Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]

Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]
Chapter.30 " The end "


__ADS_3

" Mbak, anak saya mengalami kejadian yang tidak biasa, apakah ada yang bisa membantu saya untuk menyelamatkan anak saya? "


Tanya papa kepada karyawan wanita yang sedang menjaga loket.


" Maaf pak, orang yang bersangkutan sedang berada di luar kota. "


Jawab penjaga loket tersebut.


" Nak Nathan, bagaimana ke adaan anak bungsu dan istri mu? "


Tiba-tiba Eyang Darmo datang menghampiri papa di loket. Papa merasa sangat beruntung atas kehadiran.


" Anak saya saya menghilang pak. "


Jawab papa kepada Eyang Darmo.


" Di mana terakhir kali anakmu berada? "


Tanya Eyang Darmo kepada papa.


" Ayo ikut dengan saya pak! "


Papa mengajak eyang Darmo untuk pergi menuju tempat terakhir kali aku berada. Mereka bersegera melangkah menuju lift, setelah mereka keluar dari lift, mereka pun langsung berjalan menuju kamar yang kami tempati, yaitu kamar nomor 2 0 4 ( Dua kosong empat ).


" Tok Tok Tok. "


Papa mengetuk pintu kamar yang kami tempati.


" Krek. "


suara pintu. Ka Adit membuka pintu dan mempersilahkan papa dan eyang Darmo untuk masuk kedalam kamar.


" Pah, mama belum sadar sadar dari tadi. "


Kata ka' Haura kepada papa sambil menangis.


" Tenang, Mama kali baik baik saja, dia hanya syok dengan kejadian yang menimpa adik kalian. "


Eyang Darmo berusaha menenangkan ka' Haura yang sedang menangis, setelah itu Eyang Darmo pun berkeliling memeriksa keadaan kamar yang kami tempati.


" Sebaiknya kalian keluar dari kamar ini, ada hal yang harus saya selesaikan bersama satu orang yang bersedia untuk masuk ke alam gaib. "


Kata Eyang Darmo setelah memeriksa kamar mandi.


" Saya bersedia untuk masuk kedalam dunia ghaib. "


kata ka'Adit menawarkan diri untuk masuk ke dalam alam gaib.


" Baiklah sebelumnya, kamu bantu ayahmu terlebih dahulu untuk mengangkat ibumu ke kamar yang lain. "


Perintah eyang Darmo kepada ka'Adit. Sementara itu, Eyang Darmo pun menelepon anak buahnya dan menyuruh anak buahnya untuk datang ke kamar 2 0 4. Setelah ka Adit membantu papa untuk memindahkan mama ke kamar nomor 2 0 5, Ka Adit pun kembali ke kamar 2 0 4.


" Tok Tok Tok "


Ka Adit mengetuk pintu kamar nomor 2 0 4.


" krek "


Eyang Darmo membuka pintu. ka'Adit pun langsung masuk kedalam kamar tersebut, dia melihat alat musik sudah tersusun dengan rapi beserta pemainnya.


" Eyang apa yang harus saya lakukan sekarang? "


Tanya Ka Adit kepada Eyang Darmo.


" Yang harus kamu lakukan sekarang adalah berbaring di atas kasur ini dan pejamkan lah matamu, jangan buka matamu sebelum suara gamalan berhenti. "


Eyang Darmo pun memberikan arahan kepada ka Adit.

__ADS_1


Ka Adit mematuhi perintah dari eyang Darmo, dia pun berbaring di atas kasur dan memejamkan mata sampai alat musik berhenti baru dia akan membuka kembali matanya.


" Aku ada di mana? "


ka Adit membuka matanya setelah suara gamelan berhenti, dia merasa bingung karena pada saat dia kembali membuka mata, dia sudah berada di alam gaib.


" Adit, Adikmu berada di dalam kamar yang pintunya bercat merah, carilah kamar tersebut! "


Ka' Adit pun berkeliling mencari pintu yang di ucapkan oleh eyang Darmo tadi. Dia mengelilingi seluruh koridor yang ada di alam gaib tersebut hingga akhirnya dia pun menemukan pintu bercat merah.


" Eyang saya sudah menemukannya. "


Ka'Adit bertanya kepada eyang Darmo.


" Di dalam kamar itu, adikmu di awasi oleh sosok yang jahat maka dari itu Eyang akan menyanyikan sebuah lagu, untuk memanggil sosok itu keluar dari alam gaib, dan Kamu harus cepat cepat mengambil adik mu sebelum lagu itu selesai. "


Jawab Eyang Darmo sambil memberikan instruksi. Setelah itu Eyang Darmo pun mulai menyanyikan sebuah lagu yang tadi dinyanyikan oleh mama.


" Lingsir wengi sliramu tumeking sirno "


Pada awal kalimat dari lagu, itu sosok pun keluar dari alam gaib dan ka Adit pun langsung masuk ke dalam kamar, dia menggendong ku dan membawa ku keluar dari dari kamar tersebut. Dia berusaha berlari cepat untuk menuju ke posisinya semula.


Ojo Tangi nggonmu guling


awas jo ngetoro


aku lagi bang wingo wingo


jin setan kang tak utusi


dadyo sebarang


Wojo lelayu sebet...


Namun semuanya terlambat, lagu telah berhenti, sosok itu pun kembali ke alam gaib dan mengejar ka Adit yang sedang menggendong ku.


Ka Adit pun tersandung ketika berusaha untuk berlari lebih cepat lagi.


" Hahaha. "


Sosok menyeramkan itu tertawa bahagia.


" Kalian tidak akan bisa lolos dari ku! "


Sosok menyeramkan itu pun hendak menghampiri ka Adit, dia akan mengambil ku dari pelukan ka Adit.


" Jangan ambil adikku. "


Teriak ka Adit sambil menahan ku dari tarikan sosok yang menakutkan itu. Mereka saling berebut hingga akhirnya terdengarlah suara mama menyanyikan lagu bang bang wetan.


Bang-bang wus rahina, bang-bang wus rahina,


Srengengene muncul, muncul, muncul, sunar sumamburat,


Bang-bang wus rahina, bang-bang wus rahina,


Srengengene muncul, muncul, muncul, sunar sumamburat.


Cit-cit cuwit-cuwit, cit-cit cuwit-cuwit,


cit cuwit rame swara ceh-ocehan.


Krengket gerat-geret, krengket gerat-geret,


Nimba aneng sumur, adus gebyar-gebyur.


Segere kepati, segere kepati, kepati bingah,

__ADS_1


Bagas kuwarasan.


Lingsir wengi tan kendat, beboyo memolo tan kinoyo ngopo.


Bebendu pepeteng tan keno ati niro, bangbang wetan semburato.


Setelah lagu itu selesai, sosok tadi pun meledak berkeping keping. ka Adit pun kembali ke tubuhnya, aku pun kembali keluar dari dalam Bathup. Mama menyanyikan lagu tadi di dekat Bathup, dia merasa sangat senang karena aku telah kembali.


Setelah aku sadar aku pun langsung berpisah dengan papa, mama, dan keduanya Kaka ku di titipkan kepada Eyang Darmo untuk dibawa ke yayasan Rumah batin miliknya.


" Kamu baik baik ya di sana. "


kata ka Haura kepada ku.


Setelah itu aku pun langsung masuk ke dalam mobil dan membuka kecil kaca mobil untuk melambaikan tanganku kepada mereka.


" Da da..."


Aku melambaikan tangan kepada mereka.


"Aku berharap kehidupan ku akan lebih bahagia lagi jika aku tinggal di yayasan Rumah batin."


Akhir dari sebuah kisah adalah awal dari kisah yang baru


THE END


*Sebenarnya kisah dari novel ini belum berakhir!


Masih banyak misteri yang belum di pecahkan*!


Tetapi karena saya sudah merencanakan untuk membuat 29 chapter saja pada novel ini, saya pun mengakhiri novel ini pada chapter 29


Cerita ini akan berlanjut di novel-novel karya saya selanjutnya Yaitu:


Breathing in two realms Series



1.The indigo


menceritakan tentang kehidupan Airin di yayasan Rumah batin



2.Story'of tom


Menceritakan tentang kisah hidup tom.




Belia sara



Menceritakan tentang kisah hidup dari belia


Dan masih ada dua lagi!




Nantikan saja kelanjutan cerita dari Breathing in two realms Series


Terimakasih atas support yang telah anda berikan.

__ADS_1


__ADS_2