Betsu No Sekai

Betsu No Sekai
Bab 12. Siapa Yang Mengizinkan Kalian Mati


__ADS_3

Regon sekarang sedang membebaskan semua para budak, dia mengambil kreta kuda milik para bangsawan, lalu dia menyuruh mereka semua untuk pergi, tepat mereka ingin pergi, ada seorang wanita yang sangat cantik, telinga yang runcing dan berambut warna abu-abu, rambutnya di kuncir kesamping membuat dia terlihat cantik.


"Siapa anda sebenarnya, kenapa anda menyelamatkan kami," ucap wanita itu.


"Wanita itu adalah seorang Elf, Namanya Greenleaf Leafa keturunan Greenleaf"


"Aku adalah kakek kedua, aku di suruh Rajaku untuk membebaskan para budak," ucap Regon.


"Kenapa nama anda kakek kedua, siapa nama raja anda, dan apa nama kerajaan anda," tanya Leafa.


"Nama itu pemberian Rajaku, itu adalah kode nama yang di berikan pada kami, kami tidak bisa menyebut nama kami, nama Raja kami Fujiwara Yujin. Dia adalah Raja Mazuzi Mura Hiro, dia sedang dalam istana dan akan menghancurkan kerajaan Saifuku," ucap Regon lagi sambil tersenyum.


"Kenapa Raja pergi begitu saja sendiri, kenapa kalian tidak membantunya," ucap Leafa lagi.


"Itulah Raja kami, dia pantas di sebut Raja karena dia lebih berani di bandingkan Raja-Raja yang lain," ucap Regon lagi.


"Maaf, aku belum memperkenalkan namaku. Namaku adalah Greenleaf Leafa, aku adalah putri dari kerajaan Elf, suatu hari nanti aku akan membalas kebaikan anda," ucap Leafa sambil memperkenalkan namanya.


"Jika anda ingin bertemu dengan Raja kami, anda bisa bertemu di medan peperangan yang akan terjadi tiga hari dari sekarang," ucap Regon.


"Baik lah, kita akan bertemu tiga hari lagi," ucap Leapa sambil berpamitan.


Setelah lama berbincang-bincang Regon berfikir sejenak sambil bergumam dalam hati.


"Hebat sekali strategi Raja Yujin, sekali melangkah dua tiga pulau terlampaui," gumamnya dalam hati dengan senyum kemenangan.


Lalu dia pergi untuk membantu Kitora, sedangkan kakek kesatu juga sudah selesai membebaskan para tahanan, dia membiarkan mereka semua memberontak sehingga para prajurit menjadi kewalahan, ketika dia ingin pergi dia merasakan sesuatu yang mengganjal, lalu Merlin bergumam dalam hati.


"Sebaiknya aku pergi membantu kakek ketiga," ucapnya dalam hati sambil berlari.


Sedangkan kakek ketiga sekarang lagi di kepung, tepatnya dia ada di tengah alun-alun dan di kelingi prajurit, memang dia bisa mengalahkan berapapun jumlahnya, tapi ada satu orang yang tidak bisa dia kalahkan, ya, dia sedang bertarung dengan Ware.


Hahahaha. Bagai mana, apakah kau sudah merasakan sedikit kematian, ucap Ware sambil tertawa.

__ADS_1


Ware mempunyai tombak yang sangat panjang, semuanya berwarna biru, di gagangnya ada banyak terukir burung Phoenix, sedangkan Kitora sedang terluka parah di akibatkan benturan keduanya, Kitora sedang terbaring dan memuntahkan darah yang sangat banyak, dia terus berusaha untuk berdiri, kakinya bergetar sangat hebat di akibatkan luka dan darah yang keluar dari tubuhnya.


"Cepat beri tau aku, siapa anak muda itu, kalau tidak aku akan terus menyiksamu," ucap Ware lagi.


"Aku tidak akan memberitahumu dia ada di mana, bahkan jika nyawaku adalah taruhannya," ucap Kitora dengan senyum menghina.


Sepertinya kau memilih untuk mati, baik lah, akan aku turuti permintaanmu, akan aku lubangi perutmu itu," ucap Ware yang sedang bersiap menyerang Kitora.


Lalu Ware melaju dengan cepat, dia memegang tombak dengan kedua tangannya, tiba-tiba secara bersamaan Merlin dan Regon menangkis tombak itu dan mengubah arah tombak itu ke atas.


Regon mulai menyembuhkan Kitora dengan Healing nya, sedangkan Merlin menghadapi Ware, mereka saling beradu pedang dan tombak, setiap pedang dan tombak itu bersentuhan, tanah yang terkena efeknya hancur dan menyisakan lubang, bahkan membuat anginnya menghancurkan rumah-rumah para masyarakat, mereka berdua juga saling berbicara.


"Sepertinya kau masih Hidup, aku kira kau sudah mati kakek tua," ucap Ware yang sedang bertarung.


Aku tidak akan mati semudah itu, hari ini adalah hari kematianmu Ware, ucap Merlin yang bertarung dengan Ware.


"Hahaha. Itu sangat lucu, bagai mana caranya kau membunuhku, apa kau tidak ingat waktu itu, aku membunuh Rajamu dan memotong satu kakimu, jika aku yang menjadi dirimu, lebih baik aku mati," ucap Ware yang tertawa lepas.


"Wahai engkau dewa angin dan dewa air, berikan aku sedikit kekuatanmu," gumam Merlin membaca mantra.


Di pedangnya terlapisi air, angin berputar putar di sekitar pedangnya, sehingga terlihat berbentuk tombak yang sangat panjang, di sekujur tubuhnya terlapisi armor air dan angin yang membuat dia bisa terbang.


Sedangkan Ware juga mulai melafalkan mantra yang berbeda, Merlin meminta pada dewa, sedangkan Ware meminta pada Raja Iblis.


"Wahai Raja iblis Phoenix yang agung, berkahi aku dengan kekuatanmu," gumam Ware melafalkan mantra.


Di sekujur tubuh Ware terbakar dan tombaknya juga terbakar, semua yang ada di dekatnya meleleh, api Phoenix adalah api yang abadi, karena itu api Phoenix akan membakar segalanya.


Sebelum mereka saling menyerang mereka sempat mengobrol.


"Mari kita lihat, siapa yang akan mati," ucap Ware sambil tersenyum.


"Aku akan membunuhmu, ini adalah serangan terkuat yang aku punya, ini adalah balasan atas mantan Rajaku dan terimalah kematianmu," ucap Merlin yang sudah siap menyerang.

__ADS_1


Lalu mereka berdua melaju sangat cepat, sepersekian detik mereka bertabrakan, sehingga membuat area benturan keduanya membuat debu yang sangat tebal, tiba-tiba Merlin terlempar sangat jauh, dia memuntahkan dara yang sangat banyak.


Regon dan Kitora melihat itu mereka sangat terkejut, mereka baru melihat Merlin bertarung, meskipun hanya mempunya satu kaki dia masih sangat kuat, tapi dia di buat terlempar oleh Ware.


Perlahan asap itu menghilang, ada sedikit darah keluar dari mulutnya, dia sedikit tersenyum sambil bergumam dalam hati.


"Sial, serangannya sangat kuat, organ dalam tubuhku sepertinya terluka sangat para," gumam dalam hati Ware.


"Seranganmu cukup kuat, itu membuat aku sedikit terluka," ucap Ware sambil berjalan pelan seakan dia tidak terluka.


Regon dan Kitora sangat kaget, dia berfikir serangan Merlin tidak berdampak sama sekali, lalu Regon melihat Kitora sambil berkata.


"Sepertinya kita akan mati di sini, apa kau masih bisa bertarung, sisanya serahkan pada Raja kita," ucap Regon pada Kitora.


Kitora hanya mengangguk, lalu mereka berdua berdiri dan ingin mengeluarkan sihir gabungan terkuat mereka, dan tiba-tiba Yujin keluar dari istana sambil bergumam.


"Siapa yang mengizinkan kalian mati," ucap Yujin yang terlihat kesal sambil membawa mantan Raja.


Ware terlihat panik melihat Mantan Rajanya di tahan oleh seorang pemuda, lalu dia berkata dengan sangat kuat dan suara yang terdengar sangat serak, diapun mengeluarkan aura yang sangat kuat, auranya berwarna ungu hampir sepadan dengan Raja Iblis.


Regon dan Kitora melihat Yujin keluar dari istana, merekapun menghela nafas yang sangat panjang, tiba-tiba mereka merasakan aura yang sangat kuat lalu dia melihat Ware, Regon bergumam dalam hati.


"Sepertinya dia belum melawan dengan serius kakek kesatu," gumamnya dalam hati.


"Hei anak muda, Lepaskan Rajaku dan biarkan aku membunuhmu sebagai orang terhormat," ucap Ware yang terlihat emosi.


Yujin tidak berkata apa-apa, tiba-tiba dia menghilang dan muncul di dekat Merlin yang sekarat, dia bertelport sehingga Ware kaget melihat Yujin muncul tiba-tiba di dekat Merlin, lalu Yujin menyembuhkan Merlin.


Setelah dia menyembuhkan Merlin, dia berdiri dengan wajah yang sangat marah, lalu dia berkata.


Apa kau yang melukainya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2