Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]

Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]
Chapter.27 " Samudera Hotel 2 "


__ADS_3

" Ting tang Ting tung "


Aku mendengar suara gamalan. Aku membuka mata dan langsung bangun dari tidur ku.


" Mah, ka, bangun! Ada suara gamalan. "


Aku membangunkan mama dan ka Haura untuk memberi tahu mereka tentang suara gamalan yang terdengar.


" Apaan sih ganggu orang tidur aja. "


Jawab ka'Haura.


Mereka tetap tidur dan tidak menghiraukan ku. Karena penasaran, akhirnya aku pun memutuskan untuk keluar dari kamar dan mencari sumber suara gamalan tadi sendirian.


" Krek "


Aku membuka pintu kamar dan menutup kembali setelah aku keluar.


" He! "


Aku terkejut pada saat membalikkan Bandan dan melihat ke arah koridor. Aku melihat banyak wanita yang memakai baju kebaya hijau dengan rambut di sanggul. Mereka berbaris berjejer dan bersandar di setiap pintu yang ada di koridor.


Mereka semua melihat ke arah ku dengan tatapan mata yang tajam. Aku merasa ada yang janggal dan hendak kembali kedalam kamar.


" Krek krek "


Aku mencoba untuk membuka pintu kamar tetapi sayangnya aku lupa kalau pintu akan terkunci otomatis jika di tutup dari luar.


" Puk "


Aku merasa ada yang menepuk pundak ku. Aku pun berbalik badan dan melihat wanita cantik berbaju hijau.


" Kamu pingin tau sumber suara gamalan itu kan? "

__ADS_1


Tanyanya kepadaku.


" Pergi jangan ganggu aku. "


Aku dengan perasaan takut ku mengusir nya dan menolaknya hingga dia terjatuh.


" Dasar bocah kurang ajar! "


Teriaknya padaku. Dia pun kembali berdiri setelah dia jatuh pada saat aku dorong tadi. Wajahnya terlihat sangat marah.


" Dayang Dayang, Bantu saya untuk membawa anak ini ke bawah. "


Wanita cantik itu meminta bantuan kepada beberapa wanita yang berbaris berjejer di koridor. Empat wanita pun datang menghampiri ku, Aku pun hendak berlari ke arah lain, tetapi naas, Aku di cegat oleh wanita yang berpakaian sama. Mereka sangat banyak dan bahkan sampai memenuhi koridor.


" Jangan ganggu aku!! lepas. "


Mereka memegangi ku dan membawa ku menuruni tangga.


Aku teriak sejadi-jadinya untuk meminta bantuan.


" Diam!!. "


Kata mereka dengan kompak lalu membalut mulutku dengan selendang hijau.


Setelah mereka selesai membalut mulutku dengan selendang hijau, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka. Entah kemana mereka akan membawa ku pergi. Aku tidak bisa berkutik dan hanya pasrah dan menangis.


" Ting tang Ting tung. "


Suara gamalan itu pun semakin jelas terdengar di telinga ku. Ternyata sumber suara itu berasal dari Ruang tamu hotel yang mungkin biasa di sewa untuk acara pernikahan.


Ruangan itu sangat ramai dengan orang orang yang memakai pakaian adat. Orang orang yang ada di ruangan itu berdiri ketika aku melintas di depan mereka.


Para wanita tadi membawaku menuju panggung. Aku benar benar merasa takut dengan keadaan ini. Banyak hadirin yang melihat ku tanpa ekspresi wajah.

__ADS_1


" Aduh. "


Mereka pun mencampakkan ku. Aku terjatuh dengan posisi merangkak di depan wanita yang penampilannya terlihat berbeda dari yang lainnya. Wanita ini memakai baju dan selendang hijau dan rambutnya tidak di sanggul. Wanita ini memakai mahkota dan rambutnya juga di hiasi dengan bunga melati.


" Bangun cah ayu. "


katanya pada ku. Dia memerintahkan ku untuk bangun.


Aku bangun mengikuti perintahnya, menundukkan kepala ku karena aku tidak berani menatap wajahnya.


" Cah ayu jangan ulangi lagi kesalahan ini, kamu tidak boleh keluar pada pukul dua belas malam ya! "


Katanya padaku.


Aku pun hanya menganggukkan ku kepala untuk meresponnya.


" Cah ayu jangan takut, pandangan lah wajahku. "


Pinta wanita itu dengan tutur kata yang lembut, dia memintaku untuk menatap wajahnya.


Aku pun memberikan diri dan dengan perlahan mengangkat pandangan ku untuk menatap wanita itu.


" Aku ratu pantai Selatan, Kamu jangan takut, karena aku tidak akan menyakiti orang baik baik. "


Wanita tersenyum dan berhasil membuang rasa takut ku.


" Cah ayu, coba pejamkan matamu. "


Dia pun menyuruh ku untuk memejamkan mata ku.


" Baiklah. "


Jawab ku dengan singkat dan penuh hormat. Aku langsung memejamkan mataku dan pada saat aku kembali membuka mata, merekapun langsung menghilang. Ruangan ini kembali kosong tanpa satu orang pun. Aku langsung merasa sangat kaget dan syok sempai sampai membuatku pingsan di ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2