Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku

Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku
Say Good Bye


__ADS_3

**Sebelum membaca, jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya.***


Happy reading


.


.


Aku lalu masuk ke ruangan perawatan kakak. Aku pandang wajah nya yang tampan. Meskipun aku benci dibohongi. Tapi jujur, aku tidak mau kehilangan kakak.


Aku lalu memperkenalkan diriku kembali. Aku takut, jika dia tidak bisa mengingatku.


"Kak, bangun ... aku merindukanmu" kataku


Tak ada pergerakan sedikitpun. Aku ingin keluar. Tapi tiba - tiba tanganku diraih oleh tangannya. Aku pun langsung berbalik badan.


"Kakak, kamu sudah sadar? Aku yakin kakak akan membuka mata." kataku


Dia hanya tersenyum lalu menyuruhku untuk duduk. Aku pun mengikuti apa kemauannya. Jari manis nya pun juga menghapus air mata ku. Betapa seneng nya aku. Melihat Kak Arya kembali membuka mata.


"Kak Arya Aku merindukan mu" kataku


"Terimaaksih, tapi kamu tidak seharus nya menanggis." kata nya


"Kenapa? aku mengkhawatirkan dirimu. Aku benci kau bohongi, kak." kataku kesal


"Maaf, apakah boleh aku tanya?" tanyanya


Aku lalu menganggukan kepala. Aku setidaknya tenang. Dia mengingatku meskipun aku sedikit sebel.


"Kamu siapa?" tanyanya


Seketika itu aku langsung melepaskan tangannya. Aku tak percaya. Dia lupa padaku, aku tak percaya dia tadi hanya membohongiku.


"Kakak jangan bercanda, aku sudah tahu semua nya. Kalau kamu adalah Arya. Jangan mencoba membohongiku lagi." kataku


"Tapi serius, aku tak ingat kamu siapa" katanya


Aku pun lalu memandang lekat mata nya. Aku coba perhatikan diri nya. Sepertinya dia tidak bohong. Aku pun jadi ingat perihal kata dokter tadi. Benturan yang keras di kepala nya membuat Kak Arya amnesia.


Aku lalu bangun dan hendak keluar ruangan. Aku ingin memberitahu pada ayah dan bunda.


"Mau kemana?" tanya nya


"Kakak kan tidak kenal aku. Jadi aku mau pulang." kataku sambil meneteskan air mata


"Aku memang lupa pada mu. Tapi aku yakin, kita pernah dekat." katanya


Aku hanya tersenyum dan lalu melangkahkan kaki menuju pintu. Aku lalu tersenyum pada orang- orang yang masih setia menunggu kami.


"Apakah Arya sudah sadar?" tanya bunda


"Sudah bund, Kak Arya sudah sadar." kataku

__ADS_1


Semua orang langsung berdiri dan segera masuk ke ruang ICU.


"Kak, kita pulang ke Indonesia." kataku lalu melangkahkan kaki menjauh dari ruang ICU.


Kak Bagus pun lalu mengejarku. Dia bertanya tentang kepulangan kita yang sangat mendadak.


"Kenapa pulang sekarang? bukankah Arya sudah bangun?" tanya Kak Bagus.


"Iya, tapi dia tidak mengingatku, kak. Sebaiknya kita pulang ke Indonesia." kataku


Kak Bagus lalu menganggukan kepala. Dia lalu menghubungi teman nya untuk segera mengurus tiket kepulangan kami. Jujur ada rasa kecewa dalam hatiku. Orang yang selalu aku rindukan ternyata tidak mengingatku.


Kami berdua pun langsung kembali menuju KBRI Swedia. Kami mengambil koper yang sempat kami titipkan di sana.


"Mbak Candi dan Mas Bagus mau kemana?" tanya seorang asisten ayah, yang bernama Mbak Dani.


"Mbak Dani, kami mau pulang ke Indonesia. Tolong sampaikan salam kami kepada ayah dan bunda ya." kataku


"Mbak Candi lagi ada sesuatu yang tidak baik?" tanya Mbak Dani.


"Enggak mbak, semuanya baik - baik saja kok. Aku sudah rindu Indonesia, mbak." kataku


Akhirnya kami diizinkan meninggalkan KBRI. Aku dan kak Bagus diantar oleh salah satu driver ayah.


**


Bandara Arlanda


"Candi, ayo kita segera masuk ke VIP waiting room." ajak Kak Bagus.


Ya, aku dan Kak Bagus mendapatkan pelayanan terbaik di Bandara ini. Tentu saja, ini berkat asisten ayah yang menemani kami. Hehehe...itu karena asisten ayah yang 1 ini belum tahu keadaan sebenarnya. Jika tahu, pasti mereka bisa menahan kepergian kami.


Tak berapa lama, ayah ku menelpon. Mungkin ayah sedang khawatir mencari diriku. Tapi aku harus berusaha tenang.


📞📞📞


"Candika, kamu dimana nak? Kamu tidak apa - apa kan?" tanya ayah


"Candi lagi mencari makan, yah. Lapaar.." kataku bohong.


Tahu dong, seorang Duta Besar bisa membuat perjalanan seseorang jadi terhambat. Makanya aku membohongi ayah.


"Nak, kamu sudah tahu ya kalau Arya amnesia?" tanya ayah


"Iya yah" kataku


"Kamu yang sabar ya nak. Tapi ayah percaya cepat atau lambat doa akan mengingat kamu. Cepat kembali ya nak, ayah akan mencoba berkata kepada Arya pelan - pelan." kata ayah.


Pada saat ayah masih menelpon. Aku dan Kak Bagus sudah ada di dalam pesawat. Kami siyap take off dari Bandara Arlanda. Ayah pun mendengar suara yang khas dari pramugari itu.


"Candi, kamu dimana sekarang?" tanya ayah


"Ayah, maafkan Candika. Kami akan pulang ke Indonesia. Maafkan candi ya yah. Hp akan segera candi matikan. Salam buat bunda dan Kak Arya." kataku

__ADS_1


Aku lalu mematikan teleponnya dan langsung aku matikan hp nya. Air mata ku langsung turun dengan sangat deras. Aku pun hanya memandangi jendela.


"Candi" kata Kak Bagus.


Aku lalu menoleh dan langsung meletakan kepala ku di bahu nya dia. Aku nggak tahu lagi, harus bagaimana.


"Tenangkan hatimu, semuanya akan baik - baik saja." kata Kak Bagus.


Aku hanya diam membisu dalam pesawat. Aku lebih memilih untuk tidur.


**


Indonesia


Sebelum kami take off, Kak Bagus sudah menelpon Kak Krishna. Kak Bagus memberitahu kalau hari ini kita akan pulang ke Indonesia. Kak Na tidak diberitahu tentang hal yang sebenarnya. Itu dilakukan agar kakak tidak khawatir.


**


Qatar


"Candi bangun, kita transit dulu yuk. Ada waktu 6 jam di sini. Kakak mau membawa mu ke tempat yang menyenangkan." kata Kak Bagus.


Sebenarnya aku tidak mood. Tapi kami memang diharuskan untuk turun dari pesawat. Sehingga mau tidak mau kami turun. Sama seperti saat berangkat. Kami mendapatkan fasilitas free untuk tour singkat.


"Ayo kita turun ... dan nikmati sensasi di Qatar." ajak Kak Bagus.


"Aku sudah pernah ke sini kak, kemarin. Sebelum ke Swedia, kemarin Sekar ngajak keliling kota ini. Aku tunggu sini saja kak." kataku


"Ayo lah come on... nikmati hidup ini. Memang dunia mu akan runtuh tanpa Arya. Ayolah bangkit, dia saja enggak mikirin kamu. Yaudah kalau nggak mau keluar. Capek juga kakak lama - lama ngurusin kamu. Kakak kira kamu sudah dewasa. Ternyata masih seperti anak kecil yang sangat kolokan! 🤨" kata Kak Bagus.


Kak Bagus pun kemudian meninggalkan ku. Aku merenungkan apa yang dikatakan kakak. Bener juga, aku terlalu egois sampai melupakan Kak Bagus. Dia sudah setia dalam menjaga ku. Kenapa aku melupakan dia dan melimpahkan kemarahannya sama dia. Sungguh aku keterlaluan.


"Aku susul nggak ya Kak Bagus?" tanyaku sendiri


Aku dalam kebimbangan, sisi lain aku masih sakit hati. Tapi di sisi lain, aku nggak mau menyakiti orang lain lagi.


"Kakaaak" teriakku


Tapi aku sudah tidak menjumpai Kak Bagus. Travel yang mengangkut mereka tour sudah berangkat sesaat ketika aku sampai di suttle bis. Aku hanya bisa melihat punggung bis itu berlalu dengan cepat. Luluh sudah air mataku.


"Kak Bagus, maafkan aku." kataku sambil berjalan kembali menuju lounge.


***


Haaai... maaf ya baru bisa update.


Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktu nya. Jangan lupa untuk klik like, vote, dan rate ya.. jangan lupa tinggalkan jejak juga.


terimaaksih


With love


Citralekha

__ADS_1


__ADS_2