
***Sebelum membaca, jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya.***
Happy reading
.
.
Kami pun lalu tertawa bersama...
"Sekar, kita akan ada tahap terakhir penentuan negara." kataku
"Ada Swedia, Inggris, Perancis, Austria, dan Jerman" kata Sekar.
"Kalau gitu persiapan untuk interview besok." kata Kak Bagus
Setelah bercengkerama dengan keluarga kecil kami. Kak Bagus pun mengajak kita semua istirahat. Besok Aku dan Sekar masih harus interview terakhir.
*
Pagi hari
Aku dan Sekar tidur di kamarku. Sedangkan Kak Bagus tidur di kamar Kak Na. Pagi - pagi, seperti biasa mama ke pasar. Sedangkan hidung kami mencium aroma masakan yang menyengat. Bau ikan asin, hmmm... membuat kami berdua terbangun.
"Sekar, perasaan mama ku tu ke pasar deh. Terus itu yang sudah membuat hidungku terganggu siapa sih?" tanyaku
"Paling Kak Bagus." jawab Sekar yang masih malas - malas an untuk bangun
Aku pun terkejut, ternyata Kak Bagus bisa masak. Aku pun lalu bangun dan menuju dapur.
"Selamat pagi tuan putri." sapa Kak Bagus
Dia terlihat imut sekali. Memakai celemek dan pegang sotil.
"Kak Bagus bisa masak?" tanyaku
"Perlu Kak Bagus jawab?" tanya nya
Kami berdua pun lalu tertawa. Serta menyiapkan sarapan bersama. Aku yang mengulek cabe menjadi sambel. Kakak juga membuat sayur asem - asem. Jadi seger banget, nasi anget, sama sambel, nggoreng gereh teri, dan sayur asem... hmmm (jadi lapar gue).
"Kakak sejak kapan bisa masak?" tanyaku
"Sejak kakak di Bandung. Kakak harus mandiri. Makanya kakak belajar dari internet." kata Kak Bagus
"Wah kakak hebat ini. Istri kakak pasti bahagia ya. Punya suami, cakep, ganteng, manis, pinter masak pula." kataku
"Kamu mau nggak jadi istri kakak, suatu hari nanti?" tanyanya
Seketika itu senyumku hilang. Apa coba maksudnya Kak Bagus. Orang aku masih kecil. Masih SMA, bentar lagi baru mau kuliah. Duh ... dah ngomongin nikah saja.
"Maaf Candi, bukan maksud kakak begitu. Kakak hanya bercanda kok, Sekarang ini bawa ke meja makan. Bangunin Sekar ya suruh dia mandi." kata Kak Bagus
"Hmmm..Kak Bagus, kalau kita berjodoh nanti pasti akan bersama kok." kataku dan kemudian segera meraih piring yang ada gereh nya.
Setelah semua nya siyap. Aku, Sekar, dan Kak Bagus sarapan bersama.
"Makasih ya kak, kalau enggak ada kalian. Aku pasti sarapan sendiri. Soalnya mama kan tiap pagi ke pasar. Kakak jauh, makasih ya semuanya." kataku
"Kan kita keluarga, iya kan Kak Bagus?" tanya Sekar
"I .. iya dek, ayo setelah ini kita ke UGM. Kalian kan ada wawancara penentuan negara. Apa semua berkas sudah siap?" tanya Kak Bagus.
*
Kami bertiga lalu meluncur ke UGM. Tujuan kami adalah gedung pusat. Lokasi wawancara ada di Kantor Urusan Internasional UGM. Gedung nya megah dan mewah. Kesan klasik nya sangat nampak banget. Pilar - pilar besar sebagai tiang membuat gedung ini unik.
"Maaf pak, ingin tanya Kantor Urusan Internasional dimana ya?" tanya Kak Bagus kepada satpam UGM
"Mau wawancara ya? di lantai 2, mas, naik tangga ini langsung belok kiri. Nanti sudah banyak orang di luar." kata Satpam itu.
Kami pun lalu mengikuti intruksi satpam itu. Benar saja, begitu sampai di lantai 2. Depan pintu sudah ramai dengan para pengantar.
"Ternyata teman kita lumayan banyak." kataku
"Iya, oh iya Can kamu mau ke negara mana?" tanya Sekar
__ADS_1
"Aku mana Sek, pasti juri akan menempatkan kita sesuai dengan kemampuan." kataku
"Tapi, kita bisa memilih. Nah ketika kalian memilih suatu negara. Kalian akan ditanyai tentang negara itu. Jadi kalau kalian bisa menjelaskan tentang negara tujuan. Kakak yakin kalian akan berangkat ke negara impian kalian." kata Kak Bagus
Kami pun lalu mengambil formulir kehadiran. Masing - masing peserta akan menghadapi 3 reviewer. Aku melihat yang masuk 3 orang. Tiap 1 kloter terdiri dari 3 orang.
Kini giliranku masuk bersama Sekar.
"Semangat ya adik - adik nya kakak." kata Kak Bagus
"Makasih kak" kataku
Kami lalu melangkahkan kaki. Ada senyuman dari para penguji. Aku masuk di meja 1 dan Sekar di meja 5. Ujung ketemu ujung.
"Selamat pagi, silahkan duduk." kata penguji
"Terimakasih." kataku
"Perkenalkan diri dulu, boleh?" tanya salah satu penguji
Aku kemudian memperkenalkan diri terlebih dahulu. Setelah itu, kami diminta presentasi. Ya, presentasi tanpa power point. Cukup dengan penjelasan yang gamblang dan lugas.
"Jadi, apa motivasi mu ingin student exchange ke Eropa?" tanya penguji
"Saya ingin membuat bangga mama dan kakak saya. Kakak sudah lebih dahulu berangkat ke Amerika. Selain itu, saya ingin membuat citra positif terhadap sekolah saya. Saya ingin membuktikan bahwa anak SMK Wasis juga bisa berprestasi sampai ke Eropa." kataku berapi - api
Setelah itu pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan satu - satu.
"Kenapa kamu ingin ke Swedia? kenapa tidak memilih Inggris?. Apakah Swedia memiliki kenangan untukmu" tanya seorang penguji.
Deg, jantungku langsung berdetak mencari alasan yang logis. Tapi air mata ku langsung meleleh.
"Ada cinta dan harapan di Swedia, Pak. Cinta seorang adik kepada kakak. Serta harapan seorang anak untuk berprestasi. Saya berjanji akan menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin. Saya tidak akan mengecewakan." kataku penuh dengan semangat.
Setelah itu, aku pun dipersilahkan keluar. Aku melirik pada Sekar Dia juga sudah selesai. Kami pun keluar secara bersama - sama.
"Sekar" kata ku
Kami pun lalu berpelukan di dalam ruangan. Setelah itu kami berdua melangkahkan kaki keluar.
Kakak pun langsung bangkit dari duduknya. Dia segera menghampiri kami.
"Gimana?" tanya Kak Bagus
"Lancar, tinggal tunggu besok saja." kata Sekar.
Setelah itu, kami pun diajak nonton oleh Kak Bagus. Bertepatan dengan jalan turun dari gedung pusat UGM. Aku melihat seorang lelaki yang sangat aku kenal.
"Kak Dipta" sapa ku
Orang yang namanya dipanggil langsung menoleh ke arahku.
"Candika" kata Kak Dipta
Aku pun segera menghampiri dia. Ada senyum dan rada rindu. Bagaimana tidak, Kak Diptalah yang dititipi oleh Kak Arya untuk menjagaku
"Kakak kemana saja?" tanyaku
"Maafkan kakak ya, kakak tidak ada nyali untuk bertemu kamu. Kakak nggak sanggup melihat kamu nanggis." katanya tertunduk
Aku pun lalu menjelaskan kalau semuanya sudah baik - baik saja. Akhirnya aku pun mengajak dia untuk nonton bersama. Tak lupa aku kenalkan Kak Dipta kepada Sekar dan Kak Bagus.
"Kak Bagus, boleh nggak Kak Dipta kita ajak nonton sekalian?" tanyaku
"Yaudah boleh, apapun yang membuat mu tersenyum." kata Kak Bagus
"Saya naik mobil sendiri saja." kata Kak Dipta
"Kalau sama aku gimana, Kak?" tanyaku
"Hmmm...Candika sama Kak Bagus saja. Biar Sekar sama Kak Dipta" sahut Sekar
Aku pun lalu memandang ke Kak Dipta dan Kak Bagus secara bergantian.
"Nggak usah, saya sendiri saja." kata Kak Dipta
__ADS_1
Akhirnya kami ngalah dan aku pun bersama Kak Bagus dan Sekar. Selama perjalanan dari UGM menuju Ambarukmo Plaza Kak Bagus diam saja. Bahkan Aku dan Sekar sudah menggodanya. Dia tetap tak bergeming.
Bahkan saat nonton berlangsung pun Kak Bagus memilih untuk diam. Tapi aku tidak begitu menghiraukan dia. Karena Kak Dipta selalu mengajakku untuk berkomunikasi. Bahkan apapun yang Kak Dipta tanyakan aku akan menjawab.
"Candi, ini sudah sore.. ayo kita pulang." kata Sekar
"Ah iya, Kak Dipta kami duluan ya. Jangan lupa nanti kabari aku ya." kataku
"Iya, see you" kata Kak Dipta.
Aku pun lalu bersama Kak Bagus dan Sekar. Aku merasa canggung. Kami pun diam tanpa bahasa.
"Aku melakukan kesalahan." batinku
"Kak Bagus, Sekar ... kalian marah ya denganku?" tanyaku memecah keheningan.
"Kau tahu apa kesalahan mu?" tanya Sekar
"Maafin aku Kak Bagus, aku hanya ..." kataku tertahan karena tiba - tiba Kak Bagus menghentikan mobilnya.
Dia melihat ke arahku dengan tatapan tajam. Aku pun lalu menundukan wajahku. Dia turun dari tempatnya. Serta membuka pintu penumpang. Dia menarikku keluar.
"Jangan mengatakan apapun. Maafin atas sikap kakak tadi ya." kata Kak Bagus sambil memelukku
Aku bingung banget dengan perlakuan Kak Bagus. Sungguh menyebalkan, dia melakukan itu di tepi jalan. Semua pasang mata memperhatikan kita.
"Cukup kak, ayo segera pulang." kataku
Kami pun lalu pulang dan suasananya kembali akrab.
*
Hari berikutnya ...
Saat kami masih terlelap, Kak Bagus pun membangunkan kami.
"Sekar, Candi bangun." teriaknya
Aku dan Sekar pun sontak kaget. Demikian juga dengan mama.
"Ada apa Gus?" tanya Mama
Kak Bagus pun kemudian menyerahkan kertas yang sudah dia print.
Aku dan Sekar pun kemudian membaca nya secara bersama - sama..
Yeyeyeyeyyeyeye....
"Swedia... i am coming." kataku
"Yeeey ... London, i am coming." seru Sekar
Aku dan Sekar pun lalu berpelukan. Demikian juga dengan mama. Mama memeluk kami secara bergantian.
"Kapan kalian berangkat?" tanya mama
"Sebulan lagi, Ma." kata Sekar.
"Kak Arya .. Aku akan ke Swedia. Tunggu aku di sana." kataku dalam hati.
***
Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktu nya. Jangan lupa untuk klik like, vote, dan rate ya.. jangan lupa tinggalkan jejak juga.
next :
Bagaimana petualangan Candi Di Swedia? Akan kah dia bertemu dengan seseorang dalam hidupnya?
jangan lupa beri masukan ya..
terimaaksih
With love
Citralekha
__ADS_1