![Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]](https://asset.asean.biz.id/bernapas-di-dua-alam--sedang-revisi--.webp)
" Tok Tok Tok. "
Ada yang mengetuk pintu kamar ku.
" Iya ka', aku udah siap siap kok. "
Jawabku merespon ketukan pintu itu. Aku berpikir yang mengetuk pintu adalah ka'Adit atau ka'Haura, tetapi ternyata yang mengetuk pintu kamar adalah key.
" Rin ini aku keyra. "
katanya dari balik pintu.
" Duk Duk Duk. "
Aku pun bergegas menuju untuk membuka pintu.
" Hi Airin. "
Dia langsung mengapa setelah aku membuka pintu.
" Hi key, ayo masuk! "
Aku mempersilahkannya untuk masuk kedalam kamar ku. Dia pun masuk ke kamar ku, dia menggendong tas ransel dan duduk di atas kasur ku.
" kamu datang sama siapa key? "
Tanya ku padanya. Aku menutup pintu kamar dan dan setelah itu aku pun duduk di sampingnya.
" Aku datang kesini sama pak Herman, supir mobil pribadiku. "
Jawab key sambil menatap wajah ku.
" Ngomong ngomong kamu bakalan pindah ke mana Rin? "
Key pun bertanya kepada ku. Aku menunduk sejenak dan kembali menatap wajah key.
" Aku akan pindah ke Yogyakarta, aku akan tinggal di yayasan Rumah Batin milik eyang Darmo, teman dari Almarhum Opa dari Mama ku. "
__ADS_1
Mata ku kembali berkaca kaca membendung air mata. Aku tidak boleh menangis lagi.
" Wah jauh ya! "
Key melepaskan tasnya dari pundaknya dan meletakkan tasnya di atas pangkuannya.
" Sreeeet. "
key membuka resleting tasnya dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Itu adalah music box.
" Ini kenang kenangan dari ku, kuharap kamu menjaganya dengan baik, kalau kamu kang aku kamu tinggal buka aja music box ini. "
Key memberikan box music kepadaku. Dia pun membuka Music box itu. Ada dua miniatur penari ballet wanita yang menari dengan di iringi musik piano Fur Elis.
" Thanks ya key. "
Aku tersenyum dan meletakkan music box itu di samping ku.
" Jangan nangis dong Rin! "
Key memelukku.
Key pun melepaskan pelukannya dan kembali menggendong tasnya. Dia berdiri dan langsung melangkah keluar dari kamar ku.
" Tunggu! "
Aku menghentikan langkahnya dan mengambil Gelang yang di berikan oleh Bu Katrina lalu memberikannya kepada key. Key berbalik arah, aku menjangkau kedua tangannya dan meletakkan Gelang itu di tangannya.
" Key aku gak bisa ngasih barang yang mahal untuk kenangan, aku cuma bisa ngasih kamu gelang ini. "
Kata ku sambil menatap mata key dalam dalam.
" Rin, kenangan itu gak di nilai dari mahalnya sebuah barang, sebenarnya memori tentang momen momen indah juga bisa menjadi kenangan."
Kata kata key menyentuh hati ku. Aku langsung memeluknya, setelah itu aku memakai kan gelang tadi ke tangan key.
" Aku antar kamu ke depan ya key. "
__ADS_1
Aku menawarkan kepada key untuk mengantarkan nya sampai ke depan rumah. key merespon tawaran ku dengan senyumannya sambil mengangguk. Lalu kami pun melangkah menuju depan rumah.
" Aaaa. "
Aku dan key terkejut. Pada saat kami keluar dari pintu kamar, tiba tiba ka' Adit datang.
" Ih Kaka buat kami kaget aja! "
Kataku dengan ekspresi kesal.
" Aduh, sakit dek, Ya udah Kaka minta maaf, cepetan sana mama dan yang lainnya sudah menunggu di depan. "
Ka Adit meminta maaf kepada ku dan menyuruhku untuk bersegera ke depan rumah karena kami akan berangkat menuju bandara.
" Ka' Adit, di dalam ada tas aku satu lagi tolong bawain ya. "
Dengan nada dan ekspresi jail, aku menyuruh ka'Adit untuk membawa tasku. kami lalu berlari meninggalkan ka Adit.
Sesampainya kami di depan rumah, key pun langsung berpamitan kepada papa, mama, ka'Haura dan ka'Adit yang barusan datang dari kamar ku, dia membawa tasku dengan wajah yang kelihatannya tidak ikhlas. Setelah itu Key pun pergi menuju rumah pamannya untuk menghadiri acara di sana.
" Semuanya siap? "
Tanya papa dengan semangat.
" Siap. "
Jawab kami dengan serentak.
" Let's go to Yogyakarta. "
Seru papa. semua barang sudah siap di kemas ke dalam bagasi, mama, papa dan kedua kakakku pun sudah masuk kedalam mobil. Aku berpamitan dengan Bi Tatik sebelum aku masuk ke dalam mobil.
" Bik aku pergi ya Bik "
kataku kepadanya.
" hati hati ya non "
__ADS_1
Bik Tutik menangis, aku pun memberikan pelukan sebelum aku masuk ke dalam mobil. Setelah itu kami pun berangkat menuju ke bandara.