cantik berwarna merah.
"Kainnya cantik banget" gumamku
*
For my sweet hero.
Thankyou for being nice to me Thank you for taking care of my wound. your smile, hot tea, porridge ... everything i like. Only this scarf I can give. Hopefully it will be a good memory for you. Sorry, I am not Arya who can give you luxury items.
your admirer
Made Dipta
Untuk pahlawanku yang manis.
terimakasih kamu sudah baik padaku. Terimakasih kamu sudah berkenan merawat lukaku. senyum mu, teh hangat, bubur... semuanya aku suka. Hanya syal ini yang dapat aku berikan. Semoga menjadi kenang - kenangan indah untuk mu. Maaf, aku bukanlah Arya yang dapat memberikanmu barang mewah.
penggagummu
Made Dipta.
Aku pun lalu mencium syal cantik itu. Wangi banget, bukan perkara murah atau mahal. Tapi aku melihatnya dari ketulusan sang pemberi.
Perpisahan bukan soal seberapa jauh nya jarak kita. Tapi ini hanya bersifat sementara. Aku yakin, jika suatu saat nanti. Aku akan bertemu dengan Dipta lagi. Entah kapan, tapi yang pasti kedatangan mereka menumbuhkan semangat untukku. Semangat untuk terus belajar dan menempuh pendidikan tinggi.
UGM adalah satu kata yang akan aku ingat. Aku harus busa menjadi bagian dari keluarga UGM. Tunggu aku Gadjah Mada.
__ADS_1
*
2 minggu kemudian. Aku bersama sepupuku ke Matahari Klaten. Pusat perbelanjaan yang paling keren di kotaku. Seperti biasa, kalau ke sini. Aku pasti bermain di time zone. Setelah puas bermain dan mendapatkan hadiah. Kami lalu turun ke lantai dasar. Rencana ingin makan ice cream. Tapi sebelum itu, sepupu ku mengajak masuk ke sebuah outlet sepatu ternama.
Aku ngikut saja, meskipun aku dikasih bekal credit card. Tapi aku tidak akan menggunakan itu.
"Kamu mau beli, Mis?" tanyaku pada sepupu yang bernama Miska.
"Kalau cocok di kantong beli." katanya
Miska adalah sepupuku yang sudah kuliah di UNS. Dia berasal dari keluarga yang lumayan terpandang. Pada saat aku menuju ke sebuah tas yang menurutku cantik dan simpel. Aku berjalan ke arah tas itu. Tapi ketika aku hendak mengambilnya. Tiba - tiba tanganku bersentuhan dengan tangan putih nan mulus.
Wanita cantik yang datang bersama seorang pria yang lumayan ganteng.
"Abang lihat tas ini simple kan?" tanya gadis itu
"Kalau kamu mau ambil saja." kata lelaki disampingnya.
"Tapi maaf nona, saya juga minat dengan tas itu." kataku
Aku merasa bahwa tas itu juga cocok buat aku. Tapi tiba - tiba tadi wanita itu nyerobot duluan. Ya aku kan jadi tidak terima.
"Kalau adikku sudah berkata dia suka. Ya dia akan mendapatkannya." kata lelaki itu.
Wanita di sampingnya tanpa menoleh kebelakang sedikitpun. Tapi dari postur nya. Gadis itu sangat cantik, tinggi, langsing, dan modis.
"Tapi kan tadi saya duluan yang lihat dan mau ambil. Tapi ternyata mas nya mengambil tas itu untuk adik. Saya kira tadi bantuin saya." kataku
Wanita itu kemudian menoleh ke belakang. Dia memandangi aku dari bawah ke atas. Ya wanita itu menggunakan kacamata hitam, jaket merah.
"Sempurna banget wanita itu." gumamku
Tapi aku risih ketika dia memandangku seperti itu. Mungkin dia mikir bahwa wanita seperti ku tidak bisa membeli tas itu. Mungkin dia sedang meremehkan aku. Tapi siapa sangka dia langsung membuka kaca mata nya.
"Candika" katanya
Aku pun terdiam sambil memperhatikan wajah itu. Sepertinya aku pernah kenal. Tapi aku lupa dimana itu. Aku masih saja mematung memperhatikan wanita itu.
"Candika... kamu Candika Kusuma, kan?" tanya nya lagi
"Iya, kamu siapa ya? wajah mu tidak asing, tapi maaf aku lupa." kata ku
"Candi ini aku ... kamu kok tega sih melupakanku." rajuknya dia.
***
Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktunya. Jangan lupa untuk klik like, vote, dan rate. Trus jgn lupa comment ya.
next:
Siapa wanita cantik itu?
Tebak ya...
__ADS_1
with love
Citralekha