
***Sebelum membaca, jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya.***
Happy reading
.
.
Kami pun senang sekali, bahwa 1 minggu ke depan kami akan dimanjakan dengan fieldtrip. Kami akan dikenalkan dengan landmark kota ini. Hati riang dan gembira, itulah gambaran kami saat ini. Kami pun kemudian kembali ke flat. Tapi tiba - tiba mataku tertuju pada seorang lelaki. Arland, ya lelaki itu ada di sekitar flat ku ternyata.
"Aku harus menemukan dan mencari tahu siapa dia." batinku.
*
📞📞📞
(Mama)
"Swastyastu, Ma." kataku
"Swastyastu, Candika kamu sudah di Swedia? Kamu betah nggak di sana? temen - temennya baik kan? Terus makanannya enak nggak?" tanya Mama yang banyak sekali pertanyaan seperti hendak mewawancarai seseorang.
"Satu - satu, Ma tanyanya." kataku
Mama pun kemudian masih bertanya serta menceritakan kalau Kak Bagus sering kerumah. Serta ada sepupuku yang tidur di rumah. Jadi mama tidak kesepian. Aku pun kemudian menjawab pertanyaan mama.
"Ma, Candi di sini baik. Betah banget, teman - teman sayang dengan candi. Kemarin habis ketemu sama ajik dan bunda Devananda." kataku
"Devananda?" kata mama
"Iya ortunya Kak Arya. Trus Ma, aku ketemu sama seseorang yang mirip dengan Kak Arya. Namanya Kak Arland, tapi aku tidak tahu dia tinggal dimana. Karena kita ketemu secara tidak sengaja di taman kota." kataku
Mama pun kemudian bertanya banyak hal tentang keluarga Devananda. Aku juga menceritakan kalau ajik dan bunda ingin agar aku tinggal di Swedia.
"Kalau kamu tinggal di Swedia, kamu tega? Kamu tega ninggalin Mama? Kamu mau membuang mama ha?" tanya mama yang terus memberondong banyak pertanyaan yang bukan - bukan.
"Mama, ngomong apa sih. Ya enggak lah, mana mau aku tinggal di sini. Seenak enaknya tinggal sama orang lain. Lebih enak tinggal sama orang tua sendiri." kataku menenangkan Mama.
"Jangan sering - sering ke rumah Devananda." kata Mama
Aku paham sih, kalau mama khawatir. Dia tidak mau aku deket dengan keluarga Om Devan. Alasannya agar aku tidak tergiur tinggal di Swedia.
"Ma, Kak Krishna juga mau ke Swedia kok sebelum dia pulang ke Indonesia." kataku
"Yaudah pokoknya kamu jangan kemana - mana. Nanti kamu hilang, trus jangan nakal di situ. Kamu jauh dari mama dan kakak." kata Mama
Setelah menenangkan dan melepas kangen. Aku pun lalu mematikan telepon. Mendengar nya, Dania tertawa.
"Kenapa?" tanyaku
"Kamu beruntung ya, punya orang tua yang perhatian. Udah gitu kamu selalu dikelilingi sama banyak orang yang sayang. Beruntung banget hidupmu." kata Dania
"Astungkare, semua itu tergantung dari karma kita masing - masing, Dan. Kalau kita selalu berbuat baik maka kita juga akan menerima kebaikan seseorang." kataku
Kami pun melewati malam dengan indah. Tapi tiba - tiba bayangan Arland muncul lagi. Entah, kenapa sejak pertemuan itu. Aku selalu memikirkannya dia.
*
(Sekolah)
Hari ini seperti janji mentor, kita akan mengadakan field trip. Tapi sebelum itu, kami diberikan tugas. Ya setiap kegiatan di luar kelas, pasti selalu ada tugas. Kali ini setiap perwakilan negara di bagi dalam 4 kelompok. Tentu saja, kami dari Indonesia tidak satu team. Tujuannya ialah untuk mengakrabkan masing - masing perwakilan negara.
"Kita akan mengunjungi sebuah landmark yang sangat iconik di kota Stockholm. Tema kita adalah tentang peradaban. Kalian boleh memilih sebuah tempat atau benda yang ada di tempat yang akan tuju. Kalian harus mendiskusikan yang meliputi deskripsi benda, inspirasi pendidikan, serta ekonomi yang bisa diangkat." kata mentor.
Setelah mendapatkan arahan, kami lalu masuk ke dalam bus. Ya bus sekolah ala Swedia ini sangat unik. Lantai 2, ini adalah kali pertama aku naik bus.
"Kita mau pergi kemana sih?" tanyaku
__ADS_1
"Entahlah, katanya landmark kota ini." kata Max Well.
Max berasal dari Norwegia. Tentu saja dia sangat tampan. Tapi setampannya orang bule. Tetap saja lebih tampan orang indonesia menggunakan kamen putih. Hehehe
"Apakah kalian penasaran mau kemana kita?" kata Mentor
Kami serempak menjawab iya. Pada akhirnya kami dikasih tahu. Ya sebuah tempat yang pernah Kak Arya sebutkan.
"Kita akan mengunjungi Stockholm Palace." kata Mentor
Semuanya girang dan sangat bahagia. Tapi mendengar kata itu. Aku langsung mengingat kata Kak Arya.
*
(Flash Back)
Hari itu Kak Arya menyampaikan rasa sayangnya padaku. Rasa sayang yang lebih dari seorang adik dan kakak. Aku pun senang mendengar ucapan itu. Aku juga merasakan hal yang sama. Rasa sayangku pada Kak Arya ingin lebih juga.
"Candi, jika nanti kita menikah. Kakak ingin menikah di Stockholm Palace." kata Kak Arya
"Istana Stockholm?" tanyaku
"Ya, kamu akan menjadi putri tercantik di dunia ini menurut kakak. Kita akan hidup bahagia di Swedia." kata Kak Arya
"Nanti kasian mama kalau aku tinggal di Swedia." kataku
"Kita akan bisa selalu mengunjungi mama, sayang. Berjanjilah pada kakak, jika suatu saat nanti kakak tidak bisa memenuhi janji ini. Kamu akan mengunjungi Istana Stockholm. Katakan dalam hatimu, bahwa kamu ingin menikah di halaman istana ini." kak Arya
*
(Flash Back off)
"Candi, Candi, kenapa kamu menanggis?" tanya Max
"Max ... enggak kok, aku menanggis bahagia. Kita akan mengunjungi Istana Stockholm. Pasti akan sangat menyenangkan." kataku
Tak berapa lama kami pun sampai di parkiran istana. Ada rasa getar dalam diriku.
Kami pun lalu turun satu per satu. Setelah itu, kami dikumpulkan dalam sebuah pohon rindang. Mentor akan menjelaskan kepada kita tentang istana ini.
*
Kediaman resmi keluarga kerajaan Swedia selalu berada di lokasi yang sama semenjak pertengahan abad ke-13 ketika Kastil Tre Kronor dibangun. Namun, Kastil Tre Kronor hangus terbakar pada tanggal 7 Mei 1697.
Bangunan istana yang baru dirancang oleh Nicodemus Tessin. Tetapi pembangunannya dihentikan pada tahun 1709 akibat pengeluaran Perang di wilayah utara yang begitu tinggi. Pembangunan baru dimulai lagi pada tahun 1727, enam tahun setelah perang berakhir.
Setelah kematian Tessin yang Muda pada tahun 1728. Istana ini diselesaikan oleh Carl Harleman yang juga merancang bagian dalam yang bergaya Rococo. Istana Stockholm baru siap digunakan pada tahun 1754. Raja Adolf Frederick dan Ratu Louisa Ulrika pindah ke istana ini pada tahun yang sama, tetapi pengerjaan bagian dalam masih diteruskan hingga tahun 1770-an.
"Anak - anak sebelum kalian mengerjakan tugas. Kalian harus kembali ke sini (bawah pohon rindang) di pukul 15.00. Istana ini akan ditutup untuk wisatawan pada pukul 16.00" kata Mentor
Aku dan Max, 1 kelompok. Per kelompok terdiri dari 4 orang. Kami pun lalu masuk dan melihat kemegahan istana ini. Aku pun hendak mencari papan informasi.
"Max aku mau ke papan informasi bentar ya." kataku
"Mau aku temani?" tanya Max
"Enggak usah, kamu sama yang lainnya masuk ke ruang pertama dulu. Nanti aku susul." kataku
Aku dan Max kemudian berpisah. Entah kenapa aku ingin ke ruang informasi. Aku membutuhkan map dan deskripsi tentang bangunan ini. Tapi kejadian di taman kembali terulang ...
Bug
Aku menubruk seorang lelaki lagi.
"Kau ... " kataku
"Aku Arland ... kamu Candi kak?" tanyanya
__ADS_1
"Dari mana kamu tahu namaku?" tanyaku curiga
Dia kemudian membuka tasnya. Serta menyerahkan gantungan kunci berbentuk hati. Ya di dalamnya terdapat tulisan "Arca : Arya Candika".
"Terimakasih" kataku sambil mengambil gantungan kunci itu. Benda itu sangat penting buatku.
"Oh iya berapa no hape kakak?" tanyaku
Aku kemudian mengeluarkan hp dan memberikannya. Aku tidak mau kehilangan dia lagi. Dia pun menerima hp ku dan mengetik no hp nya.
"Mau aku jelaskan tentang istana ini?" tanyanya
"Aku tahu segalanya tentang Swedia." katanya
Aku pun kemudian menganggukan kepala. Ini kesempatan langka, hehehe... Aku pun diajak oleh Arlan keliling bagian depan museum. Ya di depan itu terdapat map bagian dari istana ini.
*
(Penjelasan Kak Arya)
Pada tahun 2009, bagian dalam istana ini terdiri dari 1.430 ruangan, dengan 660 di antaranya merupakan ruangan berjendela. Di dalam istana ini terdapat tempat tinggal keluarga kerajaan, ruang kenegaraan, ruang tamu, apartemen Bernadotte, balai negara, kapel kerajaan, perbendaharaan, Librustkammaren.
Museum Tre Kronor yang terletak di sisa ruang bawah tanah Tre Kronor. Perpustakaan Nasional Swedia terletak di sayap timur laut istana yang disebut Biblioteksflygeln (Sayap Perpustakaan) hingga tahun 1878, dan kini merupakan Perpustakaan Bernadotte. Istana ini telah dijaga oleh Garda Kerajaan semenjak tahun 1523.
*
"Candi ... Candi..." teriak Max
"Ada apa Max?" tanyaku
"Kamu kok lama banget sih? ayo masuk, jangan sampai kita terpisah." kata Max
"Aku sama Kak Arland" kataku
Aku lalu menoleh ke belakang dan ternyata Kak Arland tidak ada. Aku celinggukan mencari - cari dia. Tapi tidak ketemu ...
"Kamu nyari siapa?" tanya Max
"Tadi aku sama seorang lelaki kok." kataku
"Jangan ngaco kamu tu sendirian dari tadi. Ayo segera masuk." ajak Max
Aku masih berusaha mencari keberadaan Arland. Tapi tidak ketemu.
"Aneh, tadi jelas - jelas aku sama Arland." kataku
***
Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktu nya. Jangan lupa untuk klik like, vote, dan rate ya.. jangan lupa tinggalkan jejak juga.
maaf ya beberapa episode ini membahas tentang landmark Swedia. semoga menginspirasi.
next :
Kemana Candi akan berpetuangan?
jangan lupa beri masukan ya..
terimaaksih
With love
Citralekha
*
Istana Stockholm
__ADS_1