Betsu No Sekai

Betsu No Sekai
Bab 05. Kalian Bisa Mengambil Nyawaku


__ADS_3

Ayumi berlari memeluk Yujin karena takut Yujin kenapa-napa, ayahnya juga khawatir, sembari berjalan menuju Yujin dia berkata.


Sebaiknya kau minta maaf nak, pasti mereka akan memaafkan kau ucap ayah Yujin agar dia mau berubah pikiran.


Sebaiknya kau bersujud meminta maaf, sebelum pertandingan ini di mulai ucap Kitora,


Sedangkan Regon mengatakan hal yang berbeda.


Apa yang sebagai taruhannya ucap Regon.


Sudah pasti Regon tidak akan memaafkan Yujin begitu saja.


Lalu Yujin mendengar perkataan mereka berdua, para master berdiskusi, yang satu tidak mau memaafkan karena dia tidak ingin harga dirinya di injak-injak, sedangkan yang satu masih tenang, dia hanya berfikir bahwa kekuatan Yujin sangat lah misterius, dia hanya tidak mau menjadi seperti gunung yang hilang seketika.


"Baik lah," ucap Yujin.


Sebelum kita mulai, aku akan mengatakan sesuatu ucap Yujin.


Yang pertama, aku tidak akan meminta maaf apa lagi untuk bersujud di depan orang yang sudah aku anggap musuh ucap Yujin memastikan.


Dan yang kedua, kalian bisa mengambil nyawaku ucap Yujin lagi.


Tapi, jika aku menang, apa yang bisa aku dapatkan dari kalian.


Hima mendengar itu dia menjadi panik.


Jangan tinggalkan aku kak Yujin ucap Hima sembari menggoyang-goyangkan badan Yujin.


Kau tidak perlu khawatir ucap Yujin dengan suara lembut sembari mengelus-elus kepala Hima.


Kau bisa menjadikan kami menjadi bawahan ucap Regon dengan nada yang bergetar karena tidak terima.


Menurut dia nyawa tidak bisa menyelesaikan masalah, menurut dia, masalah akan selesai jika semua keluarga mereka mati, tapi dia berfikir dia tidak ingin membunuh Yujin, tapi ingin menyiksa Yujin sampai dia mati perlahan.


Aku ke sana dulu ucap Yujin membujuk Hima, agar dia ingin melepaskan tangannya.


"Tidak mau," ucap Hima.


Ayah bawa Hima menjauh dari sini, tolong jaga Hima ucap Yujin pada Ayahnya.


Yujin pun berjalan ke depan dua master, tampa rasa takut sedikit pun.


"Kak Yujin, jangan pergi ucap Hima yang tidak ingin Yujin pergi darinya lagi".


Ayahnya hanya menahan tangan Hima, sedangkan Hima menangis sangat keras, dia tidak ingin kehilangan kakak lagi, karena itu dia berusaha ingin melepaskan tangannya.


Sudah lah nak, untuk menenangkan anak perempuannya dengan pelukan.


Tapi ayah, sambil mengusap air matanya sendiri.


Kita percayakan semua ini pada kakakmu ucap ayahnya lagi.


Apa kita boleh mulai ucap Yujin.


Lalu dia mencabut kedua pedangnya dari sarungnya, dia menghadap kan pedangnya sedikit ke atas.


Regon pun mulai mencabut pedang yang terlihat seperti tongkat dengan senyum menghina.

__ADS_1


Aku akan menyiksamu ucap Regon dengan nada yang serius.


Kitora juga mencabut pedangnya yang tersembunyi di punggungnya, yang bentuknya agak mirip dengan keris.


Sepertinya sudah tidak ada kata maaf untukmu ucap Kitora.


Karena kau sudah mencabut pedangmu ucapnya lagi.


Sedangkan pedang Yujin kembar, pedang Yujin besar di ujung sama dengan pedang ayahnya.


Aktifkan pertahanan mutlak ucap Yujin dalam hati.


"Pertahanan mutlak aktif. Selamat anda mendapatkan skill pertahanan mutlak"


Aktifkan perkuat tubuh dan pedang ucapnya lagi dalam hati.


"Perkuat tubuh dan pedang aktif. Selamat anda dapat skill perkuat tubuh dan pedang, keduanya di gabungkan. Ketsugo".


Aktifkan langkah kilat ucap Yujin lagi dalam pikirannya.


"Langkah kilat aktif. Selamat anda mendapatkan skill langkah kilat".


"Apa kah anda ingin menggunakan sihir lain master".


Spontan Yujin mengatakan dalam pikirannya, Tidak untuk saat ini.


Kau sudah bisa di ajak bicara rupanya ucap Yujin pada kepalanya sendiri.


"Anda bisa mengandalkan saya ucapnya lagi".


"Dua Lawan Satu".


Lalu kedua master tersebut melafalkan mantranya dengan suara yang terdengar oleh telinga.


"Wahai dewa tanah Lindungi tubuhku. Chijo soko, ucap Kitora"


Sihir Kitora adalah tanah, sekujur tubuhnya di lapisi tanah yang sangat padat, sehingga terlihat seperti armor terbuat dari baja.


"Wahai dewa api dan dewa lava, lindungi tubuhku dan perkuat pedangku ucap Regon mengunakan dua sihir".


Regon mempunyai tiga elemen sihir sedangkan Kitora hanga satu, api dan lava adalah satu, tapi dua unsur panas yang berbeda, api menyelimuti tubuhnya sedangkan lava menyelimuti pedangnya yang tipis dan kecil menjadi besar, sedang Healing tidak bisa di gunakan untuk menyerang.


Kedua master tersebut langsung maju dengan cepat, Kitora berlari ke depan Yujin, sedangkan Regon terbang, tubuh apinya mengeluarkan sayap Phoenix, ketika dia menyerang Yujin, Yujin menghilang dari pandangan mereka, mereka berdua berhenti seketika, kedua master tersebut membuka pendeteksi secara bersamaan.


Terlalu cepat ucap Kitora, sedangkan Regon mencoba mengimbangi kecepatan Yujin.


Yujin melancarkan serangannya pada Kitora sehingga Kitora terlempar sangat jauh, dan Regon menghampirinya.


Apa kau tidak apa-apa ucap Regon yang ingin menyembuhkan Kitora.


Aku tidak apa-apa ucap Kitora.


Berhati-hatilah ucap Kitora, untung saja aku menggunakan Chijo soko, kalau tidak mungkin aku bisa mati ucap Kitora.


Wah, tidak percuma kalian berdua menyandang nama master ucap Yujin.


kalian memang hebat ucapnya lagi.

__ADS_1


Yujin belum menggunakan semua kekuatannya, dia hanya menggunakan tiga sihir, pertahanan, perkuat dan kilat untuk percepat langkahnya.


Lalu Regon menyerang Yujin, Yujin tampa ragu menyerang balik, kedua pedang saling bertabrakan sehingga daya ledaknya sangat besar, bahkan Kitora tidak bisa mendekat, mereka berdua mundur secara bersamaan.


Pedangnya sangat berat ucap Regon dalam hati.


Tangannya agak bergetar karena kesemutan di akibatkan tabrakan tersebut.


Sebaiknya kalian gunakan kekuatan penuh kalian ucap Yujin dengan bibir terangkat sebelah.


Ini adalah kebiasaan buruk Futari, selalu meremehkan lawannya, tiba-tiba dia langsung menghilangkan senyum sinisnya.


Aku tidak akan menggunakan kebiasaan buruk ku lagi ucap Yujin dalam hati, aku harus bersikap dewasa ucapnya lagi.


Ayahnya dan Hima melihat itu sangat terkejut, terutama ayahnya, dia tidak menyangka anaknya bisa memojokkan kedua master, mengusap-usap matanya, dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Apa kakakmu memang sehebat ini ucap ayahnya pada Hima.


Sedangkan Hima hanya diam, dia sudah berhenti menangis karena terkejut, dia tidak mau mengedipkan matanya, sehingga matanya memerah dan mengeluarkan air mata, bukan karena menangis, tapi terlalu lama tidak mengedipkan mata.


Hei, hei. ucap ayahnya untuk menyadarkan Hima.


Dia pun mulai berkedip dan mengusap air matanya sembari berkata pada ayahnya.


Apa kak Yujin akan menang ayah ucap Hima karena tidak bisa melihat gerakan mereka bertiga dengan jelas.


Ayahnya hanya mengatakan, mungkin dia bisa mengalahkan kedua master itu dengan nada yang tidak yakin.


Tapi Hima tidak terlalu menghiraukan ucapan ayahnya.


Kalau itu permintaanmu ucap Regon sambil menatap Kitora.


Kitora juga menatap Regon dan mereka berdua saling mengangguk.


"Sihir gabungan ucap mereka berdua".


Mereka berdua mulai membuat serangan gabungan, tanah mulai bergetar dan naik ke atas, tanah itu di padatkan Kitora sehingga berbentuk naga.


Sedangkan Regon menyelimuti badan naga tersebut dengan lava dan mulut naga itu terbakar.


Jika dilihat dengan seksama, naga itu bersisik merah kehitaman, sedangkan mulutnya mengaum mengeluarkan api.


Yujin kaget melihat serangan gabungan itu, dia pun mulai memasang kekuatan pertahanan mutlak tiga lapis.


"Mereka berdua berteriak dengan keras. Naga lava dewa api".


Naga itu meluncur sangat cepat, sangking cepatnya naga itu seperti berteleport dan menghantam pertahanan mutlak Yujin, tiga lapis pertahanan di depannya hancur seketika dan mengenai Yujin, sehingga Yujin terlempar begitu jauh, pepohonan tumbang satu persatu.


Naga itu terus mendorong Yujin, efek kekuatan tersebut sangat besar, sehingga semua yang mengenai naga itu hancur seketika.


Yujin masih juga berusaha untuk membelokkan naga itu ke atas, lalu dia menggunakan kedua sihir yang menghancurkan gunung, sembari teriak, hiyak.


haak.


Yujin pun terjatuh dan memuntahkan darah, dia melirik kedua master tersebut sembari tersenyum.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2