Betsu No Sekai

Betsu No Sekai
Bab 06. Air Mata Bahagia


__ADS_3

"Bagai mana, apa kau mau menyerah," tanya Kitora pada Yujin seperti orang gelisah.


Karena baru kali ini sihir gabungan mereka dipantulkan, bahkan dia tidak mati dengan serangan terkuat mereka berdua, tapi Regon tidak begitu kaget, dia hanya berfikir ingin menyiksa Yujin perlahan, lalu Regon melirik Kitora yang ada di sampingnya sambil berkata.


"Apa maksud anda Kitora," ucap Regon bertanya pada Kitora.


Tapi Kitora tidak menjawab pertanyaan Regon, lalu Regon melirik Yujin lagi, sambil bergumam dengan kata-kata menindas.


"Aku tidak akan memaafkan orang yang telah menghinaku," ucap Regon dengan nada sedikit menghina.


Lalu Regon melanjutkan.


"Kau hanya anak yang kemarin sore yang tidak mengerti apa-apa, aku akan menyiksamu perlahan-lahan hingga kau merasakan mati yang tiada hentinya," ucap Regon mengancam.


Hima melihat Yujin terlempar dan memuntahkan darah yang sangat banyak, bahkan tubuhnya tergores atas efek serangan mereka berdua yang sangat kuat, meskipun dia sudah memasang perkuat tubuh tapi masih bisa di tembus walau hanya sedikit.


Hima menangis histeris sambil memeluk ayahnya, sedangkan ayahnya tidak bisa berbuat apa-apa, karena kekuatannya tidak bisa di bandingkan dengan mereka bertiga, Hima memeluk ayahnya sambil berkata.


"Ayah tolong selamatkan kak Yujin," ucap Hima yang terus menangis sambil memohon.


"Aku tidak bisa mengimbangi kekuatan mereka nak," ucap ayahnya yang terlihat sedih.


Lalu Yujin berdiri seperti tidak kenapa-napa, Yujin berkata pada adik dan ayahnya.


"Hima, kau jangan menangis, kakak tidak kenapa-napa," ucap Yujin sambil melirik mereka berdua.


"Tersenyumlah, karena ini akan menjadi kemenangan pertamaku, ucap Yujin sambil berjalan perlahan


"Healing," gumam Yujin dalam hati.


"Healing di aktifkan".


Sedikit demi sedikit luka-lukanya mulai pulih lagi, kedua master tersebut kaget dengan luka Yujin perlahan sembuh, lalu Regon berkata pada Kitora.


"Jangan biarkan dia sembuh," ucap Regon sembari ingin menyerang lagi.


Sebelum mereka berdua menyerang Yujin lagi, Yujin berkata pada mereka berdua sambil berjalan maju dengan langkah yang sangat gagah.


"Maaf," ucap Yujin yang belum melanjutkan kata-katanya.


'Maaf," apa tanya Regon.?


"Sudah terlambat untuk meminta maaf," ucap Regon dengan percaya diri.


"Maksud aku, maaf karena aku terlalu banyak bermain-main," ucap Yujin.


Mereka berdua saling memandang, mereka tidak mengerti dengan ucapan Yujin barusan.


"Yhos, mulai sekarang aku akan serius," ucap Yujin dengan menghela nafas yang sangat panjang.

__ADS_1


Mereka berdua saling memandang lagi, Kitora berfikir seolah-olah mereka hanya di permainkan, atau bisa di bilang kalau mereka hanya bahan uji coba kekuatan Yujin.


"Apa maksudmu, selama ini kau belum serius menghadapi kami berdua," ucap Regon memastikan kata-kata Yujin.


Yujin tidak menjawab, dia hanya mengangkat kedua bahunya, lalu dia menundukkan badannya dan menghadapkan pedangnya ke depan sedikit terangkat seperti seekor banteng.


"Aktifkan petir di pedang dan kaki," gumam Yujin dalam hati.


"Petir di aktifkan".


Kedua pedangnya mulai terlapisi petir dan di kakinya juga ada petir.


"Buat kurung tak terlihat," guman Yujin lagi dalam hati.


"Maaf, belum tersedia master, bagai mana kalau es saja menyarankan".


"Baik lah, lakukan di saat aku menyuruh mengaktifkan gumamnya lagi".


Kedua master tersebut juga mulai bersiap-siap, mereka berdua sebenarnya mulai kelelahan di karenakan mereka berdua terlalu banyak menggunakan mana, bahkan armor Kitora sudah mulai berubah warna kecoklatan, tapi Regon mencoba mempertahankan sosok armor apinya.


Lalu Yujin melesat sangat cepat ke arah kedua master tersebut, mereka bertiga saling mengadu pedang, setiap kali pedang mereka bertiga bersentuhan, pepohonan di dekat mereka tumbang di akibatkan efek benturan pedang.


Kali ini Yujin menargetkan Kitora, dia ingin menyelesaikan mereka berdua satu persatu, Yujin ingin melihat apa mereka berdua masih bisa saling membantu, di saat mereka berdua berpisah.


Lalu Yujin mengayunkan pedangnya pada Regon dengan kekuatan penuh, sehingga Regon terlempar begitu jauh, Regon mulai memuntahkan darah, lalu dia berdiri lagi ingin menyerang Yujin.


Regon ingin menyelamatkan Kitora tapi sudah terlambat, perlahan Kitora membeku di dalam kurungan tersebut.


Regon mulai panik dengan yang dia lihat, melihat Kitora membeku dia mulai menyerang Yujin lagi sembari membakar kurungan tersebut, api keluar di sekitar kurungan tersebut, dia berharap es tersebut meleleh, Yujin melihat kurungan esnya terbakar dia malah kagum dengan pemikiran Regon.


Lalu Yujin tersenyum pada Regon sambil berkata dengan sedikit ancaman, berharap Regon menyerah.


"Wah, kau memang hebat, kau masih bisa memikirkan semua itu, tapi itu akan sia-sia, karena kekuatan kita berdua sangat berbeda, bahkan jika kau ingin menghancurkan kurungan, itu hanya akan membuang-buang energi," ucap Yujin untuk meyakinkan Regon.


"Ingat, kau cuman butuh waktu sedikit, jika kau terlambat, maka orang yang ada di dalam akan mati," ucap Yujin dengan nada serius


Regon tidak mempedulikan ucapan Yujin, dia mengayunkan pedangnya dengan sekuat tenaga, Regon terus menyerang Yujin, sedangkan Yujin hanya menahan serangan tersebut, mereka berdua mundur secara bersamaan.


Yujin memasukkan kedua pedangnya di sarungnya, lalu dia melemparkan kedua pedang tersebut kearah ayahnya, ayahnya menangkap kedua pedang tersebut, sedangkan Hima hanya diam melihat kakaknya, kakinya bergetar hebat karena takut Yujin kenapa-napa.


Regon melihat itu dia seperti sangat-sangat terhina, lalu Regon berkata pada Yujin.


"Sudah aku katakan dengan jelas, tidak ada kata maaf atau menyerah," ucap Regon dengan nada yang sangat marah.


"Aku tidak akan menyerah, apa lagi mau meminta maaf, karena aku sudah bilang tadi, aku sudah menganggap kau musuh," ucap Yujin.


Sambil mengeluarkan aura yang mengerikan di tubuhnya, aura berwarna merah kehitaman, itu membuat dia merinding, Regon berkata pada Yujin.


"Apa kau monster," ucap Regon yang merasakan tekanan aura yang sangat kuat.

__ADS_1


Yujin berkata lagi.


"Baru kali ini aku mendengar kata-kata itu lagi, sering aku mendengar kata-kata itu dari mulu orang terdekat aku, termasuk Guruku," ucap Yujin


Dan tiba-tiba Yujin muncul di hadapan Regon dalam sekejap mata, melihat itu Regon ingin mengayunkan pedangnya, tapi kepalan Yujin lebih cepat mengenai perut dan wajahnya sehingga Regon terlempar sangat jauh, Regon memuntahkan darah yang sangat banyak, dia ingin menyembuhkan dirinya tapi dia sudah di kunci dengan pukulan pertamanya di perut, sehingga Regon terheran dengan yang terjadi pada kekuatan healing nya yang tidak bisa dia gunakan, lalu Regon berkata.


"Apa yang telah kau lakukan padaku," ucap Regon dengan sedikit nada bergetar.


"Aku sudah katakan, kalau kau tidak mau menyerah, maka orang yang di dalam kurungan tersebut mati, yang artinya kau juga akan mati," ucap Yujin.


Sambil melangkah maju kehadapan Regon, dengan nada yang serius, Regon mulai panik sekarang, dia tidak pernah dipojokkan seperti ini, sebenarnya misi ini sangat menggiurkan bagi mereka berdua, karena bayarannya yang sangat banyak.


Tapi dia tidak menyangka bahwa ini semua akan terjadi, hanya karena kata-kata yang membuat dia tersinggung nyawanya akan menjadi taruhan.


Dia adalah orang yang sangat menjunjung tinggi derajatnya, dia sangat tidak bisa terima ini semua terjadi, dia terus berfikir sambil melihat Yujin melangkah maju dan semakin dekat.


Tiba tiba dia mengatakan sambil bersujud, "Aku menyerah," sekarang, dia sudah membuah harga dirinya.


"Tolong selamat kan temanku," ucap Regon yang masih bersujud di tanah.


Lalu Yujin berkata pada Regon dan menghentikan langkahnya.


"Apa kau akan menepati janjimu," ucap Yujin


"Aku bersedia menjadi bawahan Anda," ucap Regon dengan nada yang sopan.


"Baik lah, aku terima," ucap Yujin.


Lalu Yujin mengangkat tangannya ke arah kurungan sambil berkata. Nonaktifkan kurungan.


"Kurungan di nonaktif".


Perlahan kurungan es itu mencair dan masuk ke tangan Yujin perlahan.


"Apakah anda ingin mengikat kontrak pada mereka berdua master".


"Yes," ucap Yujin dalam hati.


"Apa ini tuan tanya Regon dengan rasa ingin tau dan perlahan luka-lukanya sembuh".


"Itu adalah rantai kontrak, kemanapun kalian berdua pergi atau berkhianat, perlahan jantungmu akan meledak dengan sendiri," ucap Yujin mengancam.


Lalu Yujin berbalik melihat ayah dan adiknya dengan tersenyum sambil berlata.


"Bagai mana, apa aku hebat," ucap Yujin dengan senyum yang lebar.


Hima langsung berlari dan melompat ke pelukan Yujin dengan air mata bahagia.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2