
Satu Minggu telah berlalu setelah kepergian sang mama. Tidak mudah bagi Arya untuk bangkit kembali. Namun, dengan hadirnya Raya dan juga Naura membuat Arya bisa melewati semuanya.
Pagi ini Arya merasa terkejut dengan kedatangan sang paman yang secara tiba-tiba. Padahal sebelumnya sang paman tak pernah mau untuk menyambangi dirinya. Namun, entah angin apa yang membuat pria itu datang ke rumahnya.
"Paman Sam," ucap Arya yang melihat pamannya telah berdiri didepan pintu rumahnya. "Tumben kesini? Ayo masuk!"
Pria yang dipanggil paman Sam pun mengikuti Arya untuk masuk kedalam rumah Arya. Matanya menyapu seluruh ruangan layaknya sedang mencari sesuatu.
"Paman, apakah ada suatu hal yang penting sehingga paman datang kesini?" tanya Arya dengan rasa penasaran.
"Tidak ada. Aku hanya kebetulan saja lewat sini dan terpikirkan untuk singgah sebentar. Apakah tidak boleh?" Paman Sam menautkan kedua alisnya.
"Bukan begitu, Paman. Hanya terkejut saja karena hampir 7 tahun paman tak singgah," ujar Arya.
Sebenarnya Arya merasa heran dengan kedatangan adik dari ayahnya yang selama ini tak memiliki hubungan baik dengan keluarganya. Ia yakin jika kedatangan sang paman membawa sebuah tujuan.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, mengapa rumah ini terlihat sepi. Apakah kamu sedang mempunyai masalah dengan istrimu?"
Arya menggelengkan kepalanya. "Kami baik-baik aja. Hanya saja saat ini Naura sedang mengurus Raya yang hendak berangkat ke sekolah." jelas Arya.
"Apakah keadaan Raya baik-baik saja setelah kecelakaan beberapa waktu lalu? Bukankah saat itu Raya juga sempat mengalami kritis."
Arya sedikit terkejut dengan pernyataan pamannya, karena Arya merasa tak membicarakan masalah Raya kepada siapapun. Terlebih saat kecelakaan yang menimpa Raya dirinya belum mengetahui fakta yang sebenarnya. Lalu mengapa sang paman bisa bertanya tentang keadaan Raya?
"Om Sam kok bisa tahu jika Raya mengalami kecelakaan? Padahal Arya gak menceritakan masalah ini kepada siapa-siapa?" tanya Arya dengan rasa penasaran.
Mata Sam bertemu langsung pada Raya sehingga membuat Raya bersembunyi di belakang Naura. "Kamu kenapa, Sayang?" tanya Naura saat melihat wajah Raya seperti sedang ketakutan.
Arya yang berada disampingnya Pamannya merasa heran dengan tatapan yang dilayangkan untuk anaknya. Mungkin ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh pamannya?
"Paman Sam, ada apa? Mengapa paman melihat Raya seperti itu?" tanya Arya.
__ADS_1
Sam yang menyadari jika sikapnya terlalu mencolok langsung mengembangkan senyum dibibirnyanya. "Tidak ada. Aku hanya kagum saja dengan anakmu yang tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik. Berkat dia, kamu menepis isu miring yang menerpamu selama ini."
"Pa, bawa orang itu keluar! Dia orang jahat!" kata Raya dengan nada tingginya.
Arya yang berada disamping Pamannya merasa heran dengan Raya yang belum mengenal pamannya, tetapi bisa menyebut jika pamannya adalah orang jahat. Apakah sebelumnya Raya pernah bertemu dengan Paman Sam?
"Raya, kamu kenapa, Nak?" tanya Arya dengan rasa penasaran.
.
"Dia penjahat!" teriak Raya.
Sam tak menyangka jika Raya akan mengingatkan dirinya, meskipun saat itu Sam telah menggunakan masker untuk menutup sebagian wajahnya. Namun, entah bagaimana ceritanya Raya bisa mengingat kejadian saat itu.
"Sudahlah Ar, mungkin Raya sedang mengingat sesuatu dan melimpahkan padaku. Kalau seperti itu aku pamit pulang Lain kali aku mampir." Paman Sam pun segera meninggalkan rumah Arya dengan sejuta pernyataan, mengapa bisa Raya terlihat segar bugar. Menurut prediksinya bocah itu seharusnya memiliki cidera yang hebat di kepalanya. Namun, melihat Raya yang sehat wal afiat membuat Sam memilih untuk pulang.
__ADS_1