Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]

Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]
Chapter.28 " Prahara kembali terjadi "


__ADS_3

" Rin bangun, bangun nak! "


Mama membangunkan ku yang terbaring pingsan di atas panggung.


Aku pun mendengar suara mama dan mencoba untuk membuka mata dengan perlahan.


" Ma,ayo kita pergi dari hotel ini! "


Kataku kepada mama setelah aku membuka mataku, Aku melihat mama, papa, ka'Adit dan ka'Haura yang memandangi ku dengan ekspresi wajah yang khawatir.


" Iya nak, kita pergi ya "


Jawab mama dengan singkat.


Aku melihat wajah mama yang penuh dengan kekhawatiran seorang ibu, dia menangis melihat keadaan ku, Aku terlihat pucat dan sekujur tubuhku basah kuyup, aku tidak tau apa yang menyebabkan aku basah kuyup seperti ini.


" Pah, angkat Airin ke kamarnya. "


Mama pun meminta papa untuk membawaku ke kamar yang kami tempati. Papa pun menghampiri ku lalu mengangkat ku untuk membawa ku ke kamar.


Pada saat aku di angkat oleh papa, aku melihat ke sekeliling ku, aku melihat orang orang yang menginap di hotel ini berkerumun menyaksikanku dengan tatapan aneh mereka, mereka saling berbisik satu sama lain. Sedangkan disisi lainnya, wanita berpakaian hijau dengan rambut yang di sanggul pun ikut menyaksikan ku bersama kerumunan orang-orang tadi. Aku tau kalau sebenarnya mereka bukanlah manusia. Mereka adalah makhluk gaib penunggu hotel ini, mereka juga pengawal dari ratu pantai Selatan yang menghuni kamar dua kosong delapan.


Sepanjang perjalanan menuju kamar aku pun kembali pingsan.


" krek. "


Mama membuka pintu kamar. Papa pun masuk kedalam kamar dan bertanya kepada mama.


" Mah langsung di tidurkan di kasur? "


Papa bertanya kepada mama, apakah papa langsung menidurkan aku di kasur dengan keadaan basah kuyup seperti ini.


" Bawa ke kamar mandi pah, ada yang harus mama urus. "


Jawab mama.

__ADS_1


Papa langsung masuk dan membawa ku ke kamar mandi dan meletakkan ku ke dalam Bathup kamar mandi. Setelah itu papa pun keluar meninggalkan ku bersama mama di dalam kamar mandi.


" curr. "


Mama mengisi Bathup dengan air hangat yang keluar dari keran. Mama memandikan ku sambil menyanyikan sebuah lagu yang belum pernah aku dengar sebelumnya.


Lingsir wengi sliramu tumeking sirno


Ojo Tangi nggonmu guling


awas jo ngetoro


aku lagi bang wingo wingo


jin setan kang tak utusi


dadyo sebarang


Wojo lelayu sebet...


" Ada apa, mengapa kamu memanggil ku? "


Tanya sosok menyeramkan tadi kepada mama.


" Lepaskan anakku, jangan kamu ganggu dia lagi. "


Jawab mama dengan nada tinggi, mama memarahi sosok itu.


" Ha Ha Ha Ha. "


sosok itu tertawa lepas dan membawa ku tenggelam kedalam Bethup.


" Jangan bawa anakku. "


Teriak mama dengan kencang. Mama langsung menghampiri Bathup, dia memegang tanganku dan berusaha menarik ku dari rangkulan sosok itu.

__ADS_1


" Tolong! "


Teriak mama dengan kencang.


" Dor Dor. "


Papa, Ka'Adit dan ka'Haura yang mendengar teriakkan mama langsung mencoba untuk membuka pintu kamar mandi yang terkunci. padahal pada awalnya mama tidak mengunci pintu kamar mandi itu.


" Ma, buka ma. "


Kata papa dengan nada khawatir.


Dalam keadaan yang menegangkan, pikirkan mama pun melayang layang sehingga mama melepaskan genggaman tangan nya dari tangan ku untuk membuka pintu kamar mandi yang terkunci.


Pada saat mama membuka pintu kamar mandi, pintu itu pun terbuka dengan mudahnya. Papa dan yang lain pun masuk dan bertanya.


" Mana Airin? "


Tanya Papa dan kedua Kaka ku. Mama pun menoleh ke arah Bathup.


" Ini tidak mungkin. "


Kata mama setelah melihat ke arah Bathup. Dia melihat Aku sudah menghilang dari dalam Bathup, dia tau bahwa aku menghilang di bawa oleh sosok tadi.


Mama pun menghampiri Bathup dan mengobok-obok air Bathup, dia menangis sejadi jadinya.


" Seharusnya aku tidak melepaskan tangannya. "


Kata mama sambil menoleh ke arah Papa dan kedua Kaka ku. Mama merasa menyesal dan sangat terpukul, dia pun akhirnya pingsan di lantai kamar mandi.


Papa mengangkat mama keluar dari kamar mandi dan menidurkan mama ke atas kasur.


" Ma, bangun ma. "


Ka' Haura menangis di samping mama, Papa keluar dari kamar untuk menghubungi pihak hotel.

__ADS_1


Sedangkan ka'Adit memikirkan apa yang terjadi kepada ku dan kemana aku pergi. Hingga akhirnya, ka'Adit pun teringat dengan sosok eyang Darmo. Dia pun segera menghubungi Eyang Darmo dan meminta Eyang Darmo untuk datang ke hotel ini. Eyang Darmo pun menerima permintaan ka'Adit dan langsung bergegas pergi menuju Hotel yang kami tempati saat ini. setelah Ka Adit menutup telepon nya dia pun mendekati ka' Haura yang sedang menangis, ka Adit pun memeluknya untuk menenangkan pikiran ka' Haura.


__ADS_2