
**Sebelum membaca, jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya.***
Happy reading
.
.
Aku tahu kalau Sekar sedang terluka. Sekar pun lalu masuk ke kamar nya.
"Malam ini aku harus menemui Kak Krishna." batinku
Aku ingin membicarakan sesuatu dengan kakak. Aku melihat kakak maish bersama Mbak Utari.
"Kak Na ..." kataku
"Sini sayang, duduk dengan utari." kata Kakak
"Enggak deh, kakak lanjutkan saja. Nanti kalau kakak dah slese pacaran baru adik mau ngomong dengan kakak." kataku sambil tersenyum lalu pergi dari hadapan mereka.
Aku pun harus memilah setiap kata yang akan aku sampaikan kepada kakak. Aku tidak mau menyakiti kakak atau Sekar. Aku juga tidak mau hubungan antara kakak dan Sekar menjadi jauh.
Buuug
"Candika" kata Kak Bagus
"Kak Bagus" kataku
"Kamu nggak papa kan? Kamu dari mana malam - malam begini?" tanya Kak Bagus.
"Mau berbucara dengan Kak Na. Tapi kakak lagi sama Mbak Utari." kataku
Kak Bagus pun hanya tersenyum dan sambil membelai lembut rambutku.
"Mau kakak temani ngobrol?" tawar kak Bagus.
"Kalau kala nggak sibuk boleh." kataku senang.
Kami lalu berjalan ke taman samping flat. Kami duduk di sebuah kursi kayu panjang. Udara malam ini terasa sangat sejuk dan menenangkan hati.
"Ada apa? apa ada masalah?" tanya Kak Bagus.
"Hmm..kak, apa kakak tahu kalau Sekar itu suka dengan Kak Na?" tanyaku pelan. Aku takut jika Kak Bagus akan marah.
"Iya, kakak tahu. Tapi Sekar harus tahu. Bahwa Krishna telah memiliki kekasih." kata Kak Bagus.
Aku kaget, ternyata Kak Bagus sudah tahu tentang perasaan Sekar.
"Lalu apa yang harus kita lakukan, kak? kasihan Sekar." kataku
Kak Bagus hanya tersenyum dan kembali membelai rambutku.
"Biarkan Sekar merenung, jangan diganggu. Kakak tahu Sekar. Dia bisa mengobati hati nya. Kalau kita dekati sekarang. Dia nanti bisa manja dan malah sejadi- jadinya." kata Kak Bagus.
Sebagai kakak, dia pasti tahu bagaimana karakter adiknya itu. Benar juga, kan Sekar tidak cerita kalau dia suka Kak Na. Kalau aku menemui Sekar, dia bisa curiga dan malu. Untung saja, aku ketemu dan cerita dengan Kak Bagus.
"Hm.. Candi, boleh kakak tanya sesuatu?" tanya Kak Bagus.
"Ya, apa kak?" tanyaku balik
"Hm.. jangan marah ya, Apakah Candi sudah memiliki tambatan hati?" tanya Kak Bagus.
Mendengar pertanyaan dari kak Bagus. Aku pun tersentak.
"Hey, kok diem?" tanya Kak Bagus.
"Enggk.. kak, nggak papa. Candika belum memikirkan itu." kataku
"Kalau boleh kakak tahu, bagaimana perasaanmu dengan Arlanda?" tanya Kak Bagus.
"Kak Arland? maksudnya? Kakak, candi tu baru ketemu dengan dia sekali. Lagi pula candi nggak ada perasaan apa - apa dengan dia." kataku
"Kalau dengan kakak gimana?" tanya nya lagi
__ADS_1
"Maksudnya?" tanyaku
Dia pun lalu memegang tanganku. Mata kami beradu. Lalu aku menundukan kepala.
"Kakak ... " kata Kak Bagus kejeda, karena Kak Na tiba - tiba muncul.
"Gus, Candika ... ayo masuk sudah malam ni. Lagi pula kita kan lusa akan kembali ke tanah air." kata Kak Krishna.
Aku pun sudah tidak sabar ingin segera kembali ke tanah air. Berjumpa dengan mama, saudara, dan teman - teman di sekolah.
"Ah iya, ayo masuk." ajak Kak Bagus.
"Candika, Utari tidur sama kamu dan Sekar bisa nggak?" tanya Kak Krishna.
"Hmmm..sepertinya nggak muat kak." Aku harus menjaga perasaan Sekar. Tapi kasihan juga sama Mbak Utari kalau dia tidur di depan TV.
Akhirnya aku yang mengalah untuk tidur di lantai bawah. Sedangkan kasur dipakai untuk Sekar dan Mbak Utari. Kak Krishna, Randi, dan Kak Bagus berada di satu kamar.
**
Malam ini aku nampak gelisah. Aku memikirkan Sekar dan juga Kak Krishna. Tiba - tiba ada pesan masuk (BBM). Ya pesan dari Kak Arland
"Hello kitty, apa kabar mu malam ini? seneng banget ya pasti bisa berkumpul dengan kakak mu?" tanya Kak Arland
Ya, Kak Arland memang memanggilku dengan sebutan Hello Kitty. Tahu kan karakter Hello Kitty itu?
"Hai kak, aku baik. Oh iya, besok aku pulang ke Indonesia, lho." kataku
"Wah kita tidak akan bertemu lagi yah. Kamu nggak mau ketemu aku sebelum pulang?" tanya nya
"Mau kak, kebetulan besok pagi. Aku mau ke tempat orang tua angkatku. Aku mau pamit sama Ayah Devananda." kataku
"Oke besok kita ketemu di Kedutaan Besar Indonesia untuk Swedia." katanya
Aku pun kaget dan tak percaya. Jika Kak Arland tahu tentang orang tua angkatku.
"Lho kakak tahu dari mana jika aku punya orang tua angkat seorang Duta Besar?" tanyaku
"Berita jika anak nya duta besar sedang mengikuti program kan sudah tersebar. Jadi mudah sekali aku mengetahui informasi tentang itu." kata nya
"Apa itu? apakah cintamu?" tanya nya
Aku pun tersenyum senyum membaca pesan dari Kak Arland. Setelah itu, aku tidak membalasnya lagi dan langsung tertidur pulas.
**
(Persiapan pulang).
Aku sangat bahagia karena kami akan liburan bersama. Tapi mungkin hati Sekar akan sedikit dingin. Melihat kemesraan kakak dengan Mbak Utari. Tapi mau gimana lagi, hati tidak bisa dipaksakan.
"Sudah siyap kembali ke tanah air?" tanya Kak Krishna
"Iya kak, aku sudah rindu Indonesia. Rindu mama dan teman - temanku." kataku
"Semua barang - barang aman? tidak ada yang ketinggalan?" tanya Kak Bagus.
Setelah semua di list dan dipastikan. Kami lalu masuk ke mobil. Ya orang tua angkatku telah menyiapkan mobil penjemputan kami di flat tempat kami menginap. Tujuan kami selanjutnya adalah KBRI Swedia.
"Sekar." kataku
Karena sejak pagi tadi di meja makan. Dia seperti ogah - ogahan sarapan dan terlihat diem.
"hm." kata nya singkat
"Kamu diem dari tadi tu sudah merindukan Indonesia, ya?" tanyaku
Sekar hanya membalasnya dengan senyum lalu pandangannya kembali melihat pohon - pohon di samping kami.
"Sekar, wooy" kata Kak Randy yang langsung menarik rambut nya.
"Ini apaan sih, sakit tahu." omel Sekar.
"Dunia tak selebar daun kelar, dik. Tenang masih ada kakak." kata Randi sambil cenggisan dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Kak Bagus.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, kami sampai di KBRI Swedia
Orang tua ku sudah menyambut kedatangan kami. Pintu untukku pun langsung dibukakan oleh ajudannya orang tua ku.
"Selamat datang sayang." kata Mama ku.
Aku pun langsung memeluk mama dan bapakku itu. Setelah itu, satu per satu dari temanku disalami oleh orang tua ku.
"Mari masuk" kata ayah ku.
Kami pun lalu masuk ke ruangan yang sudah disiapkan oleh orang tuaku. Gamelan Jawa mengiring kehadiran kami. Aku pun keluar ruangan lagi.
"Candi sayang, mau kemana?" tanya mama
"Sebentar ma, Candi mau mengabari ke teman kalau Candi sudah sampai di KBRI." kataku
"Teman? Siapa itu?" tanya ayah
"Teman baru nya Om, namanya Arlanda. Lelaki yang mirip banget dengan Arya." sahut Kak Bagus.
"Apa??" tanya orang tua ku secara bersamaan.
Aku pun kaget sendiri dengan pernyataan orang tua angkat ku itu.
"Apa mama dan ayah tahu dan kenal dengan Kak Arland?" tanya ku penuh selidik.
"Kamu pastikan saja nak, suruh Kak Arland mu itu kemari." kata ayah ku
Aku pun langsung menghubungi Kak Arland. Aku telpon tapi tidak diangkat. Hingga 1 jam sudah, aku menunggu di luar.
"Sayang, ayo masuk kita makan dulu." ajak ayah ku
"Ntar yah, masih nunggu Kak Arland." kataku
"Tunggu di dalam saja." saran ayah.
Aku pun hendak masuk tapi telpon dari Kak Arland segera masuk. Mata ku langsung girang begitu tahu siapa yang telepon.
"Hallo kakak, kakak kemana sih, tahu kan dari tadi aku telpon kok tidak diangkat. Kakak, aku sudah di KBRI Swedia. Trus orang tua ku sudah memberikan izin untuk kaka datang. Aku juga sudah menyiapkan kado lho untuk kakak. Maka cepat kemari ya, aku tadi sudah menunggu kaka lho. Satu jam aku menunggu di pintu masuk KBRI, Kak. Cepat lah datang, nanti aku keburu pulang ke Indonesia, lho." kataku nyerocos.
"Halo, apakah anda kenal dengan pemilik handphone ini?" tanya seseorang di seberang sana
Deg...
Perasaanku langsung tidak enak.
"Iya pak, saya kenal. Apa yang terjadi dengan Kak Arland?" tanyaku
"Pemilik handphone ini kecelakaan. Sekarang sedang berada di ruang operasi." kata nya
Seketika itu, air mataku lalu meleleh.
"Ada apa nak? Apa hang terjadi dengan Arland" tanya ayah yang panik
"Kak Arland kecelakaan dia sedang di ruang operasi sekarang." kataku
"Siapkan mobil, kita ke rumah sakit sekarang." perintah ayahku kepada ajudan.
Aku pun heran dengan ayah angkatku. Apakah ayah ada hubungannya dengan Kak Arland.
***
Haaai... maaf ya baru bisa update.
Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktu nya. Jangan lupa untuk klik like, vote, dan rate ya.. jangan lupa tinggalkan jejak juga.
next :
Kira - kira siapa Arland itu? Ada hubungan apa Arland dengan orang tua Arya?
Semoga pembaca setia nanti dapat kesempatan traveling ke Swedia yah.
terimaaksih
__ADS_1
With love
Citralekha