
***Sebelum membaca, jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya.***
Happy reading
.
.
Setelah telepon Kakak. Aku kembali menyiapkan berkas yang selesai
ring
bunyi pesan dalam BBM ku
Aku lalu membuka pesan itu. Mataku terbelalak ketika melihat foto yang dikirim. HP ku pun terjatuh, air mata ku luruh.
"Mamaaaa" teriakku
Mama pun langsung menuju kamarku. Aku semakin histeris. Mama pun bingung dengan tingkahku. Mama hanya bisa memeluk dan ikut menangis.
"Ada apa?" tanya mama sambil terisak
Aku pun langsung menyerahkan HP ku. Biarkan mama melihat dengan sendiri nya. Begitu melihat foto dalam hape ku. Mama pun langsung menangis. Mama juga semakin erat dalam memelukku.
"Apa itu benar, Ma?" tanyaku sambil terisak.
"Itu siapa yang ngirim?" tanya mama
"Kak Ayu, Ma." kataku
Aku mencoba menelpon Kak Ayu tapi tidak diangkat. Justru dia hanya membalas via BBM.
^Doakan yang terbaik untuk Arya ya^ kata Kak Ayu
^Tapi itu bohong kan, Kak? Kak Arya enggak mungkin pergi meninggalkan aku.^ balasku sambil berlinang air mata.
^Upacara ngaben akan di lakukan di Bali. Kami sedang mengurus kepulangan layon nya Arya. Kamu kalau mau datang ke Bali saja ya.^ balas Kak Ayu
Kak Ayu pun mengirimkan beberapa foto tentang kondisi Kak Arya. Saat dia di rawat di Rumah Sakit. Hingga saat terakhir sebelum menghembuskan nafas.
Aku tak percaya dengan semua ini. Kak Arya enggak mungkin pergi dariku. Dia bilang akan selalu menjagaku. Tapi kenapa dia berbohong.
Aku lalu mengirim gambar itu ke Kak Krishna. Tak lama kemudian, kakak video call.
"Dapat kabar dari mana, dek?" tanya Kak Na
"Dari Kak Ayu, Kak. Tapi itu bohong kan?" tanyaku memastikan
"Kakak akan cari tahu dulu ya." kata Kak Na
Setelah itu, dia mematikan video call nya. Kakak berjanji akan mencari kabar itu. Serta memastikannya. Dalam hati berdoa, agar kabar itu bohong. Aku dan mama langsung menuju pura. Kami berdoa agar kabar itu bohong. Kami berdoa untuk keselamatan kakak. Meskipun dia bukan kakak kandungku. Tapi kami sudah menganggap sebagai saudara kandung.
3 jam kemudian.
📞📞📞 Kak Krishna
"Gimana kak, itu bohong kan?" tanyaku
"Maaf dek, kakak harus bilang. Itu benar, Bli Arya mengidap kanker getah bening stadium akhir. Jadi nyawa nya tidak bisa diselamatkan lagi." kata Kak Krishna
__ADS_1
"Tapi kata Kakak, dia mau membatalkan pertunangannya dengan Kak Ayu. Kakak nggak pernah bilang jika dia sakit. Dia sehat kok." kataku Tak percaya.
Kak Krishna kemudian menjelaskan, bahwa itu semua adalah bohong. Arya sudah menyeting untuk menyembunyikan dari aku. Dia tidak mau membuat aku sedih. Sehingga dia selalu tersenyum di depanku. Dia ke Swedia bukan untuk membatalkan tunangan. Tapi untuk berobat, dalam operasinya itu berhasil. Tapi sayang tubuhnya lemah. Sehingga tidak tertolong.
Betapa hancurnya hatiku saat ini. Dia tidak hanya sebagai kakak. Tapi aku ... aku mencintainya. Aku nggak mau berpisah dengan dia.
"Siwa, kenapa kau ambil Kak Arya dariku?. Saat aku mulai mencintainya. Kenapa kau ambil dia? aku mohon kembalikan dia padaku. Aku mohon " begitulah isi dalam doaku.
Mama pun lalu mendekatiku. Mama memeluk dari samping. Betapa sakit dan hancurnya aku. Kehilangan orang yang aku sayang.
"Kita doakan saja ya, semoga Arya tenang di sisi nya." kata Mama
Tapi hatiku masih belum menerimanya. Aku tak ikhlas kakak seperti itu. Ini tidak adil untuk Kak Arya. Dia sangat baik, ramah, dan penyayang. Tapi kenapa dia sudah dipanggil lebih dahulu.
"Kita pulang yuk" kata Mama
Akhirnya kami pulang. Mama pun kemudian menemani aku tidur. Dia tidak tega, anaknya sedih sendirian. Aku memeluk foto Kak Arya dalam tidur ku. Bayangan kebaikan, kasih sayang, dan perhatian nya selalu menari - nari dalam angganku.
"Berharap aku bisa ketemu kakak dalam mimpi." kataku
"Tidurlah, Arya pasti akan menemuimu dalam mimpi." kata Mama
*
Dunia mimpi.
"Kak Arya" teriakku
Aku pun segera menghampiri Kak Arya. Dia sangat tampan dengan balutan baju warna putih. Seperti lelaki Bali hendak sembahyang. Wajahnya bersinar terang.
"Kakak, aku merindukanmu." kataku
Aku pun memeluknya sangat lama. Aku rindu pelukan ini. Tak terasa air mata ku menetes.
"Kakak jangan pergi, kembali padaku, Kak." kataku
"Maaf ya dek, Arlina ternyata rindu kakak. Sehingga dia memanggil kakak. Dia kesepian, jadi kakak mau menemani dia." katanya
Aku pun lalu melepas pelukannya. Aku mencari sosok Arlina. Dia pun lalu muncul bak bidadari. Dia mem punyai sayap putih yang cantik.
"Kamu Arlina ya?" tanyaku
"Iya, terimaaksih ya sudah mau menjaga Kak Arya selama di dunia. Sekarang kakak sudah tidak tersiksa lagi. Kamu kembalilah." kata Arlina
Aku pun lalu meminta Arlina turun dan mendekat padaku.
"Denger yaa ... Aku nggak mau kembali kalau tidak dengan Kak Arya." kataku
"Itu tidak mungkin...kamu menyalahi kodrat. Kembalilah, kasihan mamamu sedang menunggu. Aku titip padamu, tolong jaga orang tuaku." kata Arlina
"Nggak mau, jaga saja sendiri. Maka kembalikan Kak Arya. Agar ortu mu ada yang menjaga. Kamu tak kasihan dengan mereka? mereka pasti sedih dan hancur. Setelah kehilangan kamu, trus sekarang kehilangan putranya. Padahal Kak Arya adalah harapannya satu - satu nya." kataku penuh emosi dan berlinang air mata
Arlina pun kemudian mengangkat tangan dan diarahkan kepadaku. Seketika itu ada sekilas cahaya yang menuju ke arahku. Aku setengah sadar dan mama telah memanggilku.
"Candi ...candi ... Candika banguuun" teriak mama sambil menangis.
Aku pun perlahan membuka mata dan memandangi mama. Aku langsung memeluk mama. Baju ku pun basah oleh keringat.
"Aku bermimpi ketemu Kak Arya dan Arlina, Ma." kataku
__ADS_1
"Tenang lah ... kamu tidur sekarang ya." kata Mama
Aku pun lalu diberi air putih oleh mama. Setelah meminumnya, aku langsung tidur lagi. Aku masih memeluk foto Kak Arya. Tapi saat aku terlelap. Foto itu disingkirkan oleh Mama. Dia takut kalau sampe aku bermimpi lagi.
Tapi ternyata foto itu diusap oleh Mama. Mama menanggis sambil menatap foto itu.
"Arya, hiduplah dengan tenang di alam sana. Jangan ganggu adikmu. Doakan dia bisa sukses ya. Tapi jika kamu ingin kembali. Kembalilah nak, jangan buat adikmu menanggis dan terpuruk. Kamu tahu kan Kalau dia lagi mempersiapkan Beasiswa ya. Apa kamu tidak kasihan dengan adikmu ini?" tanya mama dengan foto itu
Air mata mama pun luruh, bulir bening itu membasahi kaca dalam foto itu. Setelah itu, mama mendekap bingkai itu. Aku pun tidur dengan penuh luka. Setiap kenangan selalu muncul silih berganti.
"Kak Arya" kataku terbangun sambil duduk meringkuk.
Ku pandangi mama yang ada di sebelah Ku. Mama sedang tertidur dengan memeluk foto itu.
"Apa kamu tidak lihat, Kak. Mama begitu sayang pada mu. Kembali kak, aku kangen kamu." kataku
*
Pagi hari nya, aku menghubungi Kak Ayu. Aku bertanya kapan jenazah Kak Arya akan di pulang kan.
^Rencana besok siang akan terbang dari Swedia. Sampai bali lusa pagi.^ kata Kak Ayu
Aku pun memberitahu mama. Segera aku minta tolong pada tetanggaku. Kami lalu ke Bandara Yogya untuk beli tiket ke Bali.
"Ma, mama enggak takut kan naik pesawat?" tanyaku
"Mama akan coba ya." kata Mama
Kami ke Bali rencana bertiga. Aku, Mama, dan Kak Pande. Dia pulang ke Bali bersama kami. Karena pesan dan permintaan Kak Krishna untuk menemani kami. Soalnya ini adalah penerbangan pertama kami. Sehingga butuh teman untuk menemani.
"Kita akan berangkat besok sore pukul 19.00" kata Kak Pande
"Makasih ya kak." kataku
"Nanti setelah sampai Bali. Candi dan mama istirahat tempat Pande ya." katanya lagi
"Makasih ya Nak Pande." kata Mama
Tapi pada waktu itu, Sekar dan Kak Bagus juga ke Bandara.
"Kak Bagus dan Sekar akan ikut ke Bali." kata Kak Bagus.
Mama hanya bisa mengucapkan terimaaksih.
***
Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktu nya. Jangan lupa untuk klik like, vote, dan rate ya.. jangan lupa tinggalkan jejak juga.
next :
Apakah akan ada keajaiban untuk Arya?
jangan lupa beri masukan ya..
terimaaksih
With love
Citralekha
__ADS_1