
***Sebelum membaca, jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya.***
Happy reading
.
.
Dia langsung memelukku dan menanggis. Dalam pelukan sekar, aku melihat Kak Arya sedang tersenyum. Dia berjalan ke arah balai jenazah. Aku tersenyum dan terus menyaksikan hal itu. Bayangan kak Arya masuk di dalam peti kayu itu.
"Aku yakin, bentar lagi Kak Arya akan bangun. Dia sudah kembali." kataku
Kini mamaku ikut menanggis dan memelukku.
*
3 hari kemudian, tibalah saat nya untuk ritual terakhir. Bagi keluarga puri, ngaben dilakukan dengan memperhatikan dewasa ayu (hari baik).
Ngaben adalah sebuah upacara pembakaran jasad yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali. Upacara ini dimaksudkan untuk menyucikan roh anggota keluarga yang sudah meninggal yang akan menuju ke tempat peristirahatan terakhir.
Kata “ngaben” mempunyai arti bekal atau abu yang semua tujuannya mengarah tentang adanya pelepasan terakhir kehidupan manusia. Dalam ajaran Hindu, selain dipercaya sebagai dewa pencipta, Dewa Brahma juga memiliki wujud sebagai Dewa Api.
Jadi upacara ngaben adalah proses penyucian roh dengan cara dibakar menggunakan api agar bisa kembali ke sang pencipta. Api yang membakar dipercaya sebagai penjelmaan Dewa Brahma yang bisa membakar semua kekotoran yang melekat pada jasad dan roh orang yang telah meninggal.
Tapi bagi keluarga kerajaan upacara ngaben disebut juga dengan pelebon. Orang yang meninggal (sawa) akan diletakan dalam peti jenazah. Selanjutnya akan diletakan di menara bade.
*
Amerika
Krishna POV
Malam ini terasa sangat berbeda. Aku merasakan hawa dingin. Padahal tidak lagi snow fall. Pikiranku melayang pada keluarga kecilku. Adik dan mama ku sedang ada di Bali. Aku tidak bisa membayangkan, betapa hancurnya adikku saat ini. Jika aku menelpon sekarang, pasti dia akan makin sedih.
"Krish, loe kenapa melamun saja dari tadi? Hayooo lagi mikirin Utari ya?" ledek Randy
Tapi aku diam tak bergeming. Bahkan hanya melirik dan kemudian membuang muka. Randi ini nggak tahu atau pura - pura nggak tahu.
Tapi beberapa saat, Randy langsung mendekatiku.
"Krish..." sapanya
"Kenapa?" tanyaku
"Maafin gue ya, gue baru ingat kalau loe lagi mikirin Candi ya?" tanya Randy
Aku hanya menganggukan kepala saja.
"Sabar ya bro, gue yakin adik loe pasti kuat." kata Randy
"Dia pasti hancur banget. Saat dia sedih, ternyata aku tidak ada di sampingnya." kata ku
"Sekarang loe telpon mama atau Pande. Loe tanya bagaimana keadaan adik loe." kata Randy
Aku lalu berjungkat dari duduku. Segera aku raih telepon. Aku sudah tahu siapa orang yang akan aku telepon.
📞📞📞
__ADS_1
Lama sekali teleponku tidak diangkat. Aku semakin khawatir, apakah mereka sibuk menghibur adik.
10 menit kemudian Setelah 10 kali panggilan tidak diangkat. Akhirnya diangkat juga.
"Bagus apa kabar? bagaimana keadaan Candi? makasih ya kamu sudah ada di samping candi." kata ku beruntun
2 menit aku ngoceh bertanya tak ada jawaban.
"Hallo, Bagus kamu masih di situ kan?" tanyaku lagi.
"Eh... ha-hallo" kata seorang di ujung telepon. Ku tahu kalau suara itu bukan suara Bagus. Tapi suara seorang wanita.
"Maaf ini benar nomor hape nya Bagus, kan?" tanyaku mulai ragu.
Lama sekali tidak ada jawaban. Aku pun lalu minta maaf hendak aku akhiri. Tapi dengan cepat ada jawaban dari wanita itu.
"Ha-Hallo iya betul ini nomor telepon Kak Bagus. Tapi Kak Bagus sedang di taman dengan Candi. Hape nya kakak sedang di charge." kata wanita itu
"Kakak? maaf, apakah ini adiknya Bagus? Sekar?" tanya ku mencoba mengingat pada sosok adik wanitanya Bagus.
Lama sekali aku tidak bertemu dengan Sekar dan Bagus. Pasti Sekar sekarang sudah tumbuh besar. Usia Sekar dengan Candi beriringan.
"Iy - iya Kak Krishna, ini Sekar. Kakak ingin menanyakan keadaan Candi ya?" tanya Sekar
"Iya Sekar, bagaimana keadaan adikku?" tanyaku tak sabar
Sekar lalu menceritakan keadaan Candi. Aku sudah menebak, bahwa adikku akan kehilangan Arya. Tapi aku juga sedikit lega, karena adikku sekarang berada di samping Bagus. Setidaknya akan ada orang yang menguatkan hati nya.
Sekar juga menceritakan, jika besok siang adalah pelebon untuk Arya. Tak lupa aku memberi kesan kepada Sekar. Untuk terus memberikanku kabar. Aku juga mengizinkan Sekar untuk memiliki no hape ku. Aku tahu, besok pasti Bagus akan fokus ke Candi. Jadi aku rada, Sekar pasti bisa menghandle dan memberikanku informasi.
"Candi hatinya hancur. Tapi Aku tenang, karena ada Bagus." kataku
"Bagus? Bagus siapa?" tanya Randy
"Bagus temen kecil ku, dia seperti keluarga untukku. Jadi Candi akan baik - baik saja selama ada Bagus." kataku
*
Aku semakin kalut, detik demi detik. Menit berganti menit. Kini tinggal beberapa jam. Jasad Kak Arya alan segera dikremasi.
"Candi, hari ini adalah pelebonnya Arya. Dia sudah tenang. Ikhlaskan dia ya, ada kakak di sini." kata Kak Bagus.
"Ini seperti mimpi, kak." kataku
"Kamu yang sabar ya dek." tiba - tiba terdengar suara wanita.
Kami kemudian menoleh ke arah suara itu.
"Kak Ayu." kata ku
Aku pun langsung memeluk Kak Ayu. Aku sempat sebal dengannya. Aku pikir Kak Ayu akan merebut Kak Arya dari ku. Ternyata Tuhan lah yang telah memanggil Kak Arya pulang.
"Ada titipan surat untukmu dari Arya. Tapi surat itu harus di baca setelah pelebonnya selesai" kata Kak Ayu
"Kenapa Kak?" tanyaku
"Dia ingin kamu membaca nya di kamar mu. Sekarang ayo kita ikuti upacara terakhir untuk Arya." kata Kak Arya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan penjelasan dari Kak Ayu. Aku paham, aku harus tegar. Tiba - tiba Sekar datang.
"Kakak, Candi kita sepertinya tidak akan mendapat kesempatan mendekati peti jenazah Kak Arya. Di luar sudah ada banyak relawan yang akan mengantar Kak Arya ke peristirahatan terakhir." kata Sekar
Aku pun lalu berlari menuju balkon. Benar saja apa kata Sekar. Aku melihat ribuan manusia memadati puri. Selain itu, aku melihat ada menara bade yang tinggi. Kira - kira tinggi nya 25 m. Serta ada figur sapi yang tinggi.
Kaki ku seperti tanpa tulang. Aku hampir jatuh tapi sepasang tangan lembut segera memapah ku. Aku pun lalu berbalik badan dan melihat wanita itu. Wanita paruh baya yang sangat modis, cantik, tapi mata nya sembab. Dia menatapku dan kemudian membelai pipi ku.
"Nak, Arlina ... Kamu mirip sekali sekali dengan putri kami. Benar kata Arya, kamu mirip dengan Arlina. Bolehlah ibu memelukmu?" tanya Bu Cok Anggraeni.
Wanita cantik itu adalah ibu dari Kak Arya dan Arlina. Aku pun lalu memeluk ibu. Kami kemudian diajak ke ruang utama. Kami dikasih izin untuk mengantar Kak Arya untuk yang terakhir.
Aku, ibu, ayah, dan Kak Bagus kemudian diberikan izin untuk naik ke tangga. Kami menggiring peti jenazah Kak Arya ke atas menara bade. Ini adalah kali pertama aku naik dan berjalan di ketinggian tanpa rasa takut.
"Kamu sanggup nak naik ke atas?" tanya Bu Cok
"Demi Kak Arya, aku sanggup bu." kataku
Kami lalu melangkah pelan - pelan naik ke atas. Kak Bagus dan ibu menuntun ku. Aku harus tegar melihat kenyataan ini.
Alunan bleganjur dan teriakan doa terucap. Meriah sekali upacara pelebon ini.
Aku melihat peti jenazah Kak Arya sudah ada di menara bade. Orang di bawah riuh untuk mengangkat bade itu. Kemudian tak lama kemudian. Aku suci dinyalakan. Perlahan tapi pasti sang Agni membakar dari bawah. Kemudian menyempurnakan panca maha Butha.
"Selamat tinggal Kak Arya. Tunggu aku di samping Brahman." batinku.
Setelah itu, kami pun mengumpulkan abu dari jasad Kak Arya. Abu itu kemudian dimasukan dalam wadah. Kemudian akan dilarung ke laut. Sebelum itu aku memandang wadah abu Kak Arya.
"Selamat tinggal Kak, aku akan selalu merindukanmu." kataku
*
2 hari kemudian, kami pulang ke rumah. Kak Bagus dan Sekar memutuskan untuk nginep di rumahku. Mereka ingin menemaniku. Kak Krishna pun memberikan pesan kepada mereka. Untuk menemaniku selama seminggu. Tapi Kak Bagus tidak bisa setiap hari nginep. Dia harus pulang. Tapi Sekar dengan telaten ada di rumahku. Aku pun cuti sekolah selama 2 minggu. Tapi sahabatku setiap hari membawakan catatan untukku. Sekar membantu ku menyalin materi dan mengerjakan tugas.
Aku pun kemudian ingat pada surat Kak Arya yang dititipkan ke Kak Ayu. Aku pun segera meraih tas ku dan mencari nya. Amplop cantik berwarna merah muda sudah ada di tanganku.
Aku pun membuka nya perlahan ...
***
Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktu nya. Jangan lupa untuk klik like, vote, dan rate ya.. jangan lupa tinggalkan jejak juga.
next :
Kira- kira apa ya isi surat nya?
jangan lupa beri masukan ya..
terimaaksih
With love
Citralekha
menara bade
__ADS_1