Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]

Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]
Chapter.24 " Hampir tertinggal "


__ADS_3

Malam yang gelap, bahkan bulan dan bintang pun tidak hadir menemani malam. Dengan mengendarai mobil, kami pergi menuju ke bandara. Aku tidur sepanjang perjalanan kami menuju ke bandara, aku tidur di pundak ka Haura.


" Rin, kita udah nyampe nih. "


Ka' Haura membangunkan ku dari tidurku. Aku pun bangun dan keluar dari mobil. Papa dan ka' Adit mengeluarkan barang barang dari bagasi mobil dan meletakkan barang barang itu di troli.


Aku menggendong tas ransel ku, sedangkan papa dan ka'Adit membawa troli untuk mempermudah membawa barang barang yang cukup banyak.


Papa menitipkan mobil kepada petugas bandara untuk beberapa hari. Kami pun langsung masuk untuk Chack out. Sebelum kami melewati pintu untuk menuju ke ruang tunggu, di pintu masuk kami pun harus di periksa terlebih dahulu. Petugas menyruh kami untuk melepaskan jam, ikat pinggang, dan barang barang lainnya yang mengandung logam. Dia memberikan wadah untuk tempat barang barang yang kami lepaskan tadi dan meletakkannya di alat x-rey barang.


Papa dan ka'Adit memberikan troli kepada kepada petugas, lalu petugas pun meletakkan barang barang ke atas alat x-rey untuk memeriksa isinya tas tas dan koper koper agar mereka mengetahui apakah terdapat benda tajam di dalamnya.


Mama dan ka'Haura sudah lebih dulu masuk ke dalam dan mereka sudah di periksa oleh petugas. Aku pun maju melewati pintu pendeteksi logam. dan aku kembali di periksa oleh petugas dengan alat pendeteksi logam yang berada di tangannya.


Tidak ada satu orang pun dari kami yang tidak lulus pemeriksaan. Setelah aku lolos dari pemeriksaan, aku mendekati mama dan ka Haura, kami menunggu papa dan ka' Adit yang baru saja di periksa oleh petugas.



Ilustrasi check out di bandara.


Papa dan ka'Adit pun lulus dari pemeriksaan. Setelah itu Papa dan ka' Adit pun mendekati tempat pengambilan barang yang sudah lolos dari pemeriksaan alat X Rey dan meletakkannya kembali ke atas Troli.


" Ayok. "


Ajak papa. Kami pun mengikuti langkahnya menuju ke penitipan barang untuk meletakkan barang ke bagasi pesawat.

__ADS_1


Papa dan Ka'Adit sudah selesai menitipkan barang dan kamipun langsung menuju ruang tunggu. Kami berjalan di antara orang banyak dan menaiki eskalator untuk menuju lantai dua, yaitu ruang tunggu. Setelah melewati eskalator aku melihat banyak toko toko yang menjual mainan miniatur pesawat, Buku buku, dan lainnya. Aku berhenti melangkah dan mendekati ka'Adit.


" ka' Adit aku pingin beli buku itu. "


Bisik ku kepadanya dan berharap dia mau membelikannya untuk ku.


" Yang mana? "


Tanya nya padaku.


" Yang ada di toko itu ka'. "


Aku mengarahkan wajahnya ke toko buku yang berada tidak jauh dari kami.


Ajaknya tanpa berfikir panjang. Sedangkan papa, mama dan ka'Haura sudah berjalan meninggalkan kami.


Aku berjalan di belakang ka Adit, kami melangkah menuju ke toko yang tadi aku tunjuk.


" Udah pilih aja, jangan lama lama ya. "


kata ka Adit kepada ku. Dia duduk di depan toko, dia tidak ikut masuk kedalam toko untuk menemani memilih buku. Aku langsung berjalan di antara buku buku dan mencari buku harian. Aku sudah mengelilingi toko ini, tetapi aku tidak kunjung menemukan buku harian. Aku pun menuju ke kasir dan bertanya kepada petugas kasir.


" Mas ada jual buku harian gak? Soalnya aku udah keliling nyariin tapi kok gak ketemu ketemu. "


Tanyaku dengan nada jutek.

__ADS_1


" Bukunya ada di depan mbak. "


Jawab petugas kasir dengan sopan. Muka ku merah, aku merasa malu kepada petugas kasir itu.


" Oh iya maaf ya mas. "


Aku meminta maaf kepadanya dan langsung memilih buku harian berwarna coklat yang komplit dengan alat tulisnya. Aku memberikannya ke pada petugas kasir.


" Totalnya Rp100.000 mbak. "


Kata kasir wanita.


Ka Adit pun langsung memberikan uang cash kepada kasir wanita itu. Kasir itu pun memberikan wadah untuk buku harian ku.


" Ayo cepat, Pesawat kita mau berangkat nih. "


Ka Adit menuntun tangan ku, kami pun berlari Menuju gate pesawat yang akan kami naikki.


" Kalian dari mana aja sih? "


Papa memarahi ka'Adit.


" Maaf pa, Tadi aku yang ngajak ka Adit untuk nemenin aku beli buku. "


Jawabku kepada papa. Papa kelihatan sangat marah karena gate sudah kosong dan ternyata nama kami pun sudah di panggil dari tadi lewat sound sistem bandara tetapi aku tidak mengetahui itu. Kami langsung memberikan tiket dan langsung menuju ke pesawat. Muka papa masih terlihat kesal, mungkin dia khawatir ketinggalan pesawat. Papa khawatir tiket kami akan hangus jika kami ketinggalan pesawat.

__ADS_1


__ADS_2