Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]

Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]
Chapter.14 " Eyang Darmo "


__ADS_3

" Tok Tok Tok "


Papa mengetuk pintu Rumah Pak Darmo.


" krek "


Pak Darmo membuka pintu Rumahnya dan mempersilahkan Papa masuk.


" Oh Nak Nathan, silahkan masuk. "


Papa melangkah masuk setelah di persilahkan masuk oleh pak Darmo.


" Duduklah di sofa saya akan membuatkan minuman untuk Nak Nathan. "


Lagi lagi pak Darmo melayani papa sebagai seorang tamu istimewa.


" Tidak usah repot-repot pak! "


Papa mencegah pak Darmo yang hendak pergi membuatkan minuman.


" Sudah tidak apa apa. "


jawab pak Darmo dengan singkat dan tersenyum lebar.


Papa pun duduk di sofa dan melihat sekeliling sambil menunggu pak Darmo yang sedang membuatkan minuman.


Setelah beberapa menit pak Darmo pun datang membawa minuman dengan beberapa kue di atas talam perak.


" Silahkan di minum Nak Nathan. "


Pak Darmo pun duduk dan menyugukan segelas minuman berwarna merah kepada Papa.


" Maaf ya pak sudah merepotkan. "


Papa mereda tidak enakkan.


" Oh iya pak, biasanya yang menghidangkan minum itu Bu Suratno, ibu mana ya? "


Papa bertanya setelah mendeguk minuman yang di hidangkan.

__ADS_1


" Ibu, ibu Suratno sudah lama meninggal karena penyakit jantung. "


Pak Darmo menjawab sambil menundukkan pandangannya.


" Maaf jika pertanyaan saya membuat bapak sedih. "


Papa berdiri dari tempat duduknya dan melangkahkan mendekati pak Darmo untuk duduk disebelahnya.


" Puk puk puk. "


Papa menepuk pundak pak Darmo sambil berkata.


" Turut berdukacita ya pak. "


Pak Darmo Dengan sedih berkata.


" Ini sudah takdir, saya harus kuat menerimanya. "


Ibu Suratno adalah istri dari Pak Darmo sedangkan pak Darmo adalah teman kakek ku, papa mendatangi rumah pak Darmo untuk membawa Pak Darmo kerumah. Pak Darmo adalah paranormal, maka dari itu papa menjemputnya untuk menerawang ku, papa ingin tau apa yang terjadi padaku, Papa menjemput pak Darmo tanpa sepengetahuan ku.


" Jadi apa gerangan Nak Nathan mendatangi rumah saya? "


" Jadi seperti ini pak, tiga hari belakang ini anak bungsu saya sering di ganggu oleh makhluk gaib dan bahkan anak saya ini juga sudah beberapa kali kesurupan. maka dari itu saya datang ke sini untuk meminta bantuan bapak. "


Papa langsung menjawab pertanyaan pak Darmo dengan sedikit memohon.


" Tidak usah memohon seperti itu nak, Bapak ini kan juga Bapak kamu. "


Pak Darmo tersenyum sambil mengelus punggung papa.


" Terimakasih pak! "


Papa tersenyum senang dan merangkul pak Darmo.


" iya iya. "


Jawab pak Darmo. Pak Darmo tersenyum sambil mengelus punggung papa.


" kamu pulang saja, nanti bapak akan menyusul. "

__ADS_1


kata Pak Darmo.


" kenapa nggak bareng saya aja pak? "


Tanya papa. Dan pak Darmo pun menjawab dengan singkat.


" Ada beberapa barang yang harus saya siapkan. "


Papa pun mengangguk kepada pak Darmo dan berdiri dari tempat duduknya.


" Kalau begitu saya pulang dulu ya pak. "


papa menyalami tangan pak Darmo, setelah itu papa berjalan menuju pintu keluar. Pak Darmo pun ikut mengantar papa hingga kedepan pintu.


" Lah ada Adit, kok gak masuk. "


Pak Darmo melihat ka'Adit yang sedang bersandar di mobil.


" Eh eyang, bukannya Adit gak mau masuk, tapi tadi Adit pergi ke mini market beliin makanan buat eyang, di suruh papa. "


ka' Adit tersenyum manis dan menghampiri pak Darmo.


" Bener begitu Than. "


Pak Darmo bertanya kepada papa sambil tertawa, papa pun hanya menganggukkan kepalanya.


" Ya udah dit anter makanya ke dalam, trus salaman sama eyang. "


Papa menyuruh ka Adit.


" siap pah. "


ka Adit langsung melaksanakan perintah papa dan mereka pun masuk kedalam mobil.


Papa membuka kaca mobil dan melambaikan tangan sambil tersenyum.


" Hati hati "


kata pak Darmo. Dia melambaikan tangan kepada Papa dan ka' Adit hingga mobil mereka tidak terlihat lagi oleh mata Pak Darmo.

__ADS_1


__ADS_2