
***Sebelum membaca, jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya.***
Happy reading
.
.
"Selama kakak pergi, kamu akan sama Dipta." kata Kak Arya
Ini aneh bukan? waktu Kak Krishna ke Amerika. Dia menitipkanku pada Kak Arya. Sekarang Kak Arya hendak ke Swedia. Dia menitipkanku pada Kak Dipta. Emang mereka pikir aku ini barang apa yang dengan mudah dititipkan.
* (Satu bulan kemudian).
Aku sudah menyelesaikan kursus Bahasa Inggrisku. Aku berharap aku tidak mengecewakan orang tersayangku. Mama, Kak Krishna, dan Kak Arya.
Oh iya, selama Kak Arya ada di Swedia. Dia tidak pernah menghubungiku. Sekali saat dia memberitahu kalau dia sudah sampai Swedia. Setelah itu, aku mencoba kirim BBM. Tidak ada jawaban, bahkan vcall pun tidak pernah di angkat. Kakak mungkin mengganti nomor HP nya. Karena nomor lama tidak bisa dihubungi.
BBM dengan Kak Krishna
^Kak, nomor HP Kak Arya kok nggak bisa dihubungi ya. Apa dia sedang ada masalah?^ tanyaku
^Kan dia lagi sama ortu. Enggak enak pasti kalau menghubungi adek.^ kata Kakak
^Bukannya dia sudah menganggap aku adiknya. Seharusnya kan dia cerita ke ortunya.^ kataku lagi
^Mungkin dia lagi sibuk. Orang tua nya tu besar besar, dik. Jadi mungkin dia ikut membantu ortunya mengurus tentang diplomasi.^ kata Kak Krishna
*
Ayu Sekar hari ini datang ke sekolahku sama Kak Bagus Sajiwo. Kak Bagus kebetulan sedang libur semester. Jadi dia ada waktu selama 3 bulan di Klaten. Kedatangan Sekar dan Kak Bagus sedikit membuat aku terhibur.
^Can, kami tunggu di depan gerbang sekolah mu ya^ kata Sekar
^Oke, sebentar lagi aku keluar^ kataku
Aku pun segera beres - beres buku sekolah. Sebenarnya aku tidak enak. Pasti besok akan menjadi gosip. Terutama jika teman - teman tahu. Tiba - tiba Aku mendengar keributan dari luar kelasku.
"Ada apa Den?" tanyaku pada Deny
"Ada cowok ganteng banget, kayak artis." kata Deni
Aku pun berpikir, mana ada artis datang ke sekolahku. Tapi Rio tiba - tiba masuk ke kelas.
"Candi, cowok ganteng ma cewek cantik itu nyari kamu." kata Rio
"Hah yang bener?" tanyaku
Aku pun langsung berlari keluar kelas. Tapi telah banyak kerumunan. Banyak cewek - cewek (eh memang hampir 95% cewek ding murid sekolahku).
Pak Erwin pun segera mendekatiku
"Kamu nggak ikut antri minta tanda tangan artis?" tanya Pak Erwin
"Artis siapa sih yang nyasar ke sekolah kita?" tanyaku
"Ayu Sekar ... artis film ftv itu lho. Cantik dan seksi banget" kata Pak Erwin
Sontak mataku seperti mau copot. Seperti yang ada di kartun Tom and Jerry gitu. Matanya keluar dengan lucu, hahaha. Aku baru tahu kalau Ayu Sekar tu artis ftv.
"Masa Sekar artis sih?" tanyaku
"Iya betul, dia cantik banget. Aku pun mau foto sama dia." kata Rio
__ADS_1
Aku jadi merasa bersalah. Lagian, Ayu juga ngapain pake masuk ke sekolahku. Haduuh ... besok pasti aku diserang nitizen sekolahku.😢😢😢
"Kak Baguuus, Ayuuuuu" teriakku
Semua orang lalu menoleh ke arahku.
"Kalau mau minta tandatangan ngantri lah. Jangan mentang - mentang punya kakak di Luar Negeri. Trus mau minta diprioritaskan." kata Mbak Anggi
Mbak Anggi adalah senior yang terkenal sangat judes.
"Apaan sih mbak, orang mereka mau jemput aku. Kak Bagus, Sekar ayo udah mau telat ni." kataku sok - sok an terlambat.
Tapi nampaknya mereka berdua paham. Mereka lalu menyelesaikan tandatangan ke beberapa anak. Setelah selesai pun mereka masih berusaha foto.
"Ya ampun jadi artis tu capek ya ternyata. Tapi kok aku nggak tahu ya kalau Sekar itu artis." kataku
"Duh Cand, bangun... Kamu tu yakin kalau itu temanmu?" tanya Deni
Dia nampak meragukan dengan pertemananku. Betapa sebalnya aku,. Mereka tidak percaya bahwa Sekar dan Kak Bagus itu datang buat jemput aku. Akhirnya setelah selesai, mereka berdua ke arahku.
"Candi, maafkan Kak Bagus. Tadi kakak sudah melarang Sekar turun. Tapi ... kamu tahu Sekar kaya gimana. Mau buat kejutan katanya." kata Kak Bagus
"Jangan manyun gitu lah Cand. Kamu kan temanku yang paling ketje. Maafin yaaa ..." kata Sekar seraya memelukku
Melihat perlakuan Sekar dan Kak Bagus. Teman - teman ku langsung mendekat. Mereka minta foto bersama yang ada aku nya. Demikian juga dengan para guru ku. Mereka seneng banget, ada artis ibu kota yang datang ke sekolahku.
"Candi .. jangan marah ya. Nanti aku traktir apapun deh. Janji ..." kata Sekar
"Bener?" tanyaku mengkonfirmasi.
Setelah deal, kami pun langsung menuju mobil. Ternyata di luar, mobil Sekar dan Kak Bagus dijadikan spot foto.
"Haduh anak - anak alay." kataku lirih
"Hoi kalau Sekar dan Candi duduk di belakang. Masa kakak jadi sopir kalian sih?" kata Kak Bagus.
"Lha kan memang sopir kita, kan?" kataku sambil tertawa.
"Mana ada sopir yang ganteng dan kece seperti Kak Bagus, sih?" kata Kak Bagus.
"Ada ... lha kan kakak buktinya." kata kami berdua kompak.
Setelah berdebat tentang driver. Akhirnya kami ngalah. Aku pindah di kursi depan. Sedangkan Sekar berada di kursi tengah.
"Aku layaknya seorang putri... hahahaha" kata Sekar
"Ya kau memang seorang putri, adikku." kata Kak Bagus menimpali.
*
1 jam kemudian
Setelah kami makan siang di sebuah restoran di yogya. Kami melanjutkan perjalanan menuju tempat kursusku. Hari ini aku akan mengambil hasil ujiannya. Aku was - was dan takut hasilnya tidak sesuai keinginanku.
"Kamu kenapa cemas gitu, Can?" tanya Kak Bagus
"Aku takut Kak, takut hasilnya jelek." kataku sambil tertunduk.
Kak Bagus pun secara reflek dia mengelus rambutku.
"Kamu kan adiknya Krishna. Harus yakin dan percaya. Kamu pasti bisa kok." kata Kak Bagus.
Aku pun kaget, karena Kak Bagus tiba - tiba seperti itu.
__ADS_1
"Ehem ... ehem ... Seperti nonton film ftv ya" kata Sekar.
"Bukannya kamu artis nya, Sek?" tanyaku
"Ya, itu di dunia maya. Kalau di dunia nyata aku kalah sama 2 orang manusia di depanku." kata Sekar sambil berdengus kesal.
Kami berdua pun jadi salah tingkah.
Tak berapa lama kami sampai di gerbang tempat kursus.
"Sekar kamu yakin mau ikut masuk ke dalam? Kalau ada yang ngenalin kamu gimana? Aku nggak tanggungjawab ya." kata ku
"Kalian berdua saja sana yang masuk. Aku tunggu di mobil saja. Capek banget aku." kata Sekar.
Akhirnya aku dan Kak Bagus turun dari mobil. Ada rasa yang sangat aku rindukan. Biasanya aku ke sini sama Kak Arya. Aku kemarin berharap bahwa Kak Arya adalah orang pertama yang akan tahu hasilnya. Tapi kini, orang lain yang akan tahu hasilnya.
"Candika kenapa diam saja? Ayo masuk." kata Kak Bagus yang segera membuyarkan Lamunan ku.
"Iya kak" kataku
Aku langsung masuk dan menuju ke meja reseptionis. Aku membacakan nama dan ID ujianku. Tak lama kemudian seseorang membawakan sebuah amplop coklat. Segera ku raih amplop itu.
"Kamu nggak mau membukanya dan memberitahu hasilnya ke kakak?" tanya Kak Bagus
"Hm .. sebentar ya kak. Aku mau telpon seseorang dulu." kataku
Aku lalu meriah ponselku dan segera menghubungi Kak Arya. Tapi sama seperti sebelumnya, no kakak tidak aktif. Aku putus asa, akhirnya aku telepon Kak Krishna. Tapi ternyata enggak diangkat. Ya karena jarak waktu kita. Saat ini, lokasi Kak Krishna berada di jam 3 pagi. Jadi wajar kalau kakak pasti sudah tidur.
"Gimana?" tanya Kak Bagus
Aku hanya menggelengkan kepala. Lalu aku mengajak Kak Bagus kembali ke mobil. Aku ingin membukanya di depan Sekar. Sesampainya di mobil, Sekar segera meraih amplop itu. Dia perlahan membuka kertas itu. Aku jujur gugup dan takut.
"Brapa nilai ku sekar?" tanyaku
Aku memperhatikan mimik muka Sekar. Dia nampak sedih.
"Jelek ya" kataku lemah
"Maaf Candi, aku harus mengatakan kalau nilaimu.... 550, yeeey" kata Sekar kemudian berteriak kegirangan
Aku segera meraih kertas itu. Aku tidak menyangka hasilnya akan sangat baik.
"Selamat ya, dik. Sekarang kita ke bukit bintang yuk." kata Kak Bagus
Aku dan Sekar hanya menganggukan kepala. Dalam hatiku selalu mengucapkan rasa syukur. Gak kusangka bahwa nilai ku bisa masuk kriteria dari persyaratan beasiswa exchange.
semoga aku lolos.
***
Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktu nya. Jangan lupa untuk klik like, vote, dan rate ya.. jangan lupa tinggalkan jejak juga.
next :
Apakah Candika akan lolos beasiswa exchange?
Apa yang terjadi dengan Kak Arya?
jangan lupa beri masukan ya..
terimaaksih
With love
__ADS_1
Citralekha