Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku

Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku
Kota Tua Gamla Stan


__ADS_3

**Sebelum membaca, jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya.***


Happy reading


.


.


Setelah puas dengan minum dan ngemil kami lalu keluar.


"Masih mau main?" tanya Kak Arland.


"Enggak kak, makasih." kataku


Selain menjadi taman hiburan, Gröna Lund juga dikenal menjadi tempat konser musik saat musim panas yang menampilkan banyak musisi ternama di dunia.


"Sekarang kita akan pergi ke sebuah danau ya. Kita akan lihat sunset di sana. Pasti seru deh" kata Kak Bagus.


"Bentar Gus, sebelum ke danau yang kamu maksud. Gimana kalau kita ke kota tua dulu?" tanya Kak Arland.


"Kota Tua?" tanyaku antusias.


Mereka berdua lalu menganggukan kepala.


"Ayo kita ke sana, kak" kataku


Melihat semangat nya aku, akhirnya mereka berdua mengalah. Serta akan menuju ke kota tua. Aku sudah membayangkan potret Kastil seperti di film horor. Tapi berharap tempat itu tidak horor. Aku takut jika nanti tiba - tiba ada vampir. Hiiii...jadi bergidik ngeri.


"Kenapa dek?" tanya Kak Bagus yang melihat aku seperti orang ketakutan.


"Aku takut Kak, jika nanti ke kota tua tiba - tiba ketemu vampire." kataku


Kak Bagus dan Kak Arland saling pandang dan kemudian tertawa bareng. Aku pun lalu melihat kelakuan mereka berdua.


"Ada yang salah?" tanyaku


"Pasti kebanyakan nonton film horor ni" kata Kak Bagus.


"Hantu kota ini takut sama Kak Arland, dek. Tenang saja, ada kami berdua." kata Kak Arland


Benar apa yang dikatakan mereka berdua. Aku pun jadi tertawa melihat kelakuan. Perjalanan kami memakan waktu sekitar 1 jam. Nuansa gaya klasik eropa sangat kental.


"Seperti kota tua" kataku


"Ya betul, ini memang old town yang terkenal di Swedia." kata Kak Arland.


Old town atau kota tua Stockholm adalah Gamla Stan. Tempat ini adalah pusat kota Stockholm di masa lalu dan saat ini menjadi terkenal sebagai objek wisata yang menarik. Dulunya kawasan Gamla Stan dikenal dengan nama Staden Mellah Broarna.

__ADS_1


Kota Tua Stockholm terletak di pulau Stadsholmen. Resmi bernama Staden mellan broama, yang berarti "kota antara jembatan," diketahui secara informal sebagai Gamla Stan. Kota Tua abad pertengahan dipenuhi dengan jalan-jalan batu besar dan arsitektur Jerman Utara.


"Ini adalah rumah bagi Stortorget persegi besar. Tempat pembantaian berdarah pada tahun 1520." kata Kak Bagus, ketika kita berhenti di salah satu bangunan kuno itu.


"Kalau bangunan seperti istana itu?" tanyaku


"Bangunan bersejarah itu adalah Istana Kerajaan" jawab Kak Arland


"Itu adalah Katedral Stockholm. Gereja legendaris di kota ini" sahut Kak Bagus


Aku seneng banget, karena dipandu oleh dua orang guide yang cakep dan pinter.


"Den glyden freden, sebuah restoran yang beroperasi sejak 1722. Itu adalah sebuah restoran kuno. Nanti kita ke sana, ya." kata Kak Arland


"Kamu pernah dengar nobel?" tanya Kak Bagus


"Ya, penghargaan bergengsi dunia." kataku


"Itu adalah Museum Nobel juga terletak di Gamla Stan." kata Kak Arland.


Gamla Stan ini sendiri sudah ada sekitar abad ke-13 dan menjadi pusat kota pada masa itu. Tidak heran jika bangunan yang ada di sana kebanyakan juga klasik, seperti style brock gothic.


"Salah satu alasan utama kami untuk mengunjungi Swedia; Kota Tua kota atau Gamla stan memiliki beberapa bangunan dan jalan tertua di Stockholm, dan juga sejumlah tempat menarik yang tidak dapat dilewatkan." kata Kak Bagus


Ternyata Kak Bagus telah mengenal Swedia sangat baik. Pantas saja dia dengan mudah menemukanmu. Serta Sekar yang menjadi informan dimana aku berada.


"Pulau kecil di Pelabuhan Stockholm ini sangat luar biasa ajaib, satu kunjungan dan Anda pasti akan jatuh cinta! Lokasi dari banyak atraksi kota, seperti Istana Kerajaan; yang merupakan salah satu istana terbesar di dunia, Katedral Stockholm; Katedral nasional Swedia, Museum Nobel dan Stortorget; dikenal sebagai alun-alun tertua di Stockholm, tidak mengherankan bahwa kota abad pertengahan yang sangat terpelihara ini begitu terkenal." kata tour guide.


"Kota Tua juga memiliki banyak restoran dan kafe yang patut diperhatikan, dan beberapa tempat bagus untuk berbelanja. Labirin jalan-jalan sempit berbatu yang sempit dan gang-gang kecil dimaksudkan untuk dijelajahi. Jadi bersiaplah untuk terkejut setiap sudut yang Anda belokkan!" kata tour guide yang juga memimpin rombongan wisata.


Aku jadi semakin senang karena mendapatkan informasi secara gratis dari para tour leader. Aku lalu meminta kepada kakak untuk membawaku ke tempat yang tadi disampaikan oleh tour leader.


"Kak, adik mau ke gang kecil yang dimaksud tadi." kataku


"Ada satu gang terkecil di Gamla Stan yang sangat terkenal. Kita akan mengunjunginya. Wajib hukumnya, ketika berada di kota tua ini. Apalagi kalau bukan Mårten Trotzigs Gränd. Gang kecil yang bisa dibilang less than a metre wide." kata Kak Arland


"Hah? gang sempit? tidak sampai 1 m, kak?" tanyaku heran.


Ternyata yang sempit tidak hanya di jakarta saja. Tapi di kota metropolitan dunia juga ada. Udah gitu, gang nya sangat terkenal.


Ketika anda mengunjungi Royal Palace. Jangan lewatkan 40 menit untuk ikut menikmati sajian upacara dan pawai penjaga.


"Seperti pusat kota pada umumnya, ada beberapa landmark di Gamla Stan yang menarik yang bisa dikunjungi, seperti Royal Palace, Stirtorget, Kornhamnstorg Square." kata Kak Arland.


Aku hanya menurut saja dengan apa yang dibicarakan oleh para tour leader.


"Berada di Gamla Stan, jangan lupa mencoba berbagai macam kelezatan cake dan roti di sebuah toko bakery bernama Sundbergs Konditori. Toko bakery tertua di Stockholm yang sudah berdiri sejak tahun 1785." kata Kak Bagus

__ADS_1


"Toko bakery? aku mau coba kak." kataku


Kami lalu menuju toko yang dimaksud itu. Terlebih katanya, resep kue ini sudah ratusan tahun dan disajikan secara turun menurun. Kami lalu duduk sembari menikmati kopi, teh, dan kue. Serta memandang hilir mudik para turis.


"Kalau di Jakarta kita juga punya Kota Tua, ya kak." kataku


"Ya, setiap kota besar di Indonesia juga pasti punya. Semarang dengan kota lamanya. Bandung dengan kompleks bangunan kolonial, Surabaya dengan ancient city nya." kata Kak Bagus.


"Aku masih ingin mengunjungi Indonesia bersama kalian" kata Kak Arland.


Kami pun lalu bercanda satu sama lain. Serta menceritakan apa yang pernah kita temui. Ya semacam sharing experience gitu.


"Gimana seru kan jalan - jalan di Gamla stan?" tanya Kak Bagus


"Iya kak" kataku


Gamla Stan adalah sebuah atraksi turis yang amat populer sehingga selalu terjadi keramaian di sini, lebih lagi karena tidak semua jalannya dapat dilalui kendaraan bermotor. Manusia berjalan menjelajahi kota mini nan padat bak menjelajahi taman bermain. Rasanya seperti kota miniatur.


"Gamla Stan sangat mudah dicapai dari manapun di Stockholm. Terdapat kereta bawah tanah (tunnelbana) di pulau ini dan kota Stockholm relatif mudah dijelajahi dengan jalan kaki, jika Anda menginap di pulau-pulau sekitarnya. Kenapa saya katakan pulau? Stockholm adalah kota kepulauan, di mana bagian-bagiannya dipisahkan oleh air. Inilah yang membuat kota ini cantik dilihat dari banyak sisi." kata Kak Arland yang berlagak seperti tour leader.


"Perlu diketahui bahwa Stockholm adalah kota yang mahal, tetapi bisa disiasati dengan mencari penginapan yang dekat dengan lokasi yang kita kunjungi, membeli roti yang relatif murah di sini, berjalan kaki dan membeli tiket terusan untuk museum-museum (plus transportasi tunnelbana) yang menarik agar tidak perlu membayar mahal setiap kali masuk ke museum." sahut Kak Bagus.


"Aaah kalian, aku sangat sayang kalian." kataku


Kami pun lalu foto bersama dan bersiap akan melihat sunset di sebuah danau yang terkenal di Stokholm.


"Ayo kita menuju danau tercantik di Stokholm" kata Kak Bagus, semangat


***


Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktu nya. Jangan lupa untuk klik like, vote, dan rate ya.. jangan lupa tinggalkan jejak juga.


next :


Gimana masih betah menjelajah Swedia?


Semoga pembaca setia nanti dapat kesempatan traveling ke Swedia yah.


terimaaksih


With love


Citralekha



__ADS_1



__ADS_2