![Bernapas Di Dua Alam [Sedang Revisi ]](https://asset.asean.biz.id/bernapas-di-dua-alam--sedang-revisi--.webp)
" Udah nyampe nih nak, yok turun. "
Kata papa. Papa juga ikut turun. Aku heran, kenapa papa ikutan turun.
Setelah turun dari mobil aku mendekati papa dan bertanya.
" Pah kok papa ikutan turun?
Dia langsung melihat ke arah ku.
" Apa salahnya? "
Jawab papa sambil tersenyum dan mengangkat dua pundaknya. Aku menggeleng dan tersenyum melihat papa.
" Pah kejadian yang kemarin gak bakalan terulang kok! jadi papa ke kantor aja kerja gak usah jagain aku kaya bodyguard. "
kata ku kepada papa.
" Hem, apa? siapa bilang Papa turun buat jadi bodyguard kamu? "
Kata papa dengan coll. Wajah tampannya membuat ku tersenyum, di tambah lagi dengan jawabannya yang coll.
" Terus, ngapain papa ikut turun? "
Tanya ku sambil berjalan bersama papa menuju kantor sekolah.
" Papa ikut kamu buat ngurus surat pindah kamu nak, papa ngajak kamu ke sekolah untuk menyuruhmu berpamitan dengan kepala sekolah dan para guru. "
Jawab Papa dengan detail. Jawabnya membuat langkah ku terhenti dan tertinggal olehnya beberapa langkah. Setelah Papa menyadari bahwa aku tidak berjalan di sampingnya, dia pun langsung berbalik badan dan melangkahkan menghampiri ku.
" Nak ini demi kebaikan mu! "
Kata Papa sambil mengangkat pandangan ku yang sebelumnya tertunduk dan menangis. Papa mengusap air mata ku.
" Gak perlu nangis Gadis ku, apa yang mau kamu tangisi? "
Tanya papa pada ku.
" Pa! Airin barusan aja masuk ke sekolah ini, dan Airin juga belum ngerasain pelajaran di sekolah ini Pa! Terus kenapa Airin harus pindah pa? "
Keluh ku kepada papa.
" Nak, kejadian kemarin itu bukan kejadian biasa, coba kamu angkat pandangan mu! dan pendang lah orang orang di sekitar mu! mereka membicarakan mu nak. "
Jawab papa. Aku mengangkat pandangan ku dan melihat ke sekeliling ku. Papa benar, mereka semua melihat ku dengan pandangan aneh, dan saling berbisik satu sama lain. Setelah aku melihat sekelilingku aku pun berhenti menangis dan mengusap air mata ku.
" Ayo nak. "
Papa memegang tangan ku dan membawa ku melangkah menuju kantor.
__ADS_1
" Tok.. Tok.. Tok.. "
Papa mengetuk pintu kantor.
" Siapa? "
Terdengar suara wanita yang merespon ketukan pintu.
" Saya Bu, Pak Nathan, wali dari murid yang bernama Airin Kanyasara. "
Jawab papa kepada wanita tadi.
" krek "
Wanita itu membuka pintu.
" Oh pak Nathan, silahkan masuk pak. "
Wanita itu mempersilahkan kami untuk masuk.
" Rin!! "
Suara teriakkan seorang gadis, sepertinya aku mengenalnya. Aku pun berbalik badan dan melihat gadis itu, ternyata dia adalah key. Aku langsung menatap papa dan berkata.
" Pah, aku ke situ gk? "
Tanyaku kepada papa.
Papa tanya balik kepada ku, dan aku langsung menjawab bahwa aku ingin menemui key sekalian berpamitan. Papa pun mengizinkan ku dan aku langsung berlari menghampiri key.
" Hi Rin, kamu apa kabar? "
Tanya key kepada ku.
" kabar ku baik kok! kalau kamu gimana? "
Jawab ku dan bertanya balik.
" Aku juga sehat sehat aja nih, ngomong ngomong kok kamu berangkatnya pas jam istirahat sih? "
Dia bertanya lagi kepada ku.
Aku pun langsung menundukkan pandangan ku dan mulai meneteskan air mata.
" Rin, kok lu malah nangis? Gwe salah nanya ya? "
Key terlihat merasa bersalah dan juga ikut bersedia.
" Kita duduk dulu yuk, cari tempat yang tenang. "
__ADS_1
key mengajak ku ke tempat yang lebih tenang dan sepi. Kami berjalan melewati kerumunan murid yang asik membicarakan kasus yang terjadi padaku. Mungkin papa memang benar, sebaiknya aku pindah dari sekolah ini.
" Eh kalian bisa jaga mulut gak sih? "
Key membentak kerumunan orang yang sedang asyik membicarakan ku. Mereka langsung diam dan menjauhi kami.
" Ayo guys kita cabut, temennya iblis marah!
Kata salah satu lelaki yang ku rasa dia sangat membenciku, dia mengajak kerumunannya untuk pergi menjauhi ku.
" Apa lu bilang!!"
Key pun marah kepada lelaki tadi, dia marah karena dia di sebut teman iblis. Dia hampir saja mendatangi lelaki itu untuk menghajarnya, tetapi aku lebih dulu mengentikan amarahnya.
" Udah gak usah di tanggapin! "
Kata ku untuk menenangkannya.
" Tapi dia udah kurang ajar Rin! "
Jawabnya dengan kesal.
" Udah, yuk kita duduk dulu. "
Aku mengajaknya duduk di bangku yang berada dibawah pohon dan mulai bercerita kepada key.
" Key, sebenarnya aku datang untuk pergi. "
Aku memulai pembicaraan.
" Maksudnya apa ya? Gwe gak ngerti. "
Key langsung mengalihkan pandangannya dari ku. Sepertinya key tau kalau aku akan pindah dari sekolah ini.
" Key, kamu lihat kan? tadi mereka ngomong aku, itu berarti mereka nggak suka dengan kehadiran ku, maka dari itu hari ini aku datang untuk pergi jauh dari sekolah ini. "
Aku menjawabnya sambil menahan air mata dan tetap tegar.
" Maksudnya kamu mau pindah? "
key mulai meneteskan air mata. Aku mengangguk menjawab untuk menjawab pertanyaan key. Dia langsung memelukku dengan erat air mata ku tak terbendung lagi, aku tak kuasa menahan air mata ku.
" Pergilah Rin! pergilah jauh dari sekolah ini, carilah tempat yang lebih tenang dan jangan pernah kamu lupain aku. "
Key langsung pergi melepaskan pelukannya setelah mengucapkan kata itu. Dia berlari sambil menangis meninggalkan ku di bawah pohon. Aku tau kesedihan yang key rasakan karena aku pun merasakannya.
Memang, kami belum lama bersahabat. Tetapi entah kenapa perpisahan ku dengan nya terasa seperti berpisah dengan orang yang sudah lama aku kenal. Aku merasa sangat sedih dan ingin rasanya untuk tetap berada di sekolah ini demi key, namun itu tidak akan terjadi. Ini demi kebaikan ku, Aku datang untuk pergi ketempat yang lebih tenang.
" Jangan khawatir key, aku akan menghubungi mu dan sesekali berkunjung ke rumah mu. "
__ADS_1
Kataku sambil menangis, aku berbicara sendiri, setelah itu aku berdiri dari tempat duduk ku dan segera mengusap air mata ku lalu aku langsung pergi ke perkiraan dan langsung masuk ke dalam mobil. Aku merasa lebih tenang menunggu papa di dalam mobil.