Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]

Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]
Chapter.25 " Menikmati keindahan malam di atas awan "


__ADS_3

Kami sudah berada di dalam pesawat. Kami berdua mengikuti papa yang mengantar kami menuju bangku.


" Rin kamu duduk di bangku A1 dan kamu dit, kamu duduk di bangku A2 "


Papa mengatur tempat duduk kami sesuai dengan tiket. Kami duduk di bangku sebelah kanan yang bangkunya hanya ada dua. Sedangkan di sebelah kiri kami ada tiga bangku, bangku itu di isi oleh mama yang duduk di dekat jendela kaca pesawat, ka'Haura duduk di tengah dan di samping kanan ka'Haura di isi oleh papa.


Mama dan ka'Haura sudah tidur dari semenjak aku masuk kedalam kabin pesawat. Aku pun langsung duduk di bangku ku dan menyandarkan tubuh ku ke bangku yang empuk itu. Tak lama setelah aku duduk di bangku, suara pramugari terdengar dari sound sistem.


" Para penumpang yang terhormat, selamat datang di penerbangan Airport MD-90 dengan tujuan Yogyakarta. Penerbangan ke Yogyakarta akan kita tempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam dan 20 menit, dengan ketinggian jelajah 32.000 kaki di atas permukaan air laut. Perlu kami sampaikan bahwa penerbangan Airport ini adalah tanpa asap rokok, sebelum lepas landas kami persilahkan kepada anda untuk menegakan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja-meja kecil yang masih terbuka dihadapan anda, mengencangkan sabuk pengaman, dan membuka penutup jendela. Atas nama Airport kapten Anton dan seluruh awak pesawat yang bertugas mengucapkan selamat menikmati penerbangan ini, dan terima kasih atas pilihan anda untuk terbang bersama Airport. "


Pengumuman ini tadi biasa disebut dengan istilah Take off dan selanjutnya pun beberapa dari beberapa menit take off, pramugari pun kembali pengumuman seputar SAFETY DEMONSTRATION atau bisa disebut juga cara menggunakan fasilitas keamanan yang ada untuk menyelamatkan diri jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.


" Para penumpang yang terhormat, kami mohon perhatian anda sejenak. Sesuai dengan peraturan keselamatan penerbangan sipil kami harus menunjukan dan memperagakan kepada anda bagaimana cara menggunakan sabuk pengaman, masker oksigen, pintu dan jendela darurat, baju pelampung, dan kartu keselamatan. Saat ini seharusnya sabuk pengaman anda telah terpasang, kami harus menunjukan bagaimana cara menguncinya, mengeratkan, dan melepaskan sabuk pengaman anda. Apabila tekanan udara di kabin ini berkurang secara tiba-tiba, maka masker oksigen akan keluar dari tempatnya sehingga terjangkau, tarik dengan kuat masker oksigen ke arah anda, pasang penutup di mulut dan hidung, kaitkan karetnya di kepala, dan bernafaslah seperti biasa. Bagi penumpang yang membawa anak-anak, dianjurkan untuk mengenakan masker terlebih dahulu, setelah itu barulah kenakan masker pada anak anda. Pesawat MD-90 ini di lengkapi dengan delapan pintu dan jendela darurat, dua pintu darurat di kabin bagian depan, empat jendela darurat di kabin bagian tengah, dan dua pintu darurat di kabin bagian belakang. Baju pelampung anda terdapat di bawah kursi dan hanya dipakai pada saat pendaratan darurat di perairan, kami mohon untuk tidak dibawa pulang. Cara menggunakannya kalungkan baju pelampung, kemudian kancingkan dan eratkan. Untuk mengembangkan baju pelampung tarik sekerasnya kedua ujung merah, dapat juga dikembangkan dengan meniup kedua pipa karet. Lampu akan menyala jika sumbat baterai terlepas dan baterai terendam air. Baju pelampung ini dikembangkan sesaat sebelum anda keluar melalui pintu dan jendela darurat. Selanjutnya di kantung kursi di hadapan anda telah tersedia kartu instruksi mengenai cara-cara penyelamatan diri dalam keadaan darurat. Kami mohon kepada anda untuk membacanya dengan seksama sebelum pesawat ini lepas landas. Terima kasih atas perhatian anda dan selamat menikmati penerbangan ini. "


Pramugaripun mengajarkan penumpang tentang SAFETY DEMONSTRATION melalui sound sistem dan di setiap pintu kabin ada pramugari yang memperagakan SAFETY DEMONSTRATION kepada penumpang dengan detail dan mudah untuk di pahami.


Beberapa menit kemudian pesawat pun terbang.


" Rin bangun."


ka'Adit membangunkan ku yang hampir saja masuk ke alam mimpi.


" Apa sih ka? Aku ngantuk tau. "


Kata ku sambil menatap nya dengan wajah kusut, aku merasa sangat mengantuk.


" Lihat tuh. "


ka' Adit menuju ke arah jendela kaca. Aku pun melihat ke arah jendela kaca.


" Wow! "


Aku takjub melihat indahnya malam jika di pandang dari atas awan. Langit berwarna biru gelap dan berbintang. Pesawat kami terbang di atas laut, Aku melihat kapal yang berlayar di laut lampunya terlihat sangat terang.

__ADS_1


" Ka foto aku dong! "


Aku mengambil HP ku dari dalam kantong celana ku dan memberikannya kepada ka' Adit.


" Oke 1 (satu) 2 (Dua) 3 (Tiga). "


Hitung ka Adit sebelum mengambil foto ku (memotret). Aku pun mengambil cukup banyak berpose dan sesekali kami ber selfie bersama.


Dua Pramugari pun lewat dan menawarkan makanan yang mereka bawa kepada setiap penumpang.


" Mau makan atau minum? "


Tanya dua pramugari sambil membawa meja dorong yang berisi banyak makan dan beberapa pilihan minuman. Pramugari itu menawarkan dengan sopan dan ramah


" Saya mau Apple Tea aja mbak, Kamu mau makan dek? "


ka'Adit memesan minuman teh ekstrak Apel dan dia pun bertanya kepada ku.


Aku menjawab nya.


" Emang menu yang tadi adik saya sebutkan ada mbak? "


Tanya ka' Adit dengan bingung.


" Ada kok mas, pesan itu aja? "


Tanya salah satu pramugari.


" Ya mbak kami pesan itu aja. "


Jawab ka Adit dengan singkat.


" Ini burger king nya sama Starbucks buat mbak itu, dan Apple Tea buat mas. "

__ADS_1


Pramugari itu memberikan pesanan kami tadi, pramugari itu langsung membuka meja lipat yang ada di belakang bangku yang ada di depan ku dan langsung meletakkan makanan di atasnya.


" Terimakasih mbak. "


Ucap kami setelah menerima menu makanan yang mereka berikan.


" Iya selamat menikmati. "


Jawab pramugari itu dengan lembut.


Aku langsung memakan burger tadi sambil menikmati malam yang penuh bintang. Ka'Adit pun tidur setelah menghabiskan minumannya.


" Penumpang yang terhormat, silahkan kembali ke tempat duduk anda dan pakailah sabuk pengaman dengan erat, karena pesawat akan segera mendarat. "


Satu jam sudah kami berada di atas awan.


" Para penumpang yang terhormat, sesaat lagi kita akan mendarat di Bandar Udara internasional Yogyakarta Adisutjipto , perbedaan waktu antara Jakarta dan Yogyakarta adalah 1 jam. Kami persilahkan kepada anda untuk kembali ke tempat duduk anda masing-masing, menegakan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja-meja kecil yang masih terbuka di hadapan anda, dan mengencangkan sabuk pengaman. Akhirnya kami seluruh awak pesawat Lion Air di bawah pimpinan kapten Anton mengucapkan terima kasih telah terbang bersama kami, dan sampai jumpa di lain penerbangan lain waktu. Terima kasih. "


Pramugari pun memberikan informasi untuk segera kembali duduk dan mengencangkan sabuk pengaman karena pesawat akan lending (mendarat).


" Huh kok cepat banget. "


Aku menghembuskan desah kesal.


Aku merasa kesal karena pesawat akan segera lending (mendarat).


" Padahal aku masih ingin menikmati keindahan malam dari atas awan."


Ucap ku dalam hati.



Ilustrasi menikmati keindahan malam dari atas awan( pesawat )

__ADS_1


__ADS_2