Betsu No Sekai

Betsu No Sekai
Bab 23. Saatnya Membuat Pintu Portal Lorong Dimensi


__ADS_3

Futari dan Ayumi kembali di kamarnya masing-masing, Futari saat ini merasakan hari yang sangat menyenangkan, hanya saja, dia merasa bahwa kesenangannya ini belum lengkap baginya jika tidak dengan keluarganya sendiri.


Sedangkan Ayumi juga merasakan hari yang menyenangkan, walaupun dia berharap jika suatu saat nanti Futari kembali, dia ingin juga merasakan hal ini lagi, karena hari-hari seperti inilah yang sebenarnya dia inginkan, meskipun hanya tubuh Futari tapi orang lain yang di dalam tubuhnya.!


Sedangkan kelompok Merlin saat ini, mereka sedang mengobrol tentang Yujin yang akan kembali setelah perang selesai, Merlin dan Kitora menjelaskan semua tentang siapa sebenarnya Yujin.


Setelah mendengarkan semua cerita mereka berdua, itu membuat Regon sedikit kecewa, dia hanya takut kalau Futari tidak kembali dan yang kembali hanya Yujin orang yang tidak dia kenal lagi.


Bahkan Regon saat ini, dia sangat-sangat merindukan cucunya yang entah menjadi apa sekarang, dia hanya berfikir, jika semakin lama dia menunggu, itu membuat dia merasa semakin jauh dari cucunya, terkadang dia berfikir untuk pergi menyelamatkan cucunya sendiri, hanya saja dia sudah mengabdi bahwa dia adalah bawahan Yujin seumur hidup.


Dia terlihat sangat sedih, bahkan dia terlihat sangat ingin menangis jika mengingat cucunya yang hilang, lalu Kitora berkata agar Regon tidak sedih lagi.


"Apa kamu ingat sama siapa kita mengabdi".


"Tentu saja sama Raja Yujin".


"kamu salah Kakek kedua," ucap Merlin yang tersenyum.


"Salah dari mana, bukannya kalian juga berjanji seperti itu".


"Bukan itu maksud kakek kesatu, contohnya saja, jika Yujin asli kembali, kamu akan di panggil apa".


"Tentu saja dengan julukan kita".


"Apa kamu yakin," tanya mereka berdua.


Lalu Regon berfikir sejenak, dia terlihat bingung, sedangkan mereka berdua hanya tersenyum, tidak lama kemudian dia berkata.


"Maksud kalian, kalau Yujin asli pasti akan memanggil nama kita sendiri, sedangkan Futari akan memanggil dengan julukan kita, maka Raja kita yang sesungguhnya adalah Futari," ucap Regon yang mulai mengerti.


"Ya, tentu saja, karena julukan kita dari orang yang di dalam tubuhnya, bukan yang di luar tubuhnya, apa kamu mengerti," jawab Kitora.


"Sekarang aku mengerti, jadi kalau Yujin yang asli jadi raja di kerjaan Hiro, maka raja kita tetap orang yang memberi kita julukan tersebut," ucap Regon.


Lalu semua tertawa bersama, bahkan mereka bertiga sejenak melupakan beban yang berada di bahu mereka, mereka bertiga tertekan karena masalah mereka, tapi mereka tidak mau terikat dengan Yujin asli, melainkan mereka hanya ingin terikat dengan Futari.


"Sudah, sudah, kita akan berangkat besok, kita harus istirahat, perjalanan kita masih membutuhkan tiga hari lagi," ucap Merlin.


"Iya, kita harus cepat-cepat, aku juga khawatir pada Raja kita yang asli," kata Regon.


Lalu mereka tertawa bersamaan lagi, banyak orang yang sudah tertidur tiba-tiba terbangun karena tawa mereka, mereka saling berbisik, sudah tua masih juga doyan begadang.


Sedangkan Yujin masih juga tidak sadarkan diri, saat ini dia tertidur di kamar dan di temani Himawari, Himawari tertidur sambil duduk, Yujin sudah tidak sadarkan diri sekitar satu hari lebih, itu membuat semua orang Khawatir.


Tidak lama setelah itu, ada terdengar suara perut yang meronta-ronta seperti orang yang tidak pernah makan, suara itu membangunkan Himawari, dia mengusap usap matanya melihat Yujin yang masih tidak sadarkan diri.


Himawari terlihat bingung, bagai mana mungkin orang pingsan suara perutnya sangat besar, lalu dia pergi ke dapur untuk memasak, dia merasa bahwa, tidak lama lagi Yujin akan bangun dan dia pasti ingin makan, ibunya juga bangun karena mendengar suara berisik di dapur, diapun berdiri dan pergi mengecek siapa yang sedang di dapur.

__ADS_1


"Hima, apa yang kamu buat malam-malam begini".


"Aku sedang memasak untuk kak Yujin buk,"


"Apa Kakakmu sudah sadar yah".


"Belum buk, hanya saja suara perutnya sangat ribut, aku khawatir dia akan kelaparan jika dia bangun nanti".


"Sini, biar aku bantu juga".


Lalu ibunya membantu Himawari memasak, satu jam kemudian Himawari dan ibunya selesai memasak dan membawakan makanan ke kamar Yujin, tidak berselang lama, Yujin terbangun dan langsung berkata.


"Aku lapar,"


Yujin terbangun karena aroma makanan yang ada di dekatnya, perutnya terus berbunyi seperti guntur yang tidak lama lagi hujan.


Himawari dan ibunya tercengang, mereka berfikir, kenapa tidak kepikiran sejak awal kalau hanya makanan lah yang bisa membangunkannya.


Mereka berdua tertawa, sambil mendekatkan makanan pada Yujin, Yujin makan terlihat sangat lahap, bahkan Ayahnya yang tadi pulang bingung karena anaknya pingsan itu membuat dia susah untuk tidur, dan yang membangunkan mereka karena tawa kedua anak dan ibu.


"Kenapa kalian malam-malam begini sangat," ucap ayahnya yang belum selesai berkata karena melihat Yujin sedang makan.


Diapun diam dan masuk ke kamar lalu duduk di dekat ibunya, lalu dia ingin bertanya tapi di larang oleh ibunya, karena Yujin lagi makan, dia tidak ingin menggangu anaknya.


Sudah yah, "Yuk, kita keluar ayah," mereka berdua keluar, lalu Himawari menutup pintu, dia hanya tersenyum terus menerus melihat Yujin makan.


"Kamu kenapa Hima."


"Tidak kenapa-napa, aku hanya senang melihat kak Yujin makan sangat lahap."


"Kamu sendiri yang masak semua ini."


"Tidak, aku di bantu ibu, ibu bangun karena aku terlalu ribut masak, makanya ibu bangun sekalian ibu bantuin aku masak."


"Berapa lama aku pingsan."


"Satu hari lebih kak Yujin pingsan, aku sampai nangis lihat kak Yujin tidak mau bangun, bahkan ibu sempat pingsan juga, Ayah pusing mikirin orang yang kak Yujin suruh tinggal di sini."


"Pantesan aku sangat lapar."


"Hahahaha, pantesan juga perut kak Yujin seperti guntur mau hujan."


"Ibu dan Ayah sudah tau aku belum," bisik Yujin.


"Tau apa kak Yujin."


"Pelankan suaramu, nanti mereka dengar, maksud aku, apa Ibu dan Ayah sudah tau identitas aku."

__ADS_1


"Belum, emang kenapa kak Yujin."?


"Bagus kalau begitu, aku besok akan pergi, aku akan kembali tiga hari lagi, setelah itu aku akan pergi selama satu minggu lagi."


Himawari terlihat bingung dengan ucapan Yujin, dia ingin pergi tapi kemana, lalu Himawari bertanya lagi.


"Kak Yujin mau kemana tiga hari ini, lalu buat apa kembali kalau mau pergi lagi satu minggu,"?


"Aku akan pergi ke goa dekat gunung yang aku hancurkan itu, kamu boleh kesanah dan antarkan aku makanan."


"Kak Yujin buat apa di dalam gua itu."?


"Aku mau bikin portal ke dunia aku, sepertinya butuh tiga hari, rahasiakan ini semua, ok."


Himawari hanya mengangguk, dia tau buat apa itu portal, dia hanya berfikir, jika kak Yujin asli kembali, lalu bagai mana dengan Futari, dia ingin bertanya, tapi dia ragu untuk bertanya, dia hanya berfikir bahwa Futari tidak mungkin menyukai gadis desa sepertinya.


Himawari suka dengan Futari, hanya saja dia tidak bisa mengungkapkan, karena tubuh yang sekarang bukanlah tubuhnya, melainkan tubuh kakaknya sendiri.


Ketika pagi hari, Ayah dan Ibunya ingin membangunkan Yujin di kamarnya mereka terlihat bengong, itu karena, yang di dalam kamar hanya ada Himawari, Yujin sudah tidak ada, dia sudah pergi ke Gua dekat gunung yang dia hancurkan itu.


"Hima, mana kakakmu, kemana dia pergi," tanya ibunya.


Hima pun terbangun, dia mengusap-usap matanya lalu berkata.


"Dia pergi, dia punya urusan yang harus dia selesaikan, mungkin dia akan kembali tiga hari," jawabnya sambil menguap.


"Anak itu tidak pernah berubah," ucap Ayahnya yang terlihat kesal.


"Katanya kalau ayah mau tanya kenapa kak Yujin bisa pingsan, ayah bisa tanya sama kakek Merlin saja nanti," jawab Himawari.


"Mungkin mereka besok sudah sampai, katanya lagi, ayah harus bantu mereka membuat istana untuk kita, karena kak Yujin sudah menjadi Raja, bahkan kak Yujin ingin berikan itu semua pada Ayah."


"Maksudnya kakakmu sudah jadi Raja," tanya ibunya yang terlihat sangat gembira.


"Iya, dia sudah jadi Raja, bahkan desa kita sudah bukan hanya sekedar desa, tapi, Kerajaan Mazuzi Mura Hiro, kerajaan Hiro, seperti kak Yujin katakan."


"Terus memberikan semua apa maksudnya," tanya ayahnya penasaran.


"Ayah yang akan menjadi Rajanya di Kerajaan kita sendiri," ucap Himawari yang terlihat serius.


Sedangkan Yujin sedang berada di sungai, sungai itu ada air terjunya, tepat di air terjun tersebut ada sebuah Gua yang lumayan dalam, Yujin pun masuk kedalam sambil berkata.


"Yous, sepertinya di sini cocok di buat portal lorong dimensi, Rura, apa semuanya sudah siap."


"Semuanya sudah siap, apakah anda akan membuatnya sekarang, mungkin membutuhkan tiga hari, anda bisa berlatih sambil menunggu aku membuat portalnya, tapi di sarankan, anda tidak boleh terlalu jauh setidaknya kurang dari 50 meter."


"Baiklah, kalau begitu, Saatnya membuat pintu portal lorong dimensi."!

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2