Betsu No Sekai

Betsu No Sekai
Bab 02. Aku Bukan Lah Yujin Yang Kau Kenal


__ADS_3

"Nak, apa yang kau dapatkan di kota selama ini ucap Ayah Yujin".


Tidak ada, hanya saja aku merasa sudah lebih hebat dari pada Ayah, ucapnya dengan bangga.


Ayahnya terus mengobrol dengan Yujin, di ruang tamu mereka berkumpul semua. Fujiwara Yujin, Fujiwara Himawari, Fujiwara Saito, Fujiwara Kaori.


"Nama keluarga mereka Fujiwara"


Tiba-tiba Ayahnya menampar Yujin, seketika ruangan hening dan yang hanya terdengar suara jangkrik.


"Plak.!"


Himawari dan Ibunya saling memandang, sedangkan Yujin hanya diam sambil tersenyum, tamparan Ayahnya cukup keras sehingga darah keluar dari hidungnya.


"Kenapa kau tidak menghindar ucap Ayah Yujin.?"


Kenapa aku harus menghindar ucap Yujin yang sedari tadi masih saja tersenyum sambil mengusap darahnya dengan baju.


Saito dan Kaori merasa bingung, dia merasa bahwa Yujin sudah berubah, seakan dia bukan anaknya lagi, Yujin selalu berlatih dengan Ayahnya, meskipun Yujin tidak berbakat, tapi Yujin selalu menghindar atau membalas pukulan Ayahnya, bahkan Himawari tampak linglung, dia bertanya-tanya, Kakaknya hilang ingatan atau tidak.


Ayah. Aku sengaja tidak menghindar ucap Yujin untuk meyakinkan keluarga barunya.


Dia memang sudah mengingat semuanya tentang Yujin, meskipun yang asli sudah tidak ada, dia hanya ingin mengubah pola pikirnya yang dulu, karena itu dia bertekad untuk membuat keluarga kecilnya yang baru bahagia.


Yujin menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil berkata.


Ayah, Ibu, Hima. Aku bukanlah Yujin yang dulu, hanya saja aku tetaplah keluarga kalian, percayalah, mulai sekarang aku akan merubah desa ini menjadi surga, tida. Aku akan membuat dunia kita menjadi surga buat semua orang ucap Yujin dengan nada yang sangat serius.


Apa maksudmu nak ucap ayahnya.?


Kalian tidak usah khawatir, Ibu dan Ayah akan tau besok seberapa kuat aku yang sekarang ucap Yujin.


Aku tidak butuh pelatih yang Ayah dan ibu sewakan buat aku, aku besok akan mengalahkan mereka untuk kalian, agar kalian bisa percaya denganku.


Ya sudah, Yujin capek, aku mau istirahat dulu Ibu, Ayah, ucap Yujin sambil menguap.


Hoam.


Ibu dan Ayahnya hanya diam, mereka tidak mengerti dengan pola pikir Yujin yang sekarang, mereka berdua saling memandang sambil berdiri dan masuk ke kamar.


Yujin juga ingin masuk ke kamarnya untuk istirahat, Hima pun berdiri ikut masuk ke kamar Yujin.

__ADS_1


Eh.


Kenapa kau ikut juga masuk ucap Yujin.?


Malam ini aku ingin tidur dengan kakak ucap Hima sambil menunduk di depan pintu Yujin.


Kau kan sudah besar, lagian kau juga punya kamar sendiri ucap Yujin.


Malam ini aku mau tidur di kamar kak Yujin ucap Hima lagi.


Baik lah, Yujin pun tidur di atas kasur yang beralaskan karpet anyaman dari daun kelapa, Hima menutup pintu dan ikut tidur dengan Yujin sambil memeluknya dan menangis.


Kak Yujin.


"Iya, Kenapa.?"


Aku merasa Kak Yujin bukan orang yang aku kenal, dia masih terisak-isak dan mengecilkan suaranya, agar tidak terdengar oleh ayah dan ibunya.


Yujin terdiam sambil bergumam dalam hati, aku juga tidak tau harus berbuat apa, jika aku mengatakan yang sebenarnya apa yang terjadi, Yujin gelisah dan dia pun mulai meneteskan air matanya.


Percaya lah dengan kakakmu ucap Yujin untuk meyakinkan adiknya yang masih saja menangis.


Aku tetap lah kakakmu yang dulu, hanya saja mungkin aku bukanlah Yujin yang kau kenal dulu ucap Yujin sambil mengusap kepala Hima.!


Dengarkan baik-baik ucap Yujin.


Hima hanya mengatakan Hemm, yang masih saja memeluk Yujin.


Apa kau pernah mendengar "Tokyo" tanya Yujin.


Tidak kata Hima, emang Tokyo itu apa kak Yujin ucap Hima.


Aku akan menceritakan semuanya ucap Yujin.


asalkan kau merahasiakan ini ucapnya lagi.


Yujin mulai menceritakan semuanya sangat detil.


"Aku bukan lah Yujin yang kau kenal".


__ADS_1


Namaku adalah Futari. yang hidup dari dunia lain, sebelum aku menjadi kakakmu, aku hanya seorang yang berandalan yang sangat suka berkelahi setiap hari dengan preman, mungkin kau juga tidak tau arti "preman" intinya aku yang dulu tidak jauh beda dengan preman, memang aku sangat kuat, semua yang aku hadapi bukan hanya preman, tapi semua yang ada dojo di jepang aku tantang, pada akhirnya semua aku kalahkan, aku hanya bercita-cita ingin menjadi orang terkuat di duniaku yang dulu semata-mata ingin menghajar kedua orang tuaku, tepat ketika aku sedang berjalan-jalan di sekolah aku berjumpa dengan seorang anak SMP yang sering di buli, aku selalu membantunya mengalahkan preman sehingga dia merasa seperti berhutang nyawa, sebenarnya aku tidak bertujuan membantunya, hanya saja dia yang berfikir begitu, aku sekolah di Tokyo yang sangat bergengsi dan terkenal, walau pun aku pintar dalam segala hal, tapi semua para guru takut denganku, mereka menganggap aku sebagai monster. aku tidak peduli ucapan semua orang, bahkan aku tidak mempunyai teman di sekolah apa lagi pacar ucap Futari sembari tersenyum, tepat ketika aku makan datang anak yang sering aku selamatkan, dia mendekatiku dan berkata, Sempai apakah kau mau makan bersamaku, aku hanya tersenyum, lalu aku bertanya apa kau tidak takut padaku, apa kau hanya datang untuk mengejekku, atau kau datang cari masalah denganku. yang membuat aku terkejut jawabannya hanya dua, aku tidak takut, aku ingin berteman, singkat cerita dia lagi di palak di sebuah gang, memang aku mengikutinya hanya ingin bukti apa dia benar mau berteman denganku atau tidak.


Terus apa dia berkelahi dengan preman itu ucap Hima.


Yah, dia menghadapinya sendiri, mereka semua ada bertujuh, aku pun datang sambil berkata. Lepaskan tangan kotormu itu pada temanku.


Aku melawan semuanya, memang aku bisa mengalahkan semua, aku hanya mengulur waktu hanya ingin berlagak sombong pada preman itu, tapi aku tidak tau kalau salah satu dari mereka membawa pisau, hingga pisau itu bersarang di belakang aku tapi aku masih berkelahi tampa menghiraukan pisau tersebut, ketika aku jatuh para preman itu pun mulai berlarian, ketika aku membuka perlahan mataku aku sudah ada di sini, hanya saja satu yang harus kau tau Hima.


Apa tuh kak Yujin ucap Hima bertanya.


Aku yakin kakakmu masih hidup, bisa jadi kakakmu sekarang ada di duni aku sekarang.


Hima terdiam sejenak untuk mencerna semua apa yang di katakan Futari.


Lalu aku harus memanggil kakak siapa, Futari atau Yujin ucap Hima.


Untuk saat ini kau panggil saja aku Yujin dan aku berjanji akan mengembalikan kakakmu lagi.


Aku tidak mengerti sebenarnya kakak, ucap Hima.


Aku melihat kakak tadi menangis memeluk ibu, sehingga aku bertanya-tanya, jika kak Yujin kembali bagai mana dengan kak Futari.


Aku juga tidak tau ucap Futari di tubuh Yujin.


Lalu Futari berkata lagi, apa kau percaya denganku.


Hima terdiam sejenak, sehingga jantung Hima berdetak sangat kencang, sehingga Futari bisa merasakan getarannya jantung Hima.


Umur Futari sekarang 20 sedangkan Yujin 20 tahun juga dan Hima 17 tahun.


Diapun mulai berkata, apa aku tidak apa-apa memelukmu ucap Hima yang gugup.


Tidak apa ucap Futari, ini kan tubuh Yujin kakak kandungmu sendiri.


Apa kau sudah percaya dengan apa yang aku ucapkan ucap Futari.


"Iya, ucap Hima sembari mengangguk".


Jadi mulai sekarang aku akan mempelajari dunia ini sehingga aku bisa mengembalikan semuanya kembali ucap Futari.


Tidak terasa mereka mengobrol sampai tengah malam sehingga mereka berdua pun tertidur.

__ADS_1


Sedang kan Yujin sekarang ada di rumah sakit..!


Bersambung...


__ADS_2