
BENIH PRIA LAIN DI RAHIMKU
Perselingkuhan itu tidak akan pernah berbuah manis. Hanya selalu menyisakan duka dan penyesalan di kemudian hari. Aku tak pernah sempar memikirkan itu dulu. Dan hasilnya seperti itulah yang tengah kurasakan saat ini. Lelaki yang pernah berselingkuh pada umumnya akan berselingkuh lagi. Mas Dika, sungguh begitu mudah baginya mengumbar kata-kata cinta. Aku menyadari jika aku lah yang bodoh karena sempat terbuai rayuannya bahkan terlena oleh pesonanya.
Rahasia besar yang baru saja terkuak ini, membuatku sadar jika kesalahan terbesarku adalah membiarkan diri ini nyaman dalam kenistaan bersama mas Dika dulu. Mengkhianati ikatan suci pernikahanku dengan mas Nandi. Hingga semua petaka ini terjadi lagi. Untuk menyesal pun percuma. Rasanya ingin kubalas semua rasa sakit yang dia torehkan padaku. Bisa-bisanya dia berselingkuh dariku. Dia telah memilih lawan yang salah!
Aku menemukan banyak chat mesra dirinya dengan beberapa wanita. Begitu banyak kontak teman wanitanya yang berada di ponselnya itu. Tapi, ada satu nama wanita yang sering dan bahkan intens dihubungi. Wanita itu bernama Dinda. Kulihat profilnya, lalu ku telisik wajahnya. Aku sangat mengenalnya. Ya, aku mengenal orang itu. Dia ....
"Dinda." gumamku lirih. Iya, Dinda teman seperjuanganku dulu. Dia jugalah yang memperkenalkanku pada mas Dika dulu. Tak kusangka di belakangku mereka bermain curang. Sungguh hebat! Mereka sudah main cantik selama ini. Sampai aku tak pernah menyadarinya.
"Br*ngsek!" umpatku.
Dinda, sampai saat ini pun Dia masih sering kontak denganku. Lewat telepon ataupun pesan WA. Dia jugalah yang jadi saksi hubunganku dan mas Dika. Dan rupanya dia juga sudah pulang ke kotanya yang baru kutahu jika mas Dika juga tinggal di kota yang sama dengan Dinda. Astaga! Apakah mereka juga sering bertemu. Aku yakin itu.
Dari chat mereka, sepertinya mas Dika sering bercerita tentang diriku. Menjelekkan setiap tingkah lakuku. Bahkan cap sebagai wanita bodoh tak lupa ia sematkan juga untukku. Sungguh, lelaki macam apa yang kupilih ini. Dinda pun tak kalah sengit dalam mengejek kebodohanku. Benar-benar bermuka dua! Padahal selalu manis jika di hadapanku. Kurang ajar mereka!
Sakit. Remuk sudah semua kepercayaan diri di dalam hati ini. Aku sampai rela mengkhianati mantan suamiku dan bercerai dari lelaki baik itu demi lelaki buaya macam mas Dika. Sesal! Menyesal diri ini telah mengenalnya! Andai saj aku dapat memutar waktu.
Andai saja aku tak ingat ada Zivanna di kamar ini. Mungkin sudah kuhajar habis-habisan wajah tampannya itu. Dengan semua benda-benda yang ada di kamar ini. Petsetan dengan suara gaduh yang akan terdengar hingga ke luar rumah. Aku hanya ingin menumpahkan seluruh kekesalanku padanya sekarang juga. Oh, tapi tidak. Aku tidak akan melakukannya. Jika mereka dapat bermain cantik, aku pun harus membalasnya dengan cara yang cerdik juga kan?
Tapi tidak, aku akan membuat perhitungan dengannya. Aku akan membalaskan sakit hati ini pada lelaki itu maupun si jal*ng Dinda itu. Lihat saja, akan kuikuti permainan kalian. Aku diam bukan aku tak tahu. Aku diam, hanya sedang menyiapkan rencana yang matang.
__ADS_1
Aku tak selemah itu. Meski harus melepas mas Dika. Aku takkan rugi. Aku punya rencana akan meminta maaf sama mas Nandi. Aku akan mengambil hatinya lagi. Memintanya kembali lagi padaku. Aku yakin, mas Nandi orang baik. Dia pasti tak akan tega padaku. Karena aku yakin perasaan cinta mas Nandi pasti masih sama seperti dulu untukku, mantan istrinya ini.
***
Pagi harinya, kuantar kepergian mas Dika seperti biasa. Kuukir senyum semanis mungkin meski itu senyum terpaksa. Kata-kata pamitannya hanya sebuah akting belaka. Bullshit! Aku tersenyum sinis saat melihat wajah tanpa dosanya itu. Ingin kucakar saja wajahnya!
"Hati-hati di jalan ya, Mas," ucapku dengan senyum manis dan ramah. Ia pun memelukku lalu mencium keningku lama dan mesra. Dulu, pelukan dan ciuman darinya bagaikan candu untukku. Kini, tak ada rasa apa-apa lagi. Hambar. Aku sungguh tidak dapat merasakan kebahagiaan lagi saat bersamanya. Entahlah, aku sungguh sulit untuk memahami hatiku sendiri.
"Iya sayang. Kamu juga, ya. Jaga Zivanna juga untukku. Dua minggu lagi aku pulang," pamitnya sebelum berlalu dari hadapanku. Ia pun mulai melangkahkan kakinya meninggalkan rumahku. Melambaikan tangan Zivanna padanya dan bertingkah lucu agar putriku tersenyum.
Baiklah! Aku akan membiarkanmu kali ini, Mas. Tapi lihat saja nanti. Jangan harap kamu bisa lepas dariku. Aku wanita nekat dan gila yang bisa melakukan apapun.
***
Mas Dika juga masih tetap rutin pulang ke rumah setiap dua minggu sekali. Meski aku tahu setiap minggu sebenarnya dia diperbolehkan libur oleh ayah mertua. Hanya saja, lelaki itu lebih memilih menghabiskan waktu dengan Dinda.
Ah iya, dari mana aku bisa tahu banyak tentang mereka. Aku lupa kalau aku menyadap ponselnya dengan bantuan kenalan kak Surya yang pintar dalam hal ini. Maka akupun dapat dengan mudah tahu informasi tentang mereka.
***
Besok, adalah jadwal mas Dika mengunjungiku. Zivanna sudah berusia 4 bulan saat itu. Rencanaku, aku akan ikut tinggal di rumahnya di kota A. Aku sudah siap untuk memulai aksiku. Aku akan membatasi gerak-gerik mas Dika disana. Aku akan memberi pelajaran pada mereka berdua.
__ADS_1
Tidak. Bukan karena cinta aku melakukan ini. Aku sudah muak dengan mas Dika. Melihat wajahnya saja aku benci setengah mati. Akupun bahkan sudah enggan melanjutkan pernikahanku ini.
Biarlah, aku masih bermanis-manis padanya saat ini. Sebelum aku benar-benar menunjukkan padanya, aku bukanlah wanita lemah yang akan mundur tanpa perlawanan.
***
"Mas, kamu pulang." ucapku saat menyambut kedatangan mas Dika dengan senyum semringah. Mas Dika langsung memelukku yang tengah menggendong Zivanna.
Zivanna pun terlihat riang kala melihat ayahnya itu. Ia mengulurkan kedua tangannya tanda minta di gendong.
Mas Dika pun menyambut uluran tangan Zivanna, lalu menggendongnya. Andai saja, aku tak pernah tahu pengkhianatan mas Dika. Mungkin kami adalah keluarga kecil yang bahagia. Tapi, fakta menyakitkan itu berhasil memporak porandakan segalanya.
Ting....
Sebuah pesan di WA aplikasi penyadap ku. Aku menebak Dinda yang mengirim pesan itu. Segera kubuka pesan itu.
[ Jangan lama-lama di rumah Risa ya, sayang. Aku bakalan kangen nih. ]
Pesan dari wanita ****** itu disertai foto seksi dirinya yang memakai lingerie merah. Jijik sekali aku melihatnya. Ingin rasanya saat ini juga kuhajar mas Dika tanpa ampun! Aku menatap wajah lelapnya nyalang.
Bersambung...
__ADS_1