![Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]](https://asset.asean.biz.id/bernapas-di-dua-alam--sedang-revisi--.webp)
" Drett... Drett... "
Aku merasa ada yang bergetar di dalam tas ku.
" sreet. "
Aku membuka resleting tas ku dan mencari sumber getaran tadi.
" Oh ternyata Hp. "
ternyata getaran tadi berasal dari HP ku. Aku mengambilnya dan melihat notifikasi apakah yang membuat HP ku bergetar.
" Satu panggilan tak terjawab "
Aku membuka layar HP dan melihat notifikasi satu panggilan tak terjawab dari papa. Aku langsung menghubunginya kembali.
" Tut.. Tut.. Tut! Halo "
Papa mengangkat telepon ku.
" Ya pa, ada apa? "
tanya ku.
" kamu di mana nak? sini pamitan sama guru guru mu sebelum kita pulang, papa tunggu di kantor ya nak. "
Papa meminta ku agar datang ke kantor sekolah dan berpamitan dengan para guru yang ada di sekolah. Tetapi aku sedang tidak enak hati dan tidak mau bertemu dengan orang lain. Aku menjawab permintaan papa.
" Aduh.. maaf ya pa, tiba tiba Airin pusing. "
Aku berbohong kepada papa karena aku sedang galau dan masih ingin menyendiri.
" Sekarang kamu di mana nak? "
Tanya papa dengan nada khawatir.
__ADS_1
" Aku sekarang ada di mobil pa. "
Jawab ku.
" Tut. "
Papa menutup telepon.
" Pak, Bu, maaf anak saya tiba-tiba pusing. "
Papa berpamitan dengan para guru.
" Iya pak, tidak apa apa, titip salam aja buat anak bapak "
Kata salah satu guru perempuan paruh baya yang bernama Bu agnes dia kepala sekolah SMA Pati murid. Ya, itu adalah nama sekolah yang akan aku tinggalkan.
" Ya nanti saya sampaikan. "
Jawab papa dengan sopan.
" Maaf pak apakah saya boleh ikut ke mobil? Saya pingin lihat keadaan Airin. "
" ya, silahkan. "
Jawab papa dengan singkat. Mereka pun berjalan menuju parkiran untuk melihat ku. kalau kalian lupa, ibu Katrina adalah wali kelas ku.
" Eh Airin, apa kabar? "
Ibu Katrina langsung memelukku dengan ramah, dia membuka pintu mobil dan juga membawa sedikit bingkisan untuk ku.
" Saya sudah mendingan sih Bu, tapi saya barusan agak pusing aja. "
Jawab ku sambil memasang ekspresi wajah orang sakit.
" Cepat sembuh ya nak, semoga kamu baik baik di sekolah barumu. "
__ADS_1
Ibu Katrina mendoakan ku supaya cepat sembuh.
" Terimakasih Bu. "
Jawab ku merespon doanya.
" Maaf Bu kami pamit pulang ya! "
Papa berpamitan kepada ibu Katrina. Ibu Katrina pun keluar dari mobil.
" Ya pak Nathan, terimakasih sudah mengizinkan saya untuk bertemu anak bapak. "
Ibu Katrina pun tersenyum dan berterima kasih kepada papa karena papa telah mengizinkan nya untuk bertemu dengan ku.
Mobil pun berjalan meninggalkan parkiran. Aku membuka kecil kaca mobil dan melambaikan tangan kepada Bu Katrina. Mobil kami pun keluar dari gerbang dan kami pun meninggalkan sekolah.
Aku masih mengingat kata itu " Datang untuk pergi " Aku tidak tahu dari mana asal kata itu.
" Rin.. Tunggu, jangan tinggalin aku Rin "
Key berlari keluar kelas dan mengejar mobil kami.
" Duk "
key terjatuh, kepalanya terbentur Aspal.
" Nak, key kamu kenapa? "
Ibu Katrina menghampiri key.
" Airin Bu, Airin, jangan biarin dia pergi "
Key menangis, ibu Katrina memeluk key untuk menenangkannya.
Mobil kami tidak berhenti karena kami sama sekali tidak tahu kalau key mengejar mobil kami.
__ADS_1
Sedangkan aku masih menangis di bangku belakang tanpa sepengetahuan papa. Aku masih tidak percaya, Apakah benar benar berpisah dengan key?
Maafin aku key, Aku datang untuk pergi.