
**Sebelum membaca, jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya.***
Happy reading
.
.
Tapi pada saat hendak masuk ke wahana utama. Seseorang menyenggolku.
"Awww" kataku
"Mas, hati - hati dunk." kata Kak Arland.
Lelaki itu kemudian berbalik badan. Ternyata lelaki itu adalah lelaki yang aku kenal.
"Hai...kakaaak" kataku
"Akhirnya kakak menemukanmu, dik" katanya
Kak Arland pun lalu melirik dan mengharapkan aku menjelaskan siapa lelaki itu.
"Kak Arland, kenalkan ini kakak ku yang sangat baik. Namanya Kak Bagus Sajiwo. Meskipun kami tidak memiliki hubungan darah. Tapi ikatan kami melebihi saudara kandung." kataku
"Bagus Sajiwo" kata Kak Bagus memperkenalkan diri.
"Arlanda Dev..." kata Kak Arland
Aku salfok dengan nama belakang Kak Arland.
"Dev siapa kak?" tanyaku
"Dev? Dev siapa kak?" tanyaku
Kak Arland pun lalu mengalihkan pembicaraanku. Tapi jelas aku tadi mendengar dia menyebutkan kata "Dev". Tapi kalau memang dia tidak mau bercerita ya sudah. Tidak seharusnya aku kepo terlalu jauh.
"Bagus datang ke Swedia dalam rangka apa?" tanya Kak Arland
"Mencari adikku yang sudah beberapa minggu ini tidak ada kabar." kata Kak Bagus sambil melirikku.
"Maaf kak, adik..." kataku tertahan
"Kakak paham kok, oh iya ayo kita main ke dalam." ajak Kak Bagus.
Kami pun lalu masuk ke wahana permainan yang sangat besar itu.
"Kak Arland, apakah tempat ini memiliki cerita sejarah?" tanyaku
"Gröna Lund dibangun oleh seorang berkebangsaan Jerman bernama Jacob Schultheiss.
Taman hiburan ini dibuka sejak 1883 dan masih dibuka sampai saat ini." jawab Kak Arland.
Tempat bermain ini memiliki tanah seluas 6 hektar. Selain itu, ditempat ini bahkan ada sekitar tujuh roller coaster.
"Roller coaster nya sangat menantang. Ayo mau cobain nggak?" tanya Kak Arland.
"Candika nggak bisa naik roller coaster. Sebaiknya kita naik wahana yang anti mainstream saja." usul Kak Bagus.
"Kak, mau naik kuda - kudaan" kataku
Kak Bagus dengan sigap segera membeli tiket. Aku memang takut naik roller coaster. Sehingga aku masuk wahana yang nyaman dan nyaman saja.
"Candika" panggil Kak Arland
"Ya kak" kataku
__ADS_1
"Kakak harus pulang sekarang. Orang tua Kakak membutuhkan bantuan kakak. Sekarang kan Candi sudah ada temannya. Jadi tidak butuh kakak kan?" kata Kak Arland.
Aku dan Kak Bagus saling bertatap satu sama lain. Sepertinya, ada sesuatu yang tidak beres. Sepertinya Kak Arland tidak nyaman dengan kehadirannya Kak Bagus.
"Arland, aku ke sini cuma main saja. Candika kan ke sini dengan mu. Kembali ke flat nanti juga dengan dirimu. Bisakah hari ini kita berbagi adik?" tanya Kak Bagus
Aku tahu bahwa Kak Bagus juga merasakan hal yang tidak nyaman. Merasa canggung dengan perkataan Kak Arland tadi.
"Aku akan sangat bahagia jika kita bisa bermain bersama. Aku memiliki 2 lelaki ganteng dan hebat seperti kalian. Kak Arland, please" kataku memohon dan menunjukan wajah yang memelas. Berharap lelaki yang sedang cemburu itu paham.
Arland pun lalu tersenyum dan menganggukan kepala.
"Oke, ayo kita main ice skating" ajak Kak Arland
"Ayo, tapi adik tidak terlalu bisa mainnya." kata ku
"Bagus kamu bisa main ice skating?" tanya Kak Arland
"Bisa sih, tapi tidak terlalu. Land, lu bantuin Candika bermain ya." kata Kak Bagus
"Kakak ikut kan?" tanyaku sudah ketakutan jika Kak Bagus yang gantian ngambek.
Kak Bagus lalu masuk ke wahana ice skating. Kami pun juga masuk bersama - sama. Kali ini aku sangat bahagia. Aku pun menggandeng tangan mereka berdua.
"Coba ada Kak Krishna." batinku mulai membayangkan kalau dia bakalan ngomel - ngomel karena aku bersama lelaki dewasa.
Kami lalu membeli tiket dan memasang perlengkapan permainan. Masuk ke wahana ini sangat dingin banget. Karena kita akan bermain di atas es. Pokoknya menyenangkan sekali.
Berkali - kali aku terjatuh ketika hendak berdiri. Karena kita menggunakan sepatu khusus. Ya sepatu yang baru pertama kali aku gunakan.
"Duuuh...sakit bangeet, mana dingin lagi." gumamku
Kak Bagus dan Arland pun tertawa, karena melihatku seperti itu. Sudah dikasih tahu cara nya berdiri tetap saja terjatuh. Haduuh, jatuh harga diriku. Mana dilihatin sama pengunjung lainnya.
Kak Arland pun kemudian memegang tanganku. Dia memapah dan membimbingku. Pelan - pelan aku mulai bisa berdiri dengan seimbang. lalu mulai jalan pelan - pelan. 1 meter 2 meter, tanganku maish tak mau jauh dan lepas dari Kak Arland.
"Kakak, aku bisa yeeey" kataku kegirangan saat bisa mulai berjalan dengan sepatu khusus itu.
"Pelan - pelan ya" kata Kak Bagus
Setelah puas bermain di wahana itu. Kami pun lalu keluar dan hendak minum. Ternyata haus juga setelah beberapa saat bermain.
"Mau minum apa?" tanya Kak Arland
"Apa saja kak" kataku
"Ayo kita coba minum glogg" kata Kak Bagus
Kak Arland pun memandang ke arah Kak Bagus. Sepertinya mereka berdua ingin meminum nya. Aku pun juga penasaran, minuman macam apa itu.
"Glogg?, minuman macam apa itu kak?" tanyaku
"Minuman itu sangat menghangatkan untuk tubuh. Sangat cocok setelah kita main ice skating." sahut Kak Arland
"Tapi adik minum white glogg saja ya." kata Kak Bagus
Kami pun lalu menuju cafe yang ada di taman bermain itu. Cafe bergaya Swedia ini sangat bersih dan nyaman. Aku pun lalu menyium aroma khas rempah - rempah.
Meskipun cukup kecil dibandingkan dengan taman hiburan lainnya, wahana dan fasilitas lainnya sangat mengesankan.
"Jag vill beställa 2 gloggs och en kopp vita gloggs" kata Kak Arland.
Kak Arland berbicara dengan menggunakan bahasa Swedia. Dia memesan 2 buah glogg dan secangkir white glogg.
"Bra herr, din beställning kommer snart Var god sitt" sahut pelayan itu.
__ADS_1
Pelayan itu menyahut jika pesanan akan segera datang. Kami pun dipersilahkan untuk duduk.
"Glogg itu minuman khas Swedia ya?" tanyaku
"Iya betul, ada 2 jenis. Ada yang beralkohol dan non alkohol. Tapi kadar alkoholnya rendah kok. Jadi aman, sedangkan untuk adik tadi non alkohol." kata Kak Arland.
Tak lama kemudian 3 cangkir glogg datang. Aku melihatnya seperti wedang rempah.
"Gimana menurut adik?" tanya Kak Bagus.
"Kayaknya sangat menghangatkan untuk tubuh. Seperti wedang rempah, ada kayumanis dan wedang rempah." kataku
"Ya, betul tapi ini lebih enak, coba deh" kata Kak Arland.
Aku pun lalu mencoba menyesap sedikit demi sedikit. Aku mencoba menikmati setiap aroma dan tegukan.
Glogg atau disebut juga dengan wine hangat merupakan minuman tradisional khas Natal di Swedia. Sering dinikmati sepanjang bulan Desember, terutama saat liburan Natal. Minuman ini memiliki dua versi beralkohol dan non alkohol. Dicampur dengan wine, dibumbui dengan kayumanis, kapulaga, cengkeh dan tambahan lemon. Kismis dan almon djuga sering ditambahkan di dalam cangkir sebelum menuang glogg
Minuman yang kaya akan rempah ini khas Swedia. Beberapa bahan yang digunakan untuk membuat white glogg adalah kapulaga, jahe, kayu manis, cengkeh, kismis, ekstrak vanila, gula dan irisan jeruk lemon.
"Masih ada kue yang harus adik coba. Kue ini temannya minum glogg, dik" kata Kak Arland.
Tak berapa lama pelayan membawa 3 buah piring kecil kue.
"Kue apa ini, kak?" tanyaku
"Namanya Jordgubbstårta" kata kak Bagus
"Kok kakak ngerti sih?" tanyaku penasaran.
"Kakak pernah tinggal di sini sebulan. Jadi kakak tahu dikit lah tentwng kuliner yang enak." kata Kak Bagus
Jordgubbstårta merupakan kue khas Swedia yang berbahan dasar stroberi dan krim. Kue yang biasanya disajikan pada pertengahan musim panas (midsommar) ini terdiri dari lapisan genoise (sponge cake) yang dioles dengan pastry cream. Setelah itu, ditambahkan potongan stroberi dan 2-3 sendok makan whipped cream.
Setelah puas dengan minum dan ngemil kami lalu keluar.
"Masih mau main?" tanya Kak Arland.
"Enggak kak, makasih." kataku
Selain menjadi taman hiburan, Gröna Lund juga dikenal menjadi tempat konser musik saat musim panas yang menampilkan banyak musisi ternama di dunia.
"Sekarang kita akan pergi ke sebuah danau ya. Kita akan lihat sunset di sana. Pasti seru deh" kata Kak Bagus.
***
Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktu nya. Jangan lupa untuk klik like, vote, dan rate ya.. jangan lupa tinggalkan jejak juga.
next :
Gimana masih betah menjelajah Swedia?
Semoga pembaca setia nanti dapat kesempatan traveling ke Swedia yah.
terimaaksih
With love
Citralekha
__ADS_1