Belenggu Cinta Yang Semu

Belenggu Cinta Yang Semu
Bab 23 | Kembali Pulang


__ADS_3

Liburan yang direncanakan oleh Arya taj berjalan dengan dengan lancar karena Raya benar-benar tidak mau mendekat ke pantai. Percuma saja liburan jika pada akhirnya ia tak bisa membuat Raya bahagia. Bahkan pikiran Naura pun tak tenang.


Jauh-jauh dari Ibu kota, rasanya sia-sia Namun, tidak sampai disitu. Karena niat awal adalah liburan, maka Arya harus membuat kesan yang tak terlupakan untuk Raya dan juga Naura. Arya pun memutuskan untuk pindah ke tempat lain agar Raya bisa merasakan liburannya.


"Gak usah bersedih. Bagaimana kalau kita pergi ke Monumen Jogja Kembali. Disana kita bisa mengenali sejarah kemerdekaan, bagaimana?" saran Arya.


"Mending kita langsung pulang aja deh, Pa. Perasaan Raya gak enak. Sepertinya sedang terjadi sesuatu di rumah," ujar Raya.


"Maksud kamu apa, Ra?" tanya Naura heran.


"Pa, Papa percayakan apa yang Raya ucapkan jika paman itu bukan orang baik?" Kini giliran Raya bertanya kepada Arya.


Arya tidak tahu apa yang sedang terjadi kepada rakyat sehingga dia bisa mengetahui apa yang tidak diketahuinya. Semakin kesini Arya semakin yakin jika sedang ada yang tidak beres dengan Raya.


"Baiklah, kita pulang sekarang," kata Arya yang ingin memastikan apa yang telah terjadi di rumahnya. Jika benar apa yang diucapkan oleh Raya, sudah bisa dipastikan jika Raya yang sedang bersama dengan mereka bukanlah Raya yang asli.


"Ra, bolehkah Mama bertanya sesuatu kepadamu?" Tiba-tiba Naura mengajukan pertanyaan kepada Raya. Jika rakyat bisa menjawab dengan benar, berarti raya yang dihadapinya saat ini adalah perayaan anaknya. Namun, jika saya tidak bisa menjawab pertanyaannya, berarti raya yang berada di hadapannya saat ini bukanlah raya yang asli.

__ADS_1


"Raya tau nggak siapa nama panjang Raya?" Pertanyaan yang sangat mudah untuk memastikan apakah jiwa Raya benar-benar tertukar dengan orang lain.


Raya terdiam untuk beberapa saat. Untuk kali ini Calline tidak mengetahui siapa nama panjangnya Raya. Meskipun Calline bisa melihat apa yang akan terjadi, tetapi dia tidak bisa melihat apa yang telah terlewatkan.


"Ra, kenapa diam? Kamu nggak lupakan sama nama kamu sendiri?" Tekan Naura.


"Atau jangan-jangan kamu bukan Raya anakku, tetapi kamu jiwa yang tertukar oleh Raya. Benar tidak? Jika itu benar, kamu siapa dan dimana Raya sekarang?" lanjut Naura yang sudah tidak bisa menahan rasa emosinya. Melihat Naura lepas kontrol, Arya segera menengahinya. Bukan berarti saat ini Arya membela Raya, tetapi apa yang dilakukan oleh Naura membuat Raya ketakutan. Jika memang benar yang sedang berada di dalam tubuh Raya adalah jiwa orang lain tugas keduanya harus bisa mencari tahu kebenarannya.


"Na, jangan seperti itu. Kita bisa bertanya pelan kepada Raya. Jika kamu kasar, Raya tidak akan mengaku siapa dirinya."


"Ra, ada apa?" tanya Arya.


"Bisakah Papa untuk menelepon seseorang? Saat ini rumah kita sedang diacak-acak oleh seseorang," jelas Raya.


Alis Arya menaut. "Maksud kamu apa, Ra? Siapa yang telah mengacak-ngacak rumah kita?" tanya Arya dengan penasaran.


"Pama itu, Pa."

__ADS_1


Naura sudah tak memungkiri lagi jika yang berada di depannya saat ini bukanlah anaknya. Hari ini begitu banyak kejanggalan yang terjadi. Dan semua kejanggalan yang dia rasakan terjawab sudah, tanpa diberikan penjelasan. Namun, sesuai dengan permintaan Arya, saat ini Naura harus tenang agar bisa mengetahui siapa sebetulnya Raya yang sedang mereka.


"Di dalam pesawat tidak boleh menggunakan panggilan telepon. Tapi sebentar lagi kita sampai kok," ujar Arya.


"Semoga saja orang itu tidak menemukan apa yang mereka cari," kata Raya dengan tatapan kosongnya.


"Memangnya mereka sedang mencari apa, Ra?"


"Mereka sedang mencari surat pengalihan harta warisan yang ditinggalkan oleh nenek. Karena tujuan mereka adalah untuk menguasai warisan milik nenek. Apakah aku menyimpan surat itu di dalam rumah?" tanya Raya lagi.


Saat ini area tidak peduli siapa yang sedang merasuki tubuh Raya. Namun Arya percaya jika yang sedang merasuki tubuh Raya adalah orang baik. Berkatnya, Arya menjadi tahun siapa pelaku kecelakaan yang menimpa Raya dan juga kematian mamanya sengaja dibunuh untuk dikuasai hartanya.


"Papa simpan di lemari," ucapnya.


"Mereka akan segera menemukan, Pa. Untuk saat ini tak ada pilihan lain. Meskipun melanggar aturan aku harus menggunakannya lagi. Papa dan Mama tutuplah mata kalian. Jangan dibuka jika aku belum meminta kalian untuk membukanya. Tolong untuk kali ini jangan memprotes, ini semua demi sebuah kebaikan kita bersama," saran Raya.


Arya dan Naura saling bersitatap, sebelum akhirnya mereka memejamkan mata sesuai dengan saran Raya, meskipun menyimpan sejuta pertanyaan yang mengganjal di dalam pikirannya. Untuk kali ini Raya menggunakan kemampuannya lagi mengubah waktu. Sudah dua kali kemampuan itu telah digunakan, itu artinya tinggal satu kemampuan lagi. Setelah Calline menghabiskan semua kemampuannya, mungkin dia tidak akan bisa keluar dari tubuh Raya untuk selamanya.

__ADS_1


__ADS_2