Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]

Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]
Chapter.9 " Terbongkarnya kasus Tom "


__ADS_3

" Rin ini Tante Eli, dia istrinya om Bram. "


papa mengenalkan Tante Eli kepada ku.


" Ya kalian pasti cocok, Eli ajaklah Airin keliling bersama mu di halaman belakang rumah, tunjukkan Airin koleksi tanaman mu, dia sangat menyukai bunga mawar. "


Bram menyuruh Eli membawaku keliling halaman belakang rumahnya.


" Ayo ikut dengan tante!!! "


Aku berdiri dari sofa dan Eli memegang tanganku dan hendak menuntunku menuju halaman belakang rumah nya atau taman


" Pa aku pergi bareng Tante dulu ya pa. "


Aku berpamitan dengan papa.


 


Dan kami pun berjalan menuju taman sambil bercerita tentang hobi kami yang sama, yaitu kami hobi mengoleksi tanaman.


kamipun duduk di kursi taman dan aku mulai mengalihkan pembicaraan ke kisah tentang hubungan Eli dan Tom


 


" Tante sebelum aku mau minta Tante untuk tenang dan tidak marah, oke!!! "


sebelum aku menanyakan tentang Tom aku memintanya untuk tenang.


" waduh kenapa nih kaya serius banget "


Dia menjawab dengan sedikit tertawa tegang.


" Tom adalah suami pertama Tante kan? "


Aku memulai pembicaraan tentang Tom. Dan Eli pun langsung berdiri, dan kukira dia hendak memarahi ku dan berbalik badan menghadap ku.


" Dari mana kamu tau tentang itu, Apakah kamu pernah bertemu dengannya? "


Eli bertanya dengan nada yang agak tinggi dan aku tau itu adalah nada kekesalannya.


" Ya Tante aku pernah bertemu dengannya. "


Jawabku dengan lembut.


" Oke apa pun cerita mu tentang Tom, nggak usah di bahas lagi ya Rin itu gk penting, kita bicara yang lain aja yuk. "

__ADS_1


Dia seperti memendam rasa benci tapi rindu, aku bisa melihatnya.


" Ini penting, asal Tante tau Tom itu di fitnah oleh suami Tante sekarang, Bram dialah yang telah melakukan ini semua,bdia telah memfitnah dan membunuh Tom. "


Aku berdiri dari kursi taman dan berbicara dengan nada lantang atau aku membentak Eli.


" Eh kok kamu bentak Tante, kamu gk usah sok tau bocah "


Dia balik membentak ku dan menaparku dengan keras sehingga aku terjatuh ke kursi taman dengan posisi miring atau tertidur dan kepalaku terpentok ke tempat tangan kursi yang berbahan besi.


Papa dan Bram pun keluar karena mendengar suara pertengkaran singkat kami.


"Airin!!!!"


Papa teriak karena khawatir dengan kondisi ku yang terbaring di atas kursi taman dan kepalaku berdarah. El menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan nya, ia menyesali perbuatannya. Angin berhembus kencang, Awan berubah menjadi hitam. Papa hendak menghampiri ku dan pada saat itu Tom berada di belakang Eli dan dengan cepat merasuki tubuh ku. Melayang tinggi di jauh dari tanah dan aku terbang tepat di atas kursi taman tadi.


" Eli semua yang di katakan Airin tadi benar! "


Aku dalam keadaan dirasuki oleh Tom. Berbicara dengan suara laki laki.


Semua terheran melihat aku melayang dan berbicara dengan suara Tom.


"Jangan kamu percayai kata setan itu "


" Bram!!!!! "


Eli teriak dan angin masih berhembus kencang.


"Jangan kau khawatir kan pembunuhan itu "


Tom berbicara dengan penuh amarah.


" Kamu yang tidak akan aku percaya, karena kamu adalah setan. "


Eli teriak.


"Jika kamu tidak percaya, kamu boleh tes DNA kerangka tulang ku "


Setelah itu bangku taman tersebut terbang dan tanah yang berada di bawah bangku tersebut terbelah dan di dalamnya ada Tengkorak. El teriak dan papa cepat cepat menangkap ku agak tidak terjatuh ke dalam belahan tanah yang berisikan Tengkorak dari mayat Tom. Bram pingsan dan Eli tidak jadi menghampiri Bram.


" Tom...!!!!!! "


Eli teriak dan aku sudah mulai tidak sadarkan diri.


Saat aku terbangun aku sudah ada di sofa rumah milik Bram. Aku sedang di periksa oleh beberapa Dokter. Aku pun duduk dan melihat sekeliling, papa berada di dekatku dia menelfon ka' Adit untuk segera menjemput kami. Aku melihat disini penuh dengan polisi yang mungkin menyelidiki kasus Kerangka tengkorak Tom. Dan aku melihat Bram di angkut oleh petugas Ambulans karena dia terluka parah.

__ADS_1


"Airin maafkan tante."


Dia datang menghampiri ku dan merangkul ku


"Ya ten, Tante gk salah kok."


aku menjawab nya dengan sopan


"Tan tom ingin berbicara dengan Tantang sekarang,Tante pergi ke ruang sunyi sekarang."


Tom yang memperintahkan ku untuk menyuruh El keruangan yang sunyi. Eli pun langsung menuju ke mana aku tidak tahu.dan misi pertama ku telah selesai. Tak lama kemudian ka' Adit datang menjemput kami , awalnya aku berpikir,aku akan di bawa pulang ternyata aku di bawa kerumah sakit untuk dirawat inap.


Hari ini sangat melelahkan, aku kerasukan dua kali di hari ini, dan besok aku harus menghadiri kantor polisi untuk menyelesaikan dua masalah sekaligus. Yang pertama adalah masalah tentang Rahma dan cs nya, kedua ada kasus si Bram.


setiap kasus itu, memiliki saksi yang kuat bahwa aku tidak melakukan tindak kriminal. papa Juga sudah mengumpulkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa aku tidak melakukan tindak kriminal, mulai dari rekaman sisi TV dan beberapa orang yang menyaksikan dengan langsung kejadian itu.


 


"Hi Rin, Terimakasih telah membantu menyelesaikan masalahku, kini aku bisa pergi dengan tenang, jaga dirimu baik baik ya!!!".


Tom berpamitan dengan ku,dan melambaikan tangannya kepada ku.


"TOM.......!!!!!!"


Aku terbangun dan merasa sangat sedih,aku merasa kehilangan seseorang sahabat yang ku cintai. Itu terasa sangat nyata. Aku tidak ikhlas atas kepergiannya.


"Hi Airin, namaku Belia Sarah,aku adalah sosok yang harus kamu bantu selanjutnya."


Tiba tiba ada sosok wanita yang hadir di samping ku, aku duduk di atas kasur pasien dan meresponnya dengan menganggangguk


dan tersenyum.


 


Aku melihat papa dan ka' Adit tertidur pulas di sofa Ruangan tempat aku di rawat. Aku memandangi wajah mereka dan berpikir bahwa mereka adalah pahlawan bagi ku,mereka selalu hadir di setiap aku membutuhkan mereka.


"Rin aku akan kembali pada saat kamu pilih nanti"


sosok hantu wanita itu tersenyum dan menghilang secara tiba-tiba.


"Jangan merasa lega, karena kamu baru menyelesaikan satu masalah saja, Masih ada enam lagi yang harus kamu selesaikan."


Suara sosok wanita misterius itu terdengar lagi, dia menginginkan bahwa masih banyak lagi rintangan yang akan aku hadapi.


 

__ADS_1


__ADS_2