![Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]](https://asset.asean.biz.id/bernapas-di-dua-alam--sedang-revisi--.webp)
" Pa, emang aku mau di pindahkan ke sekolah mana? "
Tanyaku pada papa.
" Papa mau pindahin kamu ke yayasan eyang Darmo di Yogyakarta, kamu gak keberatan kan? "
Jawab papa.
" Aku gak keberatan kok pa. "
Jawab ku sambil mengambil bingkisan yang di berikan oleh Bu Katrina tadi.
" Emangnya apa nama yayasan eyang Darmo pa? "
Tanyaku sambil membuka bingkisan tadi.
" Nama yayasannya Rumah Batin. Di situ kamu bisa bertemu dengan teman teman yang memiliki kemampuan yang sama seperti mu. "
Jawab papa sambil menyetir mobil dengan fokus.
" Wah, Bagus banget. "
Aku kagum melihat bingkisan kotak dari ibu Katrina, dia memberikan aku kalung hitam berliontin mutiara bening, serta gelang dan cincin.
" Keren kan, kalau kamu bisa ketemu dengan teman teman yang memiliki kemampuan khusus seperti kamu. "
Papa mengira aku takjub karena cerita.
"Pah keren banget bingkisan dari ibu Katrina."
Aku pun menunjukkan kalung, gelang dan cincin yang diberikan oleh ibu Katrina kepada papa melalui spion tengah mobil, Papa lalu melihatnya.
" Oh, kamu bilang waw karena itu, papa pikir kamu takjub dengan cerita papa. "
Kata papa setelah melihat ku.
" Emangnya papa cerita apa? "
Tanyaku padanya.
" kamu tu ya kebiasaan. "
kata papa dengan ekspresi wajah kesalnya.
" Ya maaf pa, kan aku penasaran sama isi bingkisan kotak ini. "
Jawab ku dengan manja.
" Ya udah, tadi papa cerita kalau kamu itu bisa ketemu dengan teman teman yang memiliki kemampuan khusus sepertimu di yayasan milik eyang Darmo. "
__ADS_1
Jelas papa kepada ku.
" Apa namanya yayasannya pa? "
Tanya ku lagi kepadanya.
" Rumah Batin. "
Jawab papa dengan singkat.
Kami pun berbincang bincang di dalam perjalanan, aku tertarik dengan yayasannya milik eyang Darmo. Aku pun menyetujuinya, aku akan tinggal dan sekolah di sana.
Aku merasa tidak sabar untuk bertemu dengan teman yang memiliki kemampuan sama seperti ku. Aku bercerita dengan papa di sepanjang perjalanan menuju pulang. Topik pembicaraan papa sangat menarik dan membuat ku beralih dari kesedihan akibat perpisahan ku dengan key tadi di sekolah.
Kami pun tiba di rumah, aku keluar dari mobil sambil membawa bingkisan kotak tadi.
" Huh. "
Desah ku. Aku melepaskan beban pikiran ku dan membuang diri ke atas sofa ruang tamu.
Aku pun berpikir untuk mencoba aksesoris yang di berikan oleh Bu Katrina. Aku membuka kotaknya dan tak sengaja surat pun jatuh dari dalam kotak itu.
" Surat apa ini. "
Aku mengambilnya lalu membaca tulisan di yang tertera di luar amplop
" ini nama mama, tapi kenapa surat itu jatuh dari kotak bingkisan tadi. Apa mungkin ibu Katrina mengenal Mama? "
Aku bingung dengan surat itu.
" Eh bi. "
Aku menghentikan langkah bi Tatik.
" Ya non, ada apa? "
tanya bi Tatik kepadaku.
" Bi, mama di rumah gak? "
Aku bertanya kepada Bi Tatik apakah mama berada di rumah. Dia pun menjawab.
" Iya, Ibu Ajeng ada di kamarnya. "
Jawab Bi Tatik.
" Makasih ya bi. "
Aku lalu menuju ke kamar ku untuk mengganti baju dan setelah ganti baju, aku pun langsung menuju kamar mama membawa Amplop surat yang bertuliskan nama mama di situ.
__ADS_1
" Tok Tok Tok. "
Aku mengetuk pintu kamar mama.
" Krek. "
Mama membuka pintu.
" Ada apa nak? "
Tanya Mama kepada ku.
" Oh Airin tadi kan dapet bingkisan dari wali kelas ma, terus pas Airin buka kotaknya, tiba tiba amplop surat ini jatuh dari dalamnya, pas Airin ambil eh ada nama mama di sini. "
Aku menjelaskan kronologi ku saat menemukan amplop surat tersebut dan memberikan amplop itu kepada mama.
" Katrina? Kaya pernah denger. "
Mama mencoba untuk mengingat nama itu, dia merasa pernah mengenali nama itu.
" Mah Airin balik ke kamar dulu ya. "
Aku lalu meninggalkan Mama dan langsung menuju ke kamar ku.
" Dek, kamu kok gak siap siap? "
ketika aku melewati ruang tamu, Ka Adit menghentikan langkah ku menuju kamar dengan pertanyaan nya.
" Siap siap untuk apa ka'? "
Aku bertanya balik kepadanya.
" Huh, bukannya papa udah kasih tau ke kamu kalau malam ini kita bakalan berangkat ke Yogyakarta untuk ngantar kamu ke yayasan eyang Darmo. "
Jawab ka'Adit.
" Papa sih bilang kalau aku bakalan pindah ke yayasan eyang Darmo di Yogyakarta, tapi papa gak bilang kalau ternyata kita bakalan pergi malam ini. "
Jawabku kepada ka'Adit.
" Ya udah deh kamu siap siap sekarang udah jam setengah tiga sore, tiga jam lagi kita bakalan berangkat ke bandara. "
Ka'Adit menyuruh ku untuk bersiap-siap. Aku mengangguk kepadanya dan langsung melanjutkan langkahku menuju kamar.
Aku sangat senang dan tidak sabar lagi ingin bertemu dengan teman teman yang memiliki kemampuan khusus sepertiku. Tetapi di sisi lain aku masih sedikit sedih karena aku hanya berpisah dengan key.
ILUSTRASI YAYASAN RUMAH BATIN MILIK EYANG DARMO.
__ADS_1