Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]

Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]
Chapter.29 " Pingsan di dunia ghaib "


__ADS_3

" Mah, mama dimana? "


Teriakku memanggil mama. Aku terbangun di alam yang berbeda, aku terbangun di dalam sebuah kamar yang terlihat tua.


" Krek. "


Suara pintu kamar yang di buka. Aku melihat mama mengenakkan long dress berwarna putih.


" Ada apa nak? "


Tanya mama kepadaku. Dia lalu melangkah mendekati ku dan duduk di samping ku.


" Mah kita ada di mana? "


Tanyaku kepadanya.


" Kita sedang berada di tempat yang abadi. "


Jawab mama, dia memelukku dengan erat.


Pada saat mama mengatakan bahwa kami berada di tempat yang abadi, aku merasa ada sesuatu yang aneh padanya.


Aku melepaskan pelukannya dan melihat lehernya. Ternyata dia bukan mama, karena jikalau dia adalah mama dia pasti memiliki tanda lahir pada lehernya.


" Ma perutku sakit, dimana kamar mandinya? "


Tanyaku padanya.


" Kamar mandi ada di bawah nak. "


Jawabnya kepada ku.


Dia memanggil ku dengan sebutan nak, sedang mama Juga sangat jarang memanggil ku dengan sebutan itu. Jawabnya tadi membuat ku semakin yakin kalau sebenarnya dia bukanlah mama.


" Aku ke kamar mandi dulu ya mah! "


Aku pun berpamitan kepada nya.


Aku hanya berpura pura sakit perut untuk membuat alasan agar aku bisa pergi menjauhinya tanpa sepengetahuannya.

__ADS_1


" Tak tak tak. "


Aku berlari menuruni tangga dan berusaha untuk bersegera kabur darinya. Aku sudah menyadari kalau aku sedang berada di dunia lain.


" Krek. "


Aku membuka pintu masuk rumah itu dan langsung lari keluar dan meninggalkan rumah itu.


Aku merasa sangat resah, karena aku tidak tahu kemana aku harus pergi. Aku pun terus berlari dan berlari menjauhi rumah itu.


Setelah aku berada jauh dari rumah itu barulah aku berfikir kemana aku harus pergi. Aku pun menangis dan berteduh di bawah pohon kering yang berada di dekatku, aku memikirkan bagaimana cara ku untuk keluar dari alam ini.


" Tom! "


Tiba-tiba aku teringat dengannya. Aku lalu berpikir untuk memanggilnya, aku berharap dia dapat menyelamatkan aku dari Dunia ini.


" Tom! Tom! "


Aku berteriak kencang untuk memanggilnya. Aku memanggilnya dengan sekuat tenaga. Berkali kali aku mengulanginya, aku memanggil Tom hingga suaraku serak dan tenggorokan ku terasa kering.


Aku pun kembali menunduk sambil menangis dan pasrah akan keadaan, namun tiba-tiba suara Tom terdengar.


" Airin, ada apa kamu memanggil ku? "


" Tom, apakah kau benar-benar tom? "


Tanya ku padanya. Dia hanya mengangguk dan tersenyum. Aku langsung berdiri dan memeluk nya.


" Kemana saja kamu selama ini? "


Tanya ku kepadanya.


" Ceritanya sangat panjang, Sekarang kamu ikut dengan ku terlebih dahulu. "


Jawab Tom dan kemudian dia mengajak ku untuk mengikutinya.


" Pergi Kemana? "


Tanyaku sambil melepaskan pelukan, aku khawatir dia adalah jelmaan dari Sosok yang menjelma menjadi mama tadi.

__ADS_1


" Aku tau isi hati mu, jangan berpikir macam-macam. Ikutlah denganku, Bukannya kamu ingin keluar dari alam ini? "


Jawab Tom kepadaku. Aku meresponnya dengan menganggukkan kepala.


Aku percaya bahwa dia adalah Tom. Karena jawabnya cukup meyakinkan.


" Ayo! "


Dia mengangkat ku dengan posisi yang sangat romantis. Dia pun mulai berlari cepat menuju entah.


Di sepanjang perjalanan aku menatap wajah tampannya.


" Kita sudah sampai. "


Tom pun berhenti dan tetap mengangkat ku. Aku mengalihkan pandanganku ke tempat yang di tuju oleh Tom.


" Danau? "


Tanyaku kepadanya.


" Ya, benar. Danau itu adalah pintu untuk keluar dari alam ini. "


Jawab Tom.


" Terimakasih atas bantuannya, sekarang biarkan aku untuk turun. "


Aku berterimakasih kepadanya dan meminta kepadanya untuk menurunkan ku dari tangannya.


" Tidak usah, aku akan ikut mengantar mu kedalam sana. "


Jawab Tom. Dia tidak mau menurunkan ku.


Tom langsung melangkah menuju Danau dan dia membawaku masuk kedalam Danau itu.


Setelah kami masuk ke dalam Danau itu, kami pun tiba tiba berada di dalam kamar. Aku merasa ada yang ada janggal dengan kamar ini, Ternyata aku belum kembali ke alam biasa, tetapi aku malah kembali ke dalam kamar yang di huni oleh sosok yang menyerupai mama tadi, Aku langsung mencoba untuk pergi meninggalkan kamar ini sambil menarik tangan Tom Tetapi ternyata dia bukan lah tom, dia adalah sosok yang menyerupai mama tadi. dia berhasil menjebak ku kembali ke dalam kamarnya.


" Lepaskan aku! "


Aku membentaknya.

__ADS_1


" Kamu tidak bisa lari lagi dari kamar ini. "


Kata sosok itu sambil merubah dirinya menjadi sosok yang sangat menyenangkan. dia menidurkan ku di atas kasur, dan melilit ku dengan akar yang di kendalikan olehnya. Dia melilit tubuh ku seerat mungkin bahkan sangking erat nya, lilitan akar itupun membuat ku pingsan di dalam alam gaib.


__ADS_2