
***Sebelum membaca, jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya.***
Happy reading
.
.
"Jangan ngaco kamu tu sendirian dari tadi. Ayo segera masuk." ajak Max
Aku masih berusaha mencari keberadaan Arland. Tapi tidak ketemu.
"Aneh, tadi jelas - jelas aku sama Arland." kataku
"Arland siapa sih? Ayo masuk ke istana ini." ajak Max sembari menarik tanganku
Aku pun menuju istana itu bersama Max. Aku merasakan keanehan, Arland tiba datang tiba pergi. Tapi aku yakin, dia nyata kok. Bukan ilusi, aku lalu mencari cp dia di hape ku. Aku menemukan cp dia.
"Candi jangan mainan hape terus. Ayo kerjakan tugas kita. Mau pilih teman yang mana?" tanya Max
Aku pun lalu me nyimpan kembali hp ku. Aku kemudian fokus pada tugas sekolah ku kali ini. Aku dan tim masih mengamati setiap detil dari istana ini. Hingga kami keluar menuju gedung 1 nya. Penghubung antar gedung ialah jembatan. Aku jadi ingat akan kata Kak Arya. Jembatan penghubung 2 bangunan istana ini dinamakan jembatan cinta.
"Gimana kalau jembatan hubung ini saja. Aku punya banyak inspirasi ni." kataku
"Apa?" tanya yang lainnya
"Jembatan hubung, yang bisa menghubungkan diplomasi antar negara. Menghubungkan sebuah persahabatan, keluarga, cinta, dan apapun itu. Jika tidak ada penghubung maka kita akan terisolasi. Sehingga me jadi negara atau orang yang tidak memiliki sahabat. Dengan adanya sahabat hidup kita akan menjadi berwarna." kataku
Yang lainnya pun kemudian muncul ide dengan kata hubung (Jembatan sebagai penghubung). Kata itu akan menjadi kata yang sangat luas dalam makna hubungan diplomatik, pendidikan, ekonomi. Apapun itu, semuanya akan terhubung 1 sama lain jika ada yang menghubungkan.
"Bagus sekali, jadi kita sepakat ya dengan jembatan penghubung ini?" tanya Max
"Sepakat" kata kami kompak.
Kami kemudian duduk di sebuah pohon rindang tepi jembatan. Kami membuat rencana aksi apa yang bisa di lakukan dengan kata hubungan. Inspirasi apa yang bisa kita ambil. Serta kita bisa belajar ala dengan kata hubungan.
Banyak mimpi yang kita curahkan dalam selembar kertas itu. Tapi kita membuatnya dalam bentuk gambar. Ada 2 buah pohon yang letak nya tidak jauh. Sebuah pohon ada di tengah sungai dan sebuah pohon ada di pinggir sungai. Pohon yang ditengah sungai ada 4 anak yang sedang terjebak. Mereka ingin bebas tapi sayang nya mereka tidak bisa berenang. Sehingga dibutuhkan sebuah jembatan kayu yang melintasi 2 pohon.
"Sempurna... mantap ini konsep kita." kata Max
"Ayo sekarang kita jelajahi istana ini, Candika ayo kita pergi bareng." ajak Louis
Louis adalah salah satu di tim ku. Dia berasal dari perancis. Ya negara yang terkenal dengan barang - barang branded dunia. Serta ada menara Eifel yang terkenal. Serta negara yang paling romantis itu.
Kami pun lalu menjelajahi setiap sudut dari Stockholm Palace. Gaya klasik pada bangunan ini sangat nampak. Hingga membuat semua orang betah di sini. Apalagi sampai bisa menikah di halaman ini. Pasti akan menyenangkan.
"Candi ... kita foto bersama yuk" ajak Max
"Iya, kita akan jadi teman selamanya." kata Louis.
Setelah puas dengan foto - foto. Kami lalu menuju titik kumpul pertama. Ya di sebuah pohon besar yang terletak di sisi kiri sebelum gerbang utama istana. Disana sudah ada banyak temen yang mulai berdatangan. Kami diajarkan untuk tepat waktu. Sehingga begitu sudah ditentukan maka kita ya harus segera menuju meeting point.
*
Malam hari nya aku merasa capek banget. Sehingga alami memutuskan untuk istirahat. Aku tidur terlalu cepat. Sampai Arland telepon aku pun tidak tahu. Selain Arland juga orang tua ku di Swedia terus menelpon.
__ADS_1
Aku pun bangun di pukul 22.00 waktu Swedia. aku melihat banyak panggilan telepon. Tentu orang pertama yang akan aku telepon balik adalah Arland.
đđđ
"Ya Kak Arland, maaf tadi aku ketiduran." kataku
"Maaf ya kakak sudah ganggu waktu candi." katanya
"Enggak kok kak, santai saja. Oh iya ada apa kak?" tanyaku
"Aku ingin mengajak kamu ke sebuah tempat saat libur." kata Arland
"Kemana?" tanyaku
Dia pun tidak mau menjawab pertanyaanku. Katanya ingin memberikanku kejutan. Hmmm.. aku yakin kalau Arland ini Kak Arya. Soalnya wajah sangat mirip. Sehingga aku mengiyakan. Tapi sebelum itu, aku memberitahu ke Kak Dipta. Aku tidak ingin hilang atau kenapa - napa di Swedia. Sehingga aku butuh memberitahu keluargaku.
*
Hari ini adalah hari minggu. Hari bebas bagi para pelajar. Aku poun sudah janjian dengan Kak Arland. Dengan gagah dia menjemputku dengan menggunakan mobil Roll Royce. Tentu saja hal itu menjadi pusat perhatian seluruh penghuni flat.
"Wow Roll Royce ... siapakah putri yang dijemput oleh pangeran ganteng ini" bisik - bisik para penghuni flat.
Kak Arland pun keluar dari mobilnya. Dengan gagah dan tampan dia berjalan perlahan. Aku hanya tersenyum saja melihat pemandangan itu. Dia pun lalu menghampiri ku.
"Hai princess, ready to holiday?" tanyanya
"Hai kak, ayo." kataku
Aku pun kemudian menundukan kepalaku. Aku sadar saat ini semua pasang mata sedang melihat ke arah kami. Dengan sigap dan manis, Kak Arland pun membukakan pintu mobil untukku. Manis sekali, sama seperti perlakuan Kak Arya.
Sebenarnya aku takut pergi dengan lelaki yang baru aku kenal. Tapi aku yakin kalau ada sesuatu yang istimewa. Sifat dan wajahnya sangat mirip dengan Kak Aryaku.
"Kita mau kemana kak? Kakak tidak mau menculikku, kan?" tanyaku
Dia pun lalu tertawa karena melihatku seperti itu. Reflek tangan Kak Arland memegang kepalaku. Ya sentuhan itu sama seperti sentuhan Kak Arya. Aku pun lalu menepis dan memandang mata nya.
"Katakan pada ku, kamu siapa?" tanyaku
"Aku Arland... siapa?" tanyanya sok bingung.
"Kau mengingatkanku pada seseorang." kataku
"Siapa? apa kekasihmu?" tanya Kak Arland.
Aku pun hanya diam dan kemudian mengalihkan pembicaraan.
"Kita mau kemana kak?" tanyaku
"Kita akan ke sebuah pulau yang sangat indah dan cantik." katanya
Satu jam kemudian, kami sampai di tempat yang dituju. Aku pun membaca pada pintu gerbang. Lokasi itu bernama DjurgĂ„rden, yang jika diartikan dalam bahasa Inggris adalah âThe Game Parkâ.
âThe Game Parkâ, di pulau ini terdapat berbagai gedung bersejarah, monumen, museum, dan galeri." kata Kak Arland
Aku memang pernah mendengarnya tentwng keindahan pulau ini. Datang ke pulau ini merupakan salah satu mimpiku.
__ADS_1
"Pertama kita akan mengunjungi Nordiska musset" kata Kak Arland
"Tempat macam apa itu?" tanyaku
Setahu ku musset adalah museum. Jadi kita akan mengunjungi museum.
"Nordiska Museet, atau Nordic Museum adalah museum nasional, Nordiska Museet menampilkan berbagai pameran mengenai sejarah sosial dan kebudayaan Swedia, dari periode awal modern (sekitar tahun 1520) yang menampilkan informasi mengenai orang asli Swedia, Swedish folk art, tradisi perayaan, hingga periode kontemporer seperti perkembangan desain produk. Pameran-pameran tersebut dilengkapi dengan boneka manusia yang sangat realis, dan juga teknologi interaktif untuk menyampaikan informasi, seperti film dan audio guide. Kebanggaan alam Swedia pun dapat kita alami dengan sebuah virtual reality installation yang terdapat dalam pameran âNordic Lightâ." kata Kak Arland
Aku hanya kagum saja pada nya. Dia layaknya seorang guide. Ya guide yang tampan. Kami pun masuk ke dalam museum ini.
"Nanti kalau aku S2 mau ah kuliah di Swedia." kataku
"Kamu mau kuliah di Swedia?" tanyanya
"Ya, itu pun kalau aku dapat beasiswa nya." kataku
"Kamu pasti bisa, oh iya ayo kita menuju Skansen." kata Kak Arland
"Skansen? open air museum pertama di dunia?" tanyaku
Dia hanya menganggukan kepala. Ya ampun semua tempat yang akan kami kunjungi. Tempat itu merupakan impianku setelah mengenal Swedia. Sekarang ini benar- benar nyata. Tak berapa lama kami sampai di Skansen.
"Wooow luar biasa... ini keren banget, Kak." kataku
"Open air museum pertama di dunia yang didirikan pada tahun 1891. Mungkin istilah âopen air museumâ kurang familiar untuk kita yang tinggal di Asia. Sesuai dengan arti namanya, Skansen tidak berupa gedung museum, tetapi area besar yang dapat kita jelajahi dengan berjalan kaki. Di dalamnya pengunjung diajak menjelajahi kembali 500 tahun sejarah Swedia melalui 150 gedung tua, dari rumah penduduk, gereja, kincir angin, hingga toko roti yang menjual roti khas Swedia yang baru dipanggang, serta workshops keramik dan gelas yang memungkinkan pengunjung dapat melihat proses pengerjaannya." kata Kak Arland
Setelah puas mengunjungi open air museum. Dia mengajakku ke sebuah tempat. Tempat yang penuh dengan pernak pernik musik pada era 70 an.
Musik pop era 1970-an, ABBA Museum terletak kira-kira 10 menit berjalan kaki dari Skansen. Museum ini tidak hanya menampilkan kostum para personil ABBA, gold records, dan memorabilia, tetapi juga mengajak pengunjung menjadi âpersonil ke-5 ABBAâ.
Selain dapat mengenakan kostum khas ABBA, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman menyanyi di Polar Studio, tempat merekam lagu-lagu ABBA, hingga âtampil di panggungâ bersama dengan hologram personil ABBA.
***
Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktu nya. Jangan lupa untuk klik like, vote, dan rate ya.. jangan lupa tinggalkan jejak juga.
next :
Tempat mana lagi yang akan Candi dan Arland kunjungi?
jangan lupa beri masukan ya..
terimaaksih
With love
Citralekha
*
Mobil Roll Royce
Pemandangan Djurgarden
__ADS_1