
***Sebelum membaca, jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya.***
Happy reading
.
.
Musik pop era 1970-an, ABBA Museum terletak kira-kira 10 menit berjalan kaki dari Skansen. Museum ini tidak hanya menampilkan kostum para personil ABBA, gold records, dan memorabilia, tetapi juga mengajak pengunjung menjadi “personil ke-5 ABBA”.
Selain dapat mengenakan kostum khas ABBA, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman menyanyi di Polar Studio, tempat merekam lagu-lagu ABBA, hingga “tampil di panggung” bersama dengan hologram personil ABBA.
"Gimana apa sudah puas di Polar Museum?" tanya Kak Arland
"Sudah kak, ayo kita ke destinasi selanjutnya." kataku
Kami pun lalu keluar gedung. Ada rasa tenang dan nyaman. Rasa yang seperti pernah aku rasakan ketika bersama Kak Arya.
"Kenapa memandangku seperti itu? Ntar suka gimana" tanya Kak Arland
"Hehehehe... enggak, ngak papa... Kak, aku mau ice cream dong." kataku mengalihkan pembicaraan.
"Oke nona, ayo kita ke sana." katanya
Kami pun berjalan ke tempat dimana stand ice cream itu.
"Mau rasa apa?" tanya Kak Arland.
"Rasa cinta yang tak pernah hilang." kataku
Kami pun lalu tersenyum bersama. Tapi tiba - tiba pandanganku tertuju pada sebuah tempat.
"Tempat itu" kataku
"Vasa Musset, Kapal bangsa Viking." sahutnya cepat.
"Apakah kita akan ke sana, kak?" tanyaku
"Dengan senang hati, tuan putri." katanya
Kami pun lalu menuju Vasa Musset. Salah satu lokasi paling populer di Swedia. Vasa Museum dikunjungi oleh satu juta pengunjung setiap tahun, dan diketahui telah dikunjungi oleh lebih dari 25 juta orang sejak pembukaannya.
Museum maritim sebagian besar didedikasikan untuk miliknya yang paling berharga. Simbol nasional yang mewakili Periode Kekuatan Besar Swedia; kapal Vasa. Kapal perang Swedia abad ke-17 dibangun atas perintah Raja Swedia Gustavus Adolphus, dan tenggelam dalam pelayaran perdananya pada tahun 1628.
"Vasa Musset ini disebut sebagai dark tourism atau black tourism." Kata Kak Arland
"Wisatawan gelap? maksudnya?" tanyaku tak mengerti.
"Dark tourism bisa diartikan sebagai aktivitas pariwisata ke tempat-tempat bersejarah yang terkait dengan kematian atau tragedi." kata Kak Arland
"Kapal ini ... Apakah kapal yang menewaskan banyak orang?" tanyaku
Dia hanya menganggukan kepala dan mengajakku masuk ke dalam museum.
"Kak, bagaimana sejarah nya tentang kapal bangsa Viking ini? Kakak tahu nggak?" tanyaku
Dia pun lalu berjalan menuju icon utama. Bangkai kapal Viking.
"Kapal Vasa pertama kali diluncurkan pada 1627. Kapal berukuran panjang 69 meter dengan tinggi 50 meter, dan berat 1.200 ton, dan dilengkapi 10 layar, 64 meriam, dan 120 ton pemberat." jelas Kak Arland.
Aku pun lalu membaca ke bagian deskripsi. Penyebab kapal ini karam. Ternyata kapal ini karam bukan karena serangan musuh. Bukan karena tembakan peluru. Atau tembakan dari meriam musuh.
"Kapal ini karam karena hal sepele banget, kak." kataku
"Sepele gimana?" tanyaku
"Itu dijelaskan, Kapal ini karam karena hembusan angin. Kenapa bisa terjadi seperti itu, Kak?" tanyaku
Aku masih penasaran dan belum mengerti. Alasan kapal ini karam. Dalam deskripsi di jelaskan bahkan Kapal Viking tersebut karam karena hembusan angin. Bukankah itu sangat aneh?
__ADS_1
"Karam terkena hembusan angin karena bentuknya yang tidak proporsional untuk ukuran kapal perang." kata Kak Arland
"Kalau tidak proposional kenapa dibuat, kak?" tanyaku
Rasa penasaran semakin tinggi. Karena sangat mustahil.
"Bentuknya yang tidak proporsional ini sebenarnya sudah menjadi perhatian Angkatan Laut Swedia, namun atas perintah raja untuk berlayar, laksamana Muda Klas Fleming akhirnya memerintahkan kapten kapal untuk membawa kapal ini berlayar." kata Kak Arland
Jelas sekali, hal itu sangat tidak masuk akal. Jika sudah tahu tidak proposional kenapa dipaksakan untuk berlayar.
"Kak Arland, berapa jarak tempuh kapal ini sebelum karam?" tanyaku
"Jarak 1.300 meter dalam pelayarannya pada 10 Agustus 1628. Tiupan angin membuat kapal ini miring ke kiri. Sehingga dalam hitungan menit karena lubang senjata terbuka, air dapat masuk begitu saja. Vasa yang megah itu karam di kedalaman 32 meter di bawah permukaan laut." kata Kak Arland
"Kapal Vasa dibuat dari material pohon Oak, dan pembuatannya memakan waktu hingga 2,5 tahun. Setelah karam pada 1628, kapal perang ini baru diangkat setelah 333 tahun dalam kondisi masih utuh di beberapa bagiannya, kak. Luar biasa ya?" kataku
Kak Arland hanya tersenyum tat kala aku menjelaskan tentang materialnya.
"Kamu tahu dari mana?" tanya nya
"Ini" kataku sambil menunjukan deskripsi pada leaflet yang aku bawa.
Kami pun lalu tertawa bersama.
"Oh iya berapa harga tiket masuk museum ini, Kak?" tanyaku
"Museum Vasa sendiri dibuka dengan harga tiket masuk 130 Krona atau sekitar Rp200 ribu untuk dewasa dan 110 Krona atau sekitar Rp178 ribu untuk pelajar. Namun pengunjung di rentang usia 0-18 tahun dapat masuk secara gratis." kata Kak Arland
"Aku tadi gratis dunk?" tanyaku
Aku pikir bahwa aku bisa gratis. Tapi ternyata tidak, karena Kak Arland tidak meminta kartu pelajarku. Ya, bagi dia uang tiket segitu sangat murah. Sehingga tidak perlu ada potongan.
*
📞📞📞
"Kak bentar ya, adik mau angkat telepon Sekar dulu." kataku
"Kakak beli minum dulu ya." kata Kak Arland
Aku pun lalu mengangkat telepon Sekar. Sudah beberapa hari ini aku tidak mendengar kabar dari Sekar.
"Sekaar apa kabar, aku merindukanmu." kataku
"Candika ... aku baik. Aku di London baik - baik saja. Kamu di Swedia gimana?" tanya Sekar.
Aku pun lalu mengganti mode telepon menjadi video call. Makhluk hape kami adalah hape terbaru pada masa nya yang bisa 4g. Sehingga dapat melakukan panggilan telepon dengan vcall.
"Kamu lagi dimana Cand?" tanya Sekar
"Coba tebak." kataku
Aku pun kemudian mengarahkan teleponku pada sekeliling. Aku menampilkan beberapa bagian Vasa Musset. Tak lama kemudian, Sekar berteriak histeris.
"Candika... itu kan Vasa Musset?" tanya Sekar
"Iyaaa... ini Vasa Musset. Tahu nggak aku ke sini sama siapa?" tanyaku
"Dania dan Gisel kan, siapa lagi coba." kata Sekar.
Aku pun menggelengkan kepala. Pandanganku kemudian tertuju pada Kak Arland. Aku pun lalu mengarahkan kamera depan.
"Hah, dia ... dia ?" tanya Sekar tak percaya
"Namanya Kak Arland. Aku kira kalau dia adalah Kak Arya. Tapi bukan." kataku
"Oke Candi, jadi kamu sekarang di pulau Djurgarden?" tanya Sekar.
__ADS_1
"Sampai kapan kamu di situ?" tanya Sekar
"Seharian." kataku
Setelah itu teleponnya langsung dimatikan. Kak Arland pun kembali. Dia membawa dua botol teh botol.
"Sekar itu siapa?" tanya Kak Arland
"Temanku yang sudah seperti saudaraku." kataku
"Oke, ayo diminum dulu terus kita lanjutin perjalanan lagi." kata Kak Arland.
Aku pun lalu meminum teh botol. Jujur saja aku memang sangat haus. Selain itu aku juga lapar.
"Kakak, adik lapar lho. Tapi aku mau makan, makanan ringan" kataku
Kak Arland pun lalu mengajakku ke sebuah cafe.
"Di sini ada menu favorit kakak." katanya
"Apa?" tanyaku
"Isterband" kata Kak Arya
Mendengar nama nya aku pun penasaran. Soalnya, Kak Arya enggak pernah ngasih tahu.
"Makanan apa itu, kak?" tanyaku
"Makanan ini berbahan dasar daging sosis yang memiliki rasa sedikit asam. Bahan dasar daging sosis ini berasal dari bagian Selatan Negara Swedia. Tetapi banyak juga yang menjual daging sosis ini diberbagai Supermarket yang ada di Swedia. Makanan ini biasanya disajikan dengan kentang yang sudah direbus terlebih dahulu, acar bit, dan disertai dengan mustard manis dan pedas." jelas Kak Arland
Dia pun lalu memesan 2 buah Isterband. Jelas saja aku suka, karena sosis adalah makanan kesukaanku. Setelah puas makan. Kami pun hendak melanjutkan perjalanan.
"Kita kemana kak sekarang?" tanyaku
"Ke taman hiburan terbesar di Djurgarden." kata Kak Arland
"Apa itu?" tanyaku
"Gröna Lund" kata Kak Arya
Kami pun sepakat untuk ke sana. Setelah beberapa saat. Kami sampai ke lokasi tujuan.
"Ini taman hiburan terbesar yang pernah aku lihat, Kak." kataku
"Ayo kita masuk." ajaknya
Tapi pada saat hendak masuk ke wahana utama. Seseorang menyenggolku.
"Awww" kataku
"Mas, hati - hati dunk." kata Kak Arland.
Lelaki itu kemudian berbalik badan. Ternyata lelaki itu adalah lelaki yang aku kenal.
"Hai...kakaaak" kataku
***
Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktu nya. Jangan lupa untuk klik like, vote, dan rate ya.. jangan lupa tinggalkan jejak juga.
next :
Siapa lelaki itu?
jangan lupa beri masukan ya..
terimaaksih
__ADS_1
With love
Citralekha