
"hei kalian,"
Lepaskan tangan kotormu itu pada temanku ucap orang yang baru datang.
Lalu orang itu menoleh pada suara yang memanggilnya.
Kenapa, apa dia temanmu, lalu orang yang dia pegang kerah bajunya dia lempar begitu saja, preman itu semuanya ada bertujuh.
Di dalam gang kecil, mereka semua sedang memalak seorang anak SMP yang tidak tau bela diri sama sekali, dan tiba-tiba temannya datang yang sedari tadi membuntuti mereka.
Wah, bocah kecil, apa kau ingin menjadi pahlawan kesiangan sambil berkata, siapa namamu.
"Namaku Futari. Orang yang akan menghajar kalian karena telah berani menyentuhkan tangan kotormu pada temanku".
Dengan bangganya dia membusungkan dadanya dengan sedikit bibir sebelah terangkat.
Futari maju dengan langkah yang sangat gagah berani, meski dia bisa menghajar semuanya, tapi tampa dia sadari dia telah di tikam dari belakang, perlahan tenaganya mulai melemah dan terjatuh.
Aduh.!
Kepalaku sakit sekali, diapun menghalangi pandangannya pada matahari karena silau.
"Di mana aku ini, sial, apa aku mati".
Eeh.
Apa ini, ini bukan tanganku sambil memegang wajahnya dengan badannya sambil berkata, ini bukan tubuhku.
Sambil termenung dia memikirkan sesuatu sebelum dia di tikam seseorang, yang membuat dia heran kenapa dia masih hidup.
"Apa aku lagi bermimpi gumamnya," kenapa padang rumputnya di sini sangat nyaman dan pemandangan di sini sangat-sangat indah, rasanya aku jadi mengantuk, apa aku di surga, tidak, tidak, tidak.
Lalu dia berbaring menutupi matanya sambil merasakan angin sepoi-sepoi tampa dia sadari diapun mulai tertidur.
Lalu ada seorang gadis mendatanginya.
"kak Yujin,kak Yujin, bangun, kenapa kau tidur di sini," ucap gadis itu.
Gadis itu mengusap air matanya sambil menggoyang-goyangkan badan Yujin.
Yujin pun bangun sambil menatap gadis itu tanpa berkata sepatah katapun.
Ibu dan ayah selalu mencarimu selama ini, bahkan ibu sekarang sakit karena memikirkanmu.
Ayo pulang, gadis itu menarik Yujin yang masih saja linglung, dia tidak tahu harus berkata apapun.
kau siapa.?
Terus kita mau pulang, emang mau pulang kemana ucap Yujin yang masih tidak mengerti.
Lalu gadis itu berhenti dan melepaskan tangan Yujin.
"Apa kau sakit, aku adikmu Hima, Himawari".
Gadis itu memegang kepalanya sambil berkata, kau tidak sakit, apa kau hilang ingatan.
Eh.!
Maaf, aku belum mengenal wajahmu dengan benar tadi, aku sangat mengantuk soalnya, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum.
__ADS_1
Yujin pun membuat alasan agar dia tidak di curigai.
Aku ikut saja agar tidak di curigai, sepertinya aku telah berpindah alam atau di sebut Reinkarnasi.
Yujin mulai mengerti situasinya, sambil berjalan pulang dengan Himawari, dia mulai berpikir selama perjalanan.
Apa yang harus aku lakukan jika orang tua anak ini curiga padaku.
Tiba-tiba kepala Yujin merasakan sakit yang teramat sakit.
Aduh.!
Aduh.!
Kepalaku sakit sekali ucapnya
"Kau kenapa kak Yujin.?"
Kepalaku sakit sekali kata Yujin. Tiba-tiba yujin pingsan.
Himawari pun berteriak sambil menggoyang-goyangkan badan yujin.
Himawari berteriak minta tolong pada warga, dia lari kesana sini seperti orang yang taktau harus pergi kemana, Himawari menangis terus menerus karena dia sangat khawatir pada Yujin.
Yujin sekarang seperti sedang bermimpi, dia melihat semua kejadian tentang anak yang bernama Yujin, dia melihat bahwa dia sedang di kejar-kejar goblin dan terbunuh oleh beruang, sekilas cahaya menyelimuti tubuhnya dan menghilang.
Aduh.!
Kepalaku masih sakit ucapnya.
Di mana aku ini, Yujin pun kaget karena dia langsung di peluk.
Dia merasakan kehangatan pelukan seorang ibu yang sedari dulu ingin dia rasakan, Yujin mulai menangis karena mengingat masa lalunya yang kelam, setiap orang bisa menggenggam tangan ibunya tapi dia tidak bisa di karenakan orang tuanya bercerai dan dia hanya tinggal di rumah pamannya yang menganggap dia sudah seperti anak sendiri, tapi yujin sadar, pelukan ibu akan selalu lebih hangat di karenakan merekalah yang melahirkannya.
Nak kamu sudah bangun.
Sambil memeluk Yujin diapun menangis terisak-isak.
"Maafkan aku buk telah pergi begitu saja".
Tidak, ibu yang salah karena tidak menuruti permintaanmu, kamu istirahat saja, ibu sudah menyewa semuanya.
Ibu menyewa apa, terus ayah di mana,
Ayahmu sedang mencari satu orang lagi, jadi mulai sekarang kau tidak perlu ke kota untuk menjadi orang hebat.
Yujin tampak linglung, dia tidak mengerti sama sekali, tiba-tiba dia mengingat ingatannya anak itu lagi.
Tidak usah buk, aku sudah hebat, ibu tidak perlu menyewa orang lagi ucap Yujin sambil tersenyum.
Ibu tidak mengerti denganmu nak, kamu pergi dari kampung selama enam bulan, kenapa kau tidak mau, bukannya kau bercita-cita menjadi pahlawan.
Sudah-sudah, kamu istirahat saja tidak lama lagi ayahmu pulang.
Tidak, aku sudah tidak apa-apa, aku hanya lapar ucap yujin.
Ibunya yujin pun pergi menyiapkan makanan untuk yujin.
Hima, sini sebentar.
"Kenapa kak yujin".
__ADS_1
Kenapa kau tidak sekolah, apa kau tidak masuk.
Eh, sekolah, bukannya kita tidak pernah sekolah ucap Hima.
Hima pun terheran, hanya dia yang menyadari bahwa Yujin sekarang bukanlah Yujin yang dulu, cuman dia tidak mempermasalahkan, dia hanya merasa bahwa Yujin hanya hilang ingatan sedikit, cuman satu yang dia syukuri bahwa Yujin tidaklah kenapa-napa.
Kak Yujin, bisik Hima, yang bisa sekolah itu cuman bangsawan, orang punya uang atau orang kota, kita hanya orang desa ucap Hima.
Yujin pun tersenyum pada Hima, Hima semakin yakin bahwa Yujin hilang ingatan.
Aku hanya bercanda ucap yujin.
Pasti kau mengira bahwa aku hilang ingatan.
Hima hanya mengangguk memegang kedua tangannya sambil menunduk.
Tenang saja, aku baik-baik saja ucap Yujin untuk menutupi kebohongannya.
Kamu tidak tau aku pergi selama enam bulan ini kan.
"iya ucap Hima".
Mulai besok aku akan mengajarkanmu membaca dan menulis ucap Yujin.
Emang kak Yujin bisa ucap Hima yang sangat gembira.
Iya kakak serius sambil Yujin berdiri dari kasurnya dan mengusap-usap kepala Hima.
Mulai sekarang kakak janji, kita akan selalu hidup bahagia, tidak akan aku biarkan orang kota itu berbuat seenaknya.
Nak, sini makan, ibu simpan di meja, kalau selesai makan terus saja istirahat, teriak ibu Yujin.
Iya buk ucap Yujin.
Hima kakak makan dulu yah, apa kau mau ikut dengan kakak makan.
Tiba-tiba ibunya masuk ke kamar Yujin.
Sepertinya kalian sudah makin akrab saja ucap ibunya.
"Iya buk".
Ketika Yujin hendak keluar Hima menarik tangan Yujin.
Kak Yujin, Hima minta maaf karena selama ini aku tidak mempercayai cita-cita kak Yujin selama ini, sambil menundukkan kepala Hima pun menangis.
Yujin memeluknya dan mengusap kepalanya Hima, tidak apa-apa, karena yang aku lakukan ini bukan untuk kita saja, tapi untuk desa kita juga, jika kekuatanku di butuhkan dunia, maka dunia ini pun akan aku selamatkan ucap Yujin.
Ibunya hanya tersenyum di depan pintu, diapun melangkah pada putra putrinya yang selalu bertengkar sambil memeluk mereka berdua, selama Yujin di desa dia tidak pernah berbaikan dengan adiknya sendiri, hingga Yujin pergi dari desa dan di situlah Hima merasa kalau dia telah kehilangan seorang kakak, kini mereka berdua berbaikan setelah Yujin kembali.
Tepat ketika Yujin hendak mengambil makanannya Ayahnya datang dari kota.
"Aku pulang".
Yujin, apa itu kamu, sambil mengusap matanya yang seakan tidak percaya.
Iya, ini aku Ayah ucap Yujin.
Ayahnya mendatangi Yujin dan mereka berpelukan, mereka seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga.
"Kini mereka berkumpul lagi".
__ADS_1
Bersambung...