Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]

Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]
Chapter.10 " masuk ke alam gaib "


__ADS_3

Aku terbangun pada jam 00.00 atau jam dua belas malam,aku melihat kanan dan kiri,aku mencari ka' Adit dan papa, tetapi mereka tidak ada di ruangan ini. Aku turun dari ranjang pasien untuk mencari dokter atau perawat rumah sakit ini, Perasaan ku tidak enak.


" krek....."


Aku membuka pintu dan melihat sekeliling koridor rumah sakit yang tidak ada satu orang pun di situ.


" sus.. dok...."


Aku memanggil mereka dengan nada menggigil ketakutan.


" ka'Adit..... pa....."


perasaanku semakin tidak enak, jantungku berdetak kencang. Aku pun mengintip setiap ruangan pasien yang berada di koridor.


" hah? kok semuanya kosong !!!"


Aku terkaget setelah melihat beberapa ruangan yang tadinya ada pasiennya, dan sekarang kosong.


"Ah, mungkin mereka sudah di izinkan pulang."


Aku mencoba untuk berpikiran positif.


" Dokter...... suster.... "


Aku tetap berjalan sambil melihat setiap ruangan yang berada di koridor lantai dua, semuanya kosong, aku pun memutuskan untuk turun ke lantai satu.


"Aduh.... papa kemana ya, perasaan Gwe gk enak nih, apa gwe turun aja ke loket pendaftaran ya, siapa tau di sana ada orang. "


Aku pun menuju lift, dan menekan nomor satu untuk turun ke lantai satu, lift pun terbuka, aku segera menekan tombol untuk menutup lift dan tombol nomor satu untuk turun ke lantai satu.


"lah.... kok malah ke lantai empat"


Tiba tiba dengan cepat lift naik ke lantai empat, dan aku pun hingga terduduk karena lift bergerak dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"mungkin ada orang di lantai empat."


Aku tetap berusaha untuk berpikiran positif.


lift pun terbuka dengan perlahan, karena aku terduduk di dalam lift, aku melihat dari luar lift banyak orang, aku melihat dari bawah kaki mereka dan perlahan melihat sampai ke atas tubuhnya.


"Aaaaa...."


Aku teriak dan segera menekan tombol untuk menutup pintu lift, aku sangat kaget dan syok setelah melihat mereka bukanlah manusia, wajah mereka pucat tidak wajar, mereka memasang ekspresi wajah yang sangat seram dan polos.


"Tolong...."


aku menekan nekan tombol untuk menutup pintu lift, dan pada saat pintu lift sudah mulai tertutup kecil, tangan mereka masuk dan coba membuka pintu lift.


"Aaaaa... tolong... "


aku teriak dengan sangat histeris, pintu pun berhasil terbuka, tetapi mereka tidak sempat untuk masuk kedalam lift. Lift tiba tiba turun dengan cepat. Kurasa tali pengangkut lift putus atau ada kesalahan sistem,lampu lift berkedap kedip, karena pintu lift terbuka, Ketika melewati lantai tiga aku juga melihat banyak sosok suster berdiri di depan lift,dan saat aku lift melewati lantai dua yang tadinya kosong tiba tiba lantai dua padat oleh sosok sosok yang menyeramkan,dan yang paling parahnya banyak yang melompat untuk masuk.dan ada satu sosok wanita berpakaian pasien yang berhasil melompat kedalam lift,dia mencekik ku dan berkata.


"pergiiii!!!!!"


"kamu kenapa nak?"


tanya papa sambil menetap ku dengan tatapan khawatir.


"Aku mimpi buruk pa!!"


Aku menangis dan lengsung memeluk papa. dan aku melihat punggung papa berdarah,aku langsung menolaknya. ternyata itu bukan papa dan mama juga Kaka berubah menjadi sosok yang menyeramkan.


"pergi!!!!"


sosok yang menyamar menjadi papa tadi berteriak kencang sehingga membuat kuping ku berdarah.


"Tolong!!!!"

__ADS_1


Aku teriak dan tiba tiba banyak sosok yang sedang melihatku dari luar jendela kaca ruangan dimana aku di rawat.


"jangan ganggu dia!!!!"


tiba tiba aku di peluk oleh belia sosok hantu yang hadir tadi sore,di samping ku juga ada Tom dan sosok hantu laki laki yang belum aku kenal. Yang teriak dan berkata jangan ganggu aku adalah sosok wanita misterius yang di panggil ibu oleh mereka.


"Ini adalah singgasana kami!!


Tiba tiba datang sosok wanita mengenakan pakaian suster yang berlumuran darah dia berhadapan dengan sosok ibu. Dia berdiri pas di depan pintu kamar pasien didalam ruangan mereka berkomunikasi di depanku


"Rin tenang ada kami"


Belia berusaha menenangkan ku,Tom dan sosok laki-laki yang tidak kutahu namanya itupun ikut memelukku, mereka terasa nyata.karena aku sedang berada di dalam dunia mereka.


setelah beberapa menit sosok ibu berkomunikasi dengan sosok setan suster tadi. sosok suster tadi berubah menjadi sosok yang tidak menyeramkan lagi, begitu juga pengikutnya yang menonton ku dari luar jendela kaca ruangan yang ku tempati,mereka berubah menjadi menyerupai manusia biasa dan tersenyum padaku. Perlahan mereka meninggalkan ku, begitu juga sosok ibu tadi.


"Rin kami selalu ada untuk mu"


belia tersenyum mengusap air mataku.


"Tom bukanya kamu sudah tenang di sana?"


Aku bertanya kepada Tom, aku di sini bersama belia dan Tom saja, sosok laki-laki tadi sudah pergi


"Aku masih harus mengajarimu agar tidak takut dengan mata batin yang kamu miliki."


Tom tersenyum dan senyumannya membuat aku tenang.


"Rin kami pergi dulu ya, kalau kamu memerlukan kami panggil saja.kamu sudah aman bangun lah dari dunia kami."


belia dan Tom meninggalkan ku, Aku pun membuka mata dengan perlahan. Mereka sudah berada di sekitar ranjang ku. mereka lega karena aku sudah sadar dan nafasku sudah kembali. Nafasku sempat berhenti kata papa, tetapi jantungku masih berdetak. Aku senang bisa selamat dari alam yang aneh tadi. Disini semua orang yang dekat dengan ku hadir, seperti key dan ibu Katrina, yang pasti semua keluarga ku hadir. semua datang untuk menjengukku.


"tidur aja Rin! kamu kelihatan lelah"

__ADS_1


mama mengelus kepala ku, dan aku hanya kuat menjawab dengan anggukan kepala.sungguh kejadian tadi membuat ku takut untuk menutup mata, aku takut kembali ke dunia itu lagi, Tetapi Tom dan Belia selalu ada untuk ku, menjagaku dari serangan setan jahat, jadi aku tak perlu khawatir lagi. Aku pun langsung tertidur dengan lelap.


__ADS_2