
***Sebelum membaca, jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya.***
Happy reading
.
.
*
Aku segera meraih kertas itu. Aku tidak menyangka hasilnya akan sangat baik.
"Selamat ya, dik. Sekarang kita ke bukit bintang yuk." kata Kak Bagus
Aku dan Sekar hanya menganggukan kepala. Dalam hatiku selalu mengucapkan rasa syukur. Gak kusangka bahwa nilai ku bisa masuk kriteria dari persyaratan beasiswa exchange.
Kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Bukit Bintang. Bukit ini ada di Piyungan. Tepatnya di pegunungan selatan Yogya. Dinamakan bukit bintang karena kita bisa memandang kota yogya. Gemerlap lampu malam menerangi malam Yogya. Sehingga itulah disebut dengan bukit bintang.
"Mau jagung bakar, kak" rengek Sekar
"Candi mau?" tanya Kak Bagus
"Candi pasti mau, ya kan Cand?" sela Sekar sudah tidak sabar ingin makan jagung bakar.
Akhirnya kami duduk di tikar di pinggir jalan. Banyak pasangan muda dan mudi yang menikmati malam romantis ini. Tapi malam ini, ada yang aneh. Hatiku selalu mencari dimana keberadaan Kak Arya. Sudah 1 bulan lebih, dia tidak kasih kabar. Sudah 1 bulan lebih juga dia tidak kembali ke Indonesia.
"Cand... Candiiiii" teriak Sekar yang membuat semua mata melihat ke arah kami.
Kak Bagus pun kemudian minta maaf ke semuanya. Serta memarahi Sekar.
"Sekar kamu tu ya, seperti di hutan saja." kata Kak Bagus.
"Habis Candi tu dari tadi Sekar ajak omong malah ngalamun. Kamu lagi mikirin apa sih? nilai mu sudah diatas rata - rata. Trus masih mikirin apa lagi? kamu kangen sama Kak Krishna?" tanya Sekar yang terus menerocos
"Sekar ... kalau nanya tu satu - satu napa. Kasian Candi. Can, coba kasih tahu kakak. Apa yang kamu pikirkan?" tanya Kak Bagus.
"Iya benar kata Sekar, aku kangen kakak. Sudah sebulan dia tak ada kabar." kataku
Kak Bagus pun kemudian memberikan saran untuk telpon Kak Krishna. Tapi bukan Kak Krishna yang aku rindukan. Kalau Kak Na mah hampir tiap hari dia video call. Serta menceritakan keadaan Amerika. Menceritakan tentang studi nya. Hampir semuanya dia ceritakan. Kecuali satu, urusan hati. Dia tidak mau berbagi denganku atau mama.
Setelah menikmati jagung dan puas memandang bintang. Kami lalu memutuskan untuk turun. Tapi sebelum mengantarkanku pulang. Terlebih dahulu kita mampir makan malam. Serta membawakan oleh - oleh untuk mamaku.
Ini adalah kali pertama Sekar dan Kak Bagus berkunjung ke rumahku. Mereka berdua pun kemudian menyampaikan salam kepada mama. Hanya di teras rumah saja. Soalnya mereka tidak mau masuk. Karena sudah malam.
"Maaf ya tante, soalnya sudah malam. Maafkan Bagus, karena sudah mengajak Candi keluar." kata Kak Bagus
"Ngak papa Nak Bagus. Tante malah mengucapkan terimakasih. Sudah mau nganterin Candi mengambil dokumen Bahasa Inggris." kata Mama
Setelah berpamitan, mereka hendak melangkah pulang. Tapi Sekar menoleh ke ruang utama. Yang mana dalam ruang utama terdapat sebuah bingkai foto.
"Itu foto siapa?" tanya Sekar
Aku lalu mengajak mereka masuk rumah sebentar. Aku memperkenalkan lelaki yang ada di foto itu.
"Itu Kak Krishna, kakakku." kataku
"Kak Krishna?" tanya Sekar
__ADS_1
"Iya, itu Kak Krishna, kenapa Sek?" tanyaku
"Ngak papa... Kak Bagus, ayo kita pulang." kata Sekar
Setelah melihat foto itu, Sekar dan Kak Bagus pulang.
*
Sekar POV
Aku masih memastikan foto dalam bingkai keluarga Candi. Itu tidak mungkin kan lelaki yang menolongku saat di Qatar. Aku harus memastikan dulu.
"Candi, itu bingkai foto keluargamu?" tanyaku
"Iya, ayo masuk ... kamu pasti tak percaya kalau Kak Krishna sekarang ganteng banget lho." goda Candi
Aku pun lalu masuk ke dalam rumah Candi. Aku harus memastikan kalau lelaki orang yang ku cari atau bukan.
Aku tak percaya setelah aku melihat foto itu. Kak Krishna ternyata lelaki yang telah menyelamatkanku waktu itu.
*
Flash Back saat di Bandara Qatar
Aku pun buru - buru turun dari pesawat. Aku menuju ruang transit sekarang. Karena aku terburu - buru ke toilet. Aku lalu meletakan koperku begitu saja. Aku langsung masuk ke toilet.
15 menit kemudian ... aku kembali. Aku tidak menemukan koperku. Aku mencari ke sana kemari tak ada juga. Akhirnya aku menuju keamanan bandara. Aku berharap dapat melacak keberadaan koperku pada kamera cctv. Setelah aku melihatnya, ternyata tas ku di selamatkan oleh petugas bandara. Aku langsung ke counter barang.
Terjadi perdebatan antara aku dan petugas bandara. Mereka menanyakan tentang isi dalam koperku. Sebagai bahan untuk konfirmasi. Sebenarnya itu sesuai prosedur. Tapi aku tidak sabaran. Sehingga aku tidak mengizinkan orang lain mengeluarkan isi koperku.
"Betul nona, tapi sebagai bentuk konfirmasi dan tidak asal memberikan barang itu. Maka kami akan membuka koper anda." kata petugas itu
"Tidak... tidak akan saya biarkan anda membuka isi koperku. Terdapat barang pribadi." kataku bersikekeh.
Akhirnya mereka berdebat. Akhirnya aku pun tak mau ngalah. Akhirnya datanglah seorang lelaki.
"Saya tadi yang menyerahkan koper ini kemari. Saya tahu caranya tanpa harus membongkar koper nona ini. Minta nina ini untuk membuka koper. Karena koper ini hanya bisa terbuka oleh sang pemilik." kata lelaki itu.
Aku pun menoleh kepada lelaki itu. Lelaki yang sangat cool, tampan, dan bijaksana itu. Mataku tak berkedip ketika memandangnya.
"Astaga, lelaki ini. Matanya sangat indah. Bibirnya sangat indah." rancauku dalam hati.
"Nona,. hey... apa kamu dengar perkataan saya?" tanya lelaki itu sambil mengguncangkan bahuku
Aku pun sadar dari lamunanku.
"Ba..Ba Baik, mas. Saya akan membukanya." kataku masih gugup
Aku lalu menekan kode pada koperku. Tak berapa lama koper itu kunci nya terbuka.
"Tuan... nona ini sudah berhasil membuka kunci nya. Sehingga benar, koper ini milik nona cantik ini." kata lelaki itu.
Tak berapa lama, koperku diberikan padaku. Tak lupa, aku mengucapkan terimakasih pada lelaki itu.
"Makasih tu ..." belum sempat aku mengucapkan terimakasih itu. Dia sudah berada di gate penerbangan.
"Siapa lelaki itu tadi, Tuhan. Aku rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama." kataku
__ADS_1
Setelah itu, aku hanya bisa menatap punggungnya. Dia bersama rekan - rekannya kemudian masuk gate keberangkatan. Demikian juga denganku. Gate ku telah di buka.
"Tuhan, jika memang dia jodohku. Pertemukanku dengan orang tadi." kataku dalam hati.
* Flash Back off
Aku tak menyangka bahwa lelaki yang menolongku adalah Kak Krishna. Kakaknya sahabat baikku. Aku bingung, apakah aku haru jujur pada Candi atau bagaimana?
*
"Sekar ... Sekar. . kamu kenapa?" tanyaku
"Tidak Cand, kakakmuternyata sudah besar ya." kata Sekar.
Aku bingung dengan perkataan Sekar. Sepertinya ada yang ganjil dengan sikap Sekar.
"Candi ... Aku pamit dulu ya ... Kak Bagus, ayo kita pulang." kata Sekar.
"Baiklah Sekar. Kak Bagus hati - hati ya." kataku
Sekar dan Kak Bagus pun kemudian pulang.
*
Hari ini aku sibuk sekali menyiapkan berkas. Aku akan memenuhi persyaratannya. Aku mengambil sebuah beasiswa pertukaran pelajar ke Eropa. Aku tidak jadi memilih Amerika. Aku berharap di Eropa akan bertemu dengan Kak Arya.
"Kakak" kataku dalam telepon.
"Ada apa sayang?" tanya Kak Krishna.
"Adik akan mempersiapkan berkas. Adik akan ambil ke Eropa, kak." kataku
"Baiklah, jika itu memang keinginan mu. Kakak hanya bisa berdoa semoga kamu berhasil." kata Kak Krishna.
Setelah telepon Kakak. Aku kembali menyiapkan berkas yang selesai
ring
bunyi pesan dalam BBM ku
Aku lalu membuka pesan itu. Mataku terbelalak ketika melihat foto yang dikirim. HP ku pun terjatuh, air mata ku luruh.
***
Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktu nya. Jangan lupa untuk klik like, vote, dan rate ya.. jangan lupa tinggalkan jejak juga.
next :
Foto apa yang membuat Candi menangis?
jangan lupa beri masukan ya..
terimaaksih
With love
Citralekha
__ADS_1