Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]

Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]
Chapter.18 " Bunga tidur "


__ADS_3

Aku melihat mama berdiri di samping jurang.


" Mah, mama ngapain di situ? ntar nama jatuh loh!"


Aku bertanya kepadanya.


Entah kenapa tiba-tiba kami berdua di tengah hutan.


" Mah, jawab dong! "


kataku dengan ekspresi khawatir karena Mama hanya memandangi ku dan tersenyum.


Aku mendekati mama, tetapi mama malah menjauh dari ku, perlahan dia mundur dan jatuh kedalam jurang.


"* Ma!!! *"


Teriak ku.


Aku berlari mendekati jurang untuk melihat mama. Tapi ternyata jurang itu sangat dalam, sangking dalamnya jurang itu, tepinya tak terlihat karena di tutupi oleh kabut.


" MAMA!!! Ma!! "


Aku teriak untuk memastikan bahwa mama masih hidup.


" Airin, nak. "


Aku mendengar suara mama yang bergema dari dalam jurang.


" mah, mama nggak papa kan? "


Tanyaku dengan cemas. Teriakan suaraku bergema di dalam jurang.


" Nak, lompat nak, sini temanin mama. "


jawabnya dari dalam jurang.


" Apa? Airin gak bakalan ngelakuin itu, lagian mama juga gak mungkin nyuruh Airin untuk ngelakuin ini . "

__ADS_1


Jawab ku. Aku merasa ada yang janggal dengan permintaan mama dan bahkan aku pun merasa itu bukanlah mama. Karena aku merasa ada yang ganjil, aku pun berniat untuk berbalik badan dan meninggalkan jurang itu.


" Pergilah bersama ibumu! "


Aku mendengar suara aneh yang terdengar dari belakang ku sebelum aku membalikkan badan ku.


" Ha ha ha. "


Tawa yang seram di keluarkan oleh sosok menyeramkan. Setelah aku berbalik badan aku melihat wujud nya, setengah dari tubuh adalah asap hitam begitu juga rambutnya dia memiliki tanduk, matanya bersinar merah. Dia mendorong ku kedalam jurang yang dalam itu.


" Aaaaaa!! "


Aku berteriak sejadi-jadinya. Setelah mendorong ku sosok itu pun pergi.


Karena kedalaman jurang yang tidak wajar, aku pun berada di udara cukup lama, di setiap tiga meter, kabut pun berubah ubah warnanya. Dan setelah sekian lama aku berada di udara, akhir ujung dari jurang pun terlihat. Aku melihat banyak sekali mayat yang tergeletak di ujung jurang itu. Aku memejamkan mata dan berteriak kencang pada saat aku sudah dekat dengan bebatuan jurang.


" Puk. "


Suara badan ku ketika menyentuh tanah.


Aku terbangun dari tidurku dan langsung terduduk di atas kasur.


Aku merasa sedikit lega tetapi masih menyimpan rasa trauma. Aku melihat ke kanan, ada mama di samping kananku, dia menatapku khawatir dan menyuruh ku untuk tidur di sampingnya. Aku pun menuruti permintaan mama untuk tidur di sampingnya. Mama pun membelai rambut ku sambil menyanyikan lagu yang sebelumnya pernah ku dengar lagu itu dinyanyikan oleh eyang Darmo.


Bang-bang wus rahina, bang-bang wus rahina,


Srengengene muncul, muncul, muncul, sunar sumamburat,


Bang-bang wus rahina, bang-bang wus rahina,


Srengengene muncul, muncul, muncul, sunar sumamburat.


Cit-cit cuwit-cuwit, cit-cit cuwit-cuwit,


cit cuwit rame swara ceh-ocehan.


Krengket gerat-geret, krengket gerat-geret,

__ADS_1


Nimba aneng sumur, adus gebyar-gebyur.


Segere kepati, segere kepati, kepati bingah,


Bagas kuwarasan.


Lingsir wengi tan kendat, beboyo memolo tan kinoyo ngopo.


Bebendu pepeteng tan keno ati niro, bangbang wetan semburato.


Suara mama sangat merdu sehingga membuat ku mengantuk.


" Kamu kenapa tadi? kok pas bangun tidur kamu ngos ngosan? "


Tanya mama sambil membelai rambut ku.


" Tadi aku mimpi buruk, itu tandanya apa ya ma? "


Jawab ku dan bertanya kembali.


" Itu wajar kok! gak ada pesan apa apa, mimpi itu kan bunga tidur! "


Jawab mama.


" maksudnya? "


Tanyaku dengan penasaran.


" Mimpi itu adalah bunga tidur, ya maksudnya kalau gak ada mimpi tidur itu terasa ada kurang! ngerti gk? "


Jelas mama.


" Ya, ngerti kok ma! "


Jawab ku dengan keadaan mengantuk.


" Udah tidur aja kalau kamu ngantuk "

__ADS_1


kata mama. Aku pun mengangguk dan langsung tidur dengan nyenyak, rasa takut ku tadi telah lenyap karena aku tahu itu hanyalah mimpi (si bunga tidur).


__ADS_2