Betsu No Sekai

Betsu No Sekai
Bab 22. Sepertinya Ayumi Hari Ini Terlihat Sangat Senang Sekali


__ADS_3

Himawari dan ibunya saling bergantian merawat Yujin, Yujin tidak mempunyai luka sama sekali di tubuhnya, tapi dia menderita demam tinggi yang membuat orang khawatir.


Saat ini ayahnya sedang mengurus rakyat dari Saifuku, ayahnya sangat sibuk mengurus banyak orang, bahkan untuk anaknya yang sedang sakit saja belum dia ketahui karena sibuk.!


Sedangkan di tempat Futari berada, dia sedang bersiap-siap untuk jalan-jalan ke mol, dia saat ini sedang di depan cermin sambil menghayal.


"Sialan ini wajah kren sekali, beruntung sekali Futari punya wajah tanpan, sambil mengelus-elus dagunya," dia merasa iri dengan wajah Futari, dia ingin di kejar-kejar wanita juga, hanya saja, Futari orangnya tidak peka.


Tidak semua ingatan Futari dia ingat, dia hanya mengingat sebatas enam bulan, sama halnya dengan Yujin, dia hanya ingat selama itu juga, cuma dia merasa agak menyesal, kenapa harus bertukar tubuh dengan orang yang sempurna.


"aku merasa Futari memang orangnya yang sempurna, Futari hebat dalam segala hal, dia bisa melakukan apapun yang dia mau, dia mempunyai dunia yang sangat damai, bahkan jika dia mau, dia bisa memacari semua wanita di kampus," gumamnya merasa sangat iri.


"Sedangkan aku, aku orang yang gagal, bahkan aku di katakan orang yang tidak berbakat, sekeras apapun aku berusaha, tetap tidak berarti apapun di depan orang yang memang benar-benar berbakat, aku memang bisa menguasai banyak sihir, tapi apa gunanya kalau tidak satupun bisa di gunakan, duniaku tidaklah sedamai dunia ini," gumamnya lagi dengan wajah terlihat sedih.


Lalu tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar, Futari bertanya.


"siapa"?


"Ini Ibu, Ibu boleh masuk nak," "masuk saja buk, tidak aku kunci," jawab Futari, ibunya pun masuk ke kamar Futari lalu duduk di kasurnya sambil mengobrol dengan Futari.


"Kamu mau kemana nak, rapi sekali kamu pagi-pagi," tanya ibunya.


"Oh, aku mau jalan soalnya hari ini buk, soalnya aku ada janji kemarin," jawab Futari dengan gugup.


"Kenapa kamu terlihat sangat gugup, kamu gugup karena ibu masuk dalam kamar kamu," tanya ibunya dengan tersenyum.


"Bukan karena ibu, soalnya aku baru pertama kali jalan seperti ini, apa lagi di temani sama teman," jawabnya lagi.


"Kamu ajak Ayumi tidak, aku lihat dia masih tidur tuh, dari tadi aku ketuk pintunya dia tidak mau buka, apa kamu berantem lagi," tanya ibunya lagi.


"Sudah aku ajak sih buk, tapi dia jawabnya tidak jelas," jawab futari menjelaskan.


"Kamu tanya apa ke Ayumi," tanya ibunya lagi.


"Aku sudah bilang sama dia. Besok kita jalan berempat saja dengan teman baru aku, biar rame, eh, dia malah jawab, Kamu saja yang pergi dengan mereka yang kegatelan, sekalian garukin mereka biar mereka puas, aku jadi tidak mengerti apa yang dia maksud," ucap Futari menjelaskan.

__ADS_1


"Kalau begitu, pergi bangunin dia, bujuk dengan lembut, pasti dia mau," saran ibunya.


"Baik buk," jawabnya.


Futari pun keluar dari kamarnya, sedangkan ibunya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Futari tidak tau kalau Ayumi bukanlah adik kandungnya, karena itu, secantik apapun Ayumi dia akan tetap menganggap Ayumi hanyalah adik.


Futari sampai di depan pintu Ayumi, dia mengetuk pintu terus menerus sambil berkata, "Air tidak akan mengalir kalau tersumbat, Bunga tidak akan mekar tanpa air, hujan tidak akan turun tanpa awan, aku tidak akan hidup tanpa jantung, adik dan kakak tidak boleh," sebelum kata-katanya selesai pintunya langsung terbuka.


Itu adalah kata-kata di buku harian Ayumi yang tidak sengaja dia baca, Ayumi langsung menarik Futari masuk dan berkata, "di mana kak Futari dapat kata-kata itu, apa ini adalah Kak Futari asli," tanya Ayumi dengan nada serius.


"Hehehe. Maaf, aku sempat baca buku hariannya kamu," jawabnya dengan nada bermain-main.


Kata-kata itu terbuat sejak mereka kecil, mereka bermain di taman dan melihat air tersumbat, hujan turun dan bunga mekar, dan kata-kata itu di buat oleh Futari sendiri.


Ayumi terlihat sedih, karena dia mengira Futari telah kembali, sedangkan mereka berdua sudah menunggu di tempat yang Futari janjikan, sudah satu jam lewat mereka menunggu Futari tidak kunjung datang, Futari saat ini dia sedang sibuk membujuk terus menerus Ayumi, dan pada akhirnya Ayumi ikut karena ibunya juga membantu membujuk.


Mereka berduapun berangkat, tidak berselang lama, mereka berdua keluar dari mobil secara bersamaan, itu membuat semua mata menyorot ke arah mereka, bahkan Chika dan Haruka melihat mereka berdua juga, mereka sangat merasa iri dengan kecantikan Ayumi.


Banyak pasang mata lelaki dan wanita melihat mereka berdua, Lalu Futari menyapa Chika dan Haruka yang masih terpesona dengan Ayumi.


Mereka berduapun tersadar sambil menjawab, "Kami baik-baik, yah sudah, yuk masuk, kita makan dulu," ajak Chika yang terlihat tidak percaya dengan apa yang dia lihat barusan.


Chika sudah memesan meja di sebuah resto, semuanya memesan pesanan makanan masing-masing, lalu Futari berkata, "Maaf kalau terlambat".


"Oh, tidak kok," kata Chika sambil memainkan sikunya pada Haruka yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya, dia pun langsung menjawab, "Kamu tidak lambat kok, kami baru juga sampai," Futari merasa ada yang aneh dengan mereka berdua, lalu Futari bertanya


"Kalian kenapa,"? "Tidak kenapa-napa," jawab Chika dengan senyum, lalu Futari memperkenalkan Ayumi, "Kamu sudah kenal adikku,"? "Oh, ini adikmu, kirain pacar kamu," jawab Chika yang merasa lega.


"Nama saya Khogai Chika, senang berkenalan dengan kamu," ucap Chika yang menjulurkan tangannya.


"Nama saya Heartfilia Ayumi, Senang juga berkenalan dengan kamu," dengan wajah yang tidak menyenangkan.


"Nama saya Nagawa Haruka, Senang berkenalan dengan kamu," ucap Haruka yang merasa malu.

__ADS_1


Melihat mereka bertiga bertingkah berbeda-beda, Futari mencoba menenangkan suasana sambil berkata, "Setelah makan, siapa dulu mau di temani berbelanjanya," tanya Futari sambil melirik satu persatu.


Sayangnya, tidak ada yang merespon apa yang di katakan Futari barusan, semua orang diam sampai mereka selesai makan, lalu Futari berkata lagi, "bagusnya main game apa yang seru," serentak mereka semua mengatakan, "Dance".


Mereka semua pergi di tempat permainan Dance,mereka semua terlihat senang, terkadang mereka seperti berlomba, bahkan mereka tidak bisa mengalahkan kelincahan Ayumi, berapa kalipun mereka berdua mencoba, mereka tidak bisa mengalahkan Ayumi, sehingga mereka bertiga menjadi akrab.


Setelah lelah bermain, Futari membelikan mereka minuman dan pergi berbelanja, sore haripun tiba.


"Sampai jumpa besok teman"


Merekapun berpisah dan kembali ke rumah masing-masing, meskipun Chika dan Haruka tidak dapat jalan bersama dengan Futari, tapi mereka cukup puas hari ini.


Futari dan Ayumi tidak lama mereka pun sampai di rumah, "kami pulang," ibunya dan ayahnya membuka pintu, melihat Futari dan Ayumi datang bergandeng tangan, mereka hanya tersenyum lalu menyuruh mereka masuk.


Ibu dan ayahnya duduk di ruang tamu, Futari dan Ayumi juga ikut duduk, lalu Ibu dan Ayahnya bertanya sambil tersenyum ke mereka berdua.


"Kalian jalan-jalan kemana saja hari ini," tanya ayahnya.


"Cuman di mol saja ayah," jawab Futari


"Kok cuman ke mol saja, Tokyo ini luas nak, atau kamu kekurangan uang," tanyanya lagi.


"Bukan ayah, aku hanya tau yang di situ saja," jawab Futari agak malu.


Ayah dan ibunya tertawa karena baru kali ini orang tokyo tidak pernah tau tempat lain selain mol, bahkan Ayumi juga tertawa.


"Sepertinya Ayumi hari ini terlihat sangat senang sekali," gumam ibunya pada Ayumi.


"Kenapa Ayumi tidak ajak kakak kamu ke tempat-tempat yang kamu tau," tanya ibunya.


"Bukan tidak mau buk, tapi hari ini kan kak Futari di ajak temannya, satu minggu lagi lah, karena akan libur musim dingin," jawab Ayumi.


"Aku istirahat dulu yah buk, Ayumi capek, mau mandi baru tidur," pamit Ayumi.


"Aku juga buk," ucap Futari.

__ADS_1


"Yah sudah, kalian istirahat sanah gih," jawab ibunya dan ayahnya yang tersenyum melihat mereka berdua.


Bersambung....


__ADS_2