![Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]](https://asset.asean.biz.id/bernapas-di-dua-alam--sedang-revisi--.webp)
"Rin.. bangun Rin.. kita udah nyampe nih."
Ka Haura membangunkan ku dari tidurku.
"Loh kok udah sampe rumah aja ni ka, bukannya aku harus di mintai keterangan di kantor polisi?"
Aku bingung dan juga aku benar-benar lupa kalau mereka ( Tom, Belia dan lainnya ) sudah mengurus kasus yang terjadi padaku. Setelah aku menyadarinya aku pun khawatir dengan pertanyaan ku tadi " Aduh apa yang akan di jawab ka' Haura " Dalam suasana hati yang khawatir aku berbicara di dalam hati.
" kok kamu lupa? Kamu kan udah menjelaskan semuanya kepada pihak yang berwajib, dan penjelasan mu cukup kuat untuk membebaskan mu dari pelanggaran yang bisa membuat mu masuk penjara. "
Ka' Haura menjawab pertanyaan ku tadi dengan raut wajah kebingung.
" Oh iya aku lupa, soalnya aku masih agak pusing nih ka'. "
Aku memasang ekspresi orang sakit untuk menghilangkan kecurangan ka'Haura.
" Kamu masih sakit? Ya udah Kaka panggil ka' Adit sama papah dulu ya, kamu tunggu di sini, jangan banyak bergerak. "
Ka' Haura sangat khawatir, aku bisa melihat dari ekspresi wajahnya.
Aku tersenyum melihat kekhawatiran ka'Haura, bukan senyuman jail tapi senyuman bahagia dan sedikit tidak percaya, ternyata ka'Haura yang selalu jutek, galak, dan hampir gak pernah akur sama aku, ternyata dia masih memiliki mengkhawatirkan ku.
" Tek "
Suara orang membuka bagasi mobil.
" Airin masih pusing? tapi tadi pas keluar dari kantor polisi kamu kelihatan sehat dan gak mau lagi di bawa ke rumah sakit. "
Papa yang membuka bagasi mobil untuk mengambil kursi roda, dia bertanya kepada ku dan aku pun bingung harus menjawab apa.
" Gak tau nih pa, tiba tiba kambuh "
jawabku dengan singkat.
" Ya udah, kita balik lagi ke rumah sakit ya "
Papa mengajak ku untuk kembali ke rumah sakit. Aku tambah bingung, alasan apa yang harus aku berikan kepada papa, padahal kan aku cuma pura pura kambuh untuk menghapus kecurigaan ka'Haura.
" Gak usah pa, aku cuma agak pusing nih. "
Jawabku dangan singkat. Aku tidak tau harus menjawab apa lagi.
__ADS_1
" Pah.. "
ka'Adit datang dan menghentikan papa yang sepertinya hendak bertanya lagi kepadaku, aku langsung menundukkan pandangan dan langsung bersikap seperti orang sakit.
" Dit bantu Adik mu untuk naik ke kursi roda "
Papa menyuruh ka Adit untuk membantu ku .
" oke pah "
ka'Adit langsung membantuku untuk keluar dari mobil.
" Hati hati "
Ka' Adit membantu ku untuk berjalan menuju kursi roda yang di pegang oleh papa. Aku menggetarkan kaki ku seperti orang yang tidak sanggup berjalan. Setelah itu aku duduk di atas kursi roda, Papa mendorong kursi roda yang ku naikki.
" krek "
ka'Adit membuka pintu kamar ku, aku melihat mama dan ka'Haura membereskan kamar ku yang baru saja selesai di renovasi. Papa mendorong kursi roda ku mendekati kasur, dan di lanjutkan dengan bantuan mama dan ka'Adit yang membantu ku untuk naik ke atas kasur. Mama menyelimuti ku dan berkata.
" Istirahat ya nak biar lekas sembuh."
" haaah "
setelah mereka keluar, Aku menguap dan langsung memejamkan mata.
"* Pok pok pok *"
Suara tepukan tangan membuat ku kaget dan menghilangkan kantuk ku. Aku dengan spontan bangun dan melihat lihat dari mana suara itu.
" Dasar skill Dewa "
ternyata suara tepukan tangan itu berasal dari Belia.
" Ih Lia, aku kaget tau! "
kata ku dangan nada kesal
" Iya, sorry "
jawabnya dengan senyuman yang manis.
__ADS_1
" Skill Dewa? Apa maksudnya? "
Aku bertanya kepadanya.
" Iya, kamu tuh pinter bohong sama acting makannya aku bilang kamu itu skill Dewa!"
jawabnya sambil tertawa lepas.
" Ih kamu bisa aja! "
jawabku sambil tertawa juga.
" Tok.. Tok.. "
" Rin kamu Gak papa? "
Dari mama mengetuk pintu dan bertanya dari luar. Ku rasa Mama datang karena mendengar tawaku mendengar tawaku.
" krek "
Mama membuka pintu kamar dan masuk untuk melihat ku.
" Loh ternyata Airin mengigau "
Mama langsung keluar karena dia tidak mau menganggu ku yang sedang tidur, padahal aku acting lagi
" Hahaha dasar skill Dewa "
Belia tertawa melihat kelakuanku.
" Bel aku mau tidur, besok aja ya kamu datangnya. "
Dengan posisi actingku tadi aku meminta Belia untuk meninggalkan ku.
" Oke deh, selamat beristirahat tuan putri "
Jawab Belia. Aku pun sejenak mengangkat pandangan untuk memastikan Belia sudah pergi.
" Huh aman "
Setelah memastikan Belia sudah pergi, aku langsung merebahkan badanku dan tanpa menunggu lama aku pun langsung tertidur pulas.
__ADS_1