![Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]](https://asset.asean.biz.id/bernapas-di-dua-alam--sedang-revisi--.webp)
Pendaratan pesawat tidak mulus sehingga membangunkan orang orang yang sedang tidur.
"Para penumpang yang terhormat, selamat datang di Yogyakarta, kita telah mendarat di Bandar Udara internasional Adisutjipto , kami persilahkan kepada anda untuk tetap duduk sampai pesawat ini benar-benar berhenti dengan sempurna pada tempatnya dan lampu tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan. Berakhirlah sudah penerbangan kita pada hari ini atas nama Airport kapten Anton, dan seluruh awak pesawat yang bertugas mengucapkan selamat berpisah dan semoga dapat berjumpa lagi di dalam penerbangan Airport lain waktu. Sebelum meninggalkan pesawat, kami ingatkan kembali kepada anda untuk memeriksa kembali bagasi kabin anda agar tidak ada barang yang tertinggal. Para penumpang dengan lanjutan penerbangan silahkan melapor pada bagian layanan pindah pesawat di ruang penerbangan. Terima kasih."
Suara pramugari memberikan pengumuman.
Setelah pesawat benar benar berhenti, kami pun langsung berjalan untuk keluar dari kabin pesawat. Di dekat pintu keluar pesawat ada pramugari dan pilot yang mengucapkan terimakasih dengan senyuman manis dari wajah tampan pilot dan wajah cantik dari pramugari.
Kami mengantri berbaris menuruni pesawat. dan langsung menuju mobil yang akan mengangkut kamu ke bandara. Tempat duduk di mobil ini terbatas sehingga kami pun tidak mendapatkan tempat duduk. Kami berdiri di sepanjang perjalanan.
Mobil pun berhenti di depan pintu masuk bandara, kami dan para penumpang pun beramai-ramai turun dari mobil itu dan pergi mengambil ke tempat pengambilan barang untuk mengambil barang barang bawaan kami.
Sesampainya kami di tempat pengambilan barang. Papa dan ka'Adit mengambil troli sedangkan aku mama dan ka'Haura mengambil barang barang kami. dan meletakkannya di lantai . Ketika papa dan ka'Adit datang membawa troli, kami langsung membantu papa untuk menaikan barang ke atas Troli.
" Gak ada yang tinggal kan ma? "
Tanya papa kepada mama.
" Airin, Hura coba kalian periksa barang. "
Perintah mama.
Kami pun langsung memeriksa dengan teliti dan menghitung barang bawaan kami.
__ADS_1
" Udah komplit kok mah"
Jawab ka' Haura setelah memeriksa barang barang yang kami bawa. Kami pun langsung memesan taksi online dan menuju di halte mobil di bandara.
Aku dan ka Haura pun tidur di bangku halte.
" tin tin tin "
suara klakson mobil terdengar cukup kencang sehingga membuat kami kaget dan kehilangan rasa ngantuk.
Mobil itu menghampiri kami supir nya turun dan bertanya kepada papa.
" Dengan pak Nathan? "
" Ya benar saya pak Nathan. "
Kami langsung masuk kedalam mobil sedangkan Papa dan ka'Adit membantu supir taksi online untuk memasukkan barang bawaan kami kedalam bagasi mobil.
" Dar. "
Suara pintu mobil yang di tutup.
Kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke Hotel untuk beristirahat dan esok hari kami akan melanjutkan perjalanan menuju ke yayasan milik eyang Darmo.
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan kami semua tidur karena kami merasa lelah dan sangat mengantuk, sampai akhirnya supir taksi online membangunkan kami.
" Pak..Pak..bangun kita sudah sampai."
Kata supir taksi online tersebut membangunkan papa. Setelah papa bangun, papa pun membangunkan kami. Kami bangun dan keluar dari mobil. Papa memanggil Karyawan hotel untuk membantu membawakan barang barang ke kamar kami. Kami langsung masuk dan mengambil kunci kamar di loket. Papa sudah memesan kamar hotel dari sebelum kami berangkat.
Papa memberikan satu kunci kepada mama dan satu kunci lagi di bawa oleh nya. Kami langsung berjalan menuju lift untuk pergi ke kamar kami masing-masing Papa dan ka'Adit berpisah kamar dengan kami tetapi kamar mereka berada tepat di depan kamar kami.
Setelah keluar dari lift kami pun langsung menuju kamar kami masing-masing.
Aku langsung merebahkan diri di atas kasur yang empuk.
" Mah nama hotel ini apa ? "
Tanyaku pada mama.
" Nama hotel ini adalah Samudera hotel, emang kenapa? "
Jawab mama dan kembali bertanya kepada ku.
" Hotelnya besar ya ma. "
Jawab ku kepada mama. Ka Haura sudah terlelap di samping ku aku pun yang melihatnya ikut terbawa ke alam mimpi (Tertidur).
__ADS_1