
Panah api tersebut melesat sangat cepat, sedangkan pasukan musuh berbaris sedang bersiap-siap untuk berperang, dalam satu kelompok sekitar seribu, total kelompok ada dua puluh, panglima perangnya mereka ada lima orang, tiba-tiba ada yang teriak.
"Musuh telah menyerang".
Dalam seketika satu kelompok seribu orang mati seketika, efek serangan Yujin terlalu besar, sehingga membuat ledakan yang menyebar luas seperti bom, para prajurit sebagian sudah banyak yang takut.
Yujin telah kembali ketempat para pertemuan Raja Raja, para Raja Raja juga merasakan getaran ledakan yang di buat Yujin, semua Raja keluar dari tenda, semua Raja memandang Yujin, mereka ingin bertanya apa yang telah terjadi, tapi tidak ada salah satu orang pun yang berani menanyakan apa yang telah terjadi.
"Sebaiknya kalian masuk kembali kedalam tenda, aku akan mengatur para prajurit," ucap Yujin.
Mereka tidak ada membantah perintah Yujin, mereka menurut seperti seorang anak yang di suruh masuk dalam rumah, lalu Yujin memanggil Jyanya dan Saber untuk ikut, dia ingin mengatur para prajurit, jika dia langsung memerintahkan sudah pasti tidak akan ada yang mau mengikuti perintah Yujin.
Banyak orang yang melihat Yujin, ada empat orang mengikut di belakangnya, lalu Yujin memberi pidato sebentar lalu berkata.
"Serang".
Semua orang langsung bersedia, bagian depan para perisai, di belakangnya tombak, dan panah seperti hujan, di samping kiri dan kanan para prajurit pedang sudah saling mengibaskan pedangnya.
Jyanya dan Saber di buat kagum dengan cara berperang Yujin, para prajurit pengguna sihir tidak di satukan dalam kelompok, mereka semua di pisahkan, perang telah berkecamuk,
Ada dua orang panglima perang yang menerobos, mereka melihat Yujin, mereka berniat menghabiskan orang yang berkumpul di sekitar Yujin, Yujin melihat itu dia langsung ingin bergerak, tapi Kitora dan Merlin menahan dan berkata.
"Biar kami yang melakukan tuan," ucap Kitora dan Merlin.
Mereka berdua langsung menyerang, sedangkan Yujin di jaga Jyanya dan Saber, mereka belum bergerak sama sekali, mereka hanya menunggu perintah dari Yujin, mereka berdua hanya saling memelototi, mereka ingin bertanya tapi mereka tidak ada yang berani bertanya.
Yujin orangnya pendiam, dia akan berbicara jika ada yang di perlukan atau memerintah, karena itu mereka bukan hanya segan, tapi mereka juga takut bertanya, lalu Saber memberanikan diri bertanya.
"Tuan, boleh saya mengajukan pertanyaan," ucap Saber.
"Iya, silahkan," jawab Yujin.
__ADS_1
"Kenapa separuh pasukan tidak di biarkan berpartisipasi dalam perang, dan kenapa para prajurit penyihir di pisah pisahkan," tanya Saber.
"Sebelum aku menjawab, biar aku ajukan pertanyaan, apa yang kalian cari dalam perang," tanya Yujin.
Mereka merasa bingung dengan pertanyaan Yujin, mereka hanya memikirkan kemenangan, tapi mereka menebak pasti bukan sebuah kemenangan, mereka saling melirik satu sama lain, lalu Jyanya menjawab.
"Mencari keuntungan tuan," jawab Jyanya.
"Kalau begitu apa keuntungan dari perang ini, bukanya hanya ada kematian, terus sifat keuntungannya apa," tanya Yujin lagi.
Mereka berdua saling memandang lagi, kali ini mereka tidak tau harus menjawab apa, mereka berdua hanya memilih diam, lalu Yujin berkata lagi.
"Aku ingin mengakhiri perang ini, jika ada di antara kalian bisa membuka jalan untukku, maka akan aku tangkap raja mereka dan memaksa dengan paksa mereka menyerah," ucap Yujin.
"Aku menunggu kakek kedua saja, dia sedang dalam perjalanan, tapi jika kalian bisa membukakan jalan untukku, maka akan aku perlihatkan jawaban yang kalian tanyakan tadi," ucap Yujin lagi.
"Baik Tuan, kami akan membukakan jalan untuk anda," jawab Jyanya dan Saber.
"Ingat, kalian di larang membunuh, buat mereka pingsan atau luka ringan," ucap Yujin.
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya," tanya pengawalnya.
"Kita akan terus menyerang, aku tidak akan mengizinkan untuk menyerah," jawab Kon.
"Baiklah, kalau begitu sebaiknya kita mencari tempat yang lebih aman," ucap salah satu pengawal.
"Tidak," ucap Kon yang keras kepala.
Saat ini Regon sudah sampai, dia mencari Yujin, Kitora, Merlin. dia ingin langsung masuk dalam barisan, tapi dia takut kalau Yujin marah, lalu dia melihat Yujin, dia mendekat sangat cepat ke arah Yujin seakan dia mau menyerang Yujin, Jyanya dan Saber melihat Regon datang dengan cepat.
Secara bersamaan mereka berdua merespon, lalu mereka juga melesat dengan cepat kearah Regon, Regon mencabut pedangnya, Jyanya dan Saber juga mencabut pedang, ketika mereka hendak bertabrakan tiba-tiba Yujin muncul di tengah-tengah mereka, Yujin mengangkat kedua tangannya kearah Regon dan Jyanya dan Saber.
__ADS_1
Secara bersamaan mereka berhenti, tapi sudah terlambat, mereka bertiga teriak secara bersamaan.
Tuan, minggir.!
Mereka bertiga menabrak Yujin yang berada di tengah-tengah, Kitora dan Merlin melihat secara bersamaan kearah tabrakan yang penuh dengan asap, mereka bertiga mundur secara bersamaan, mereka bertiga menjadi sangat panik, mereka bertiga mengira Yujin sudah pasti mati.
Perlahan kepungan asap itu hilang, dan Yujin masih berdiri dengan sehat di tengah-tengah, tidak ada dari mereka yang berani berbicara, lalu Yujin berkata dengan keras.
"Buka jalan untukku, cepat, kalau tidak, pasti diantara kedua pihak hanya ada kematian, jika kalian tidak ingin serius, keluar dari perang ini," ucap Yujin dengan marah.
Tidak ada dari mereka yang menjawab, mereka langsung bergerak, mereka bertiga bergerak membuat kombinasi segitiga, di belakang ada Yujin berjalan dengan santai, mereka bertiga membuat jalan buat Yujin, bahkan Regon, Jyanya, Saber, seperti kelompok yang sudah saling kenal.
Kitora dan Merlin melihat itu, mereka tidak bisa membantu, karena mereka masih sibuk dengan panglima perang, Yujin hanya menyuruh mereka bertiga untuk menahan atau mengulur waktu, Jyanya dan Saber sebagai pengganti Kitora dan Merlin.
Para prajurit kewalahan menghadapi hanya tiga orang, sedangkan musuh yang di lawan Kitora dan Merlin ingin menghentikan Yujin yang terus maju, tapi mereka berdua terus di pojokan dan tidak di biarkan pergi.
Mereka berempat semakin dekat, Kon melihat Yujin mendekat dengan tiga pengawal dia menjadi panik, dia menyuruh dua pengawalnya untuk maju, tanpa membantah atau melawan perkataan Rajanya mereka langsung melesat dengan cepat.
Tanpa menunggu lama Yujin langsung menghilang dari tempatnya dan muncul di belakang Raja Kon, Yujin langsung mengangkat kerah bajunya dari belakang sambil berkata.
"Menyerah atau mati," ucap Yujin.
Pengawal yang menyerang langsung berhenti, Regon, Jyanya, Saber juga tidak melakukan apapun, mereka tidak menyangka bahwa Yujin langsung menargetkan Raja musuh.
Raja Kon terus bergerak seperti belut, dia berusaha untuk membebaskan diri, lalu Kon berteriak dengan keras.
"Tidak aku izinkan kalian untuk menyerah," teriak Raja Kon.
Yujin tersenyum, lalu dia mengangkat tangannya dan meluruskan jarinya, di tangannya ada sihir angin yang seperti sebila pedang.
Ketika dia mengayunkan tangannya, tiba-tiba ada yang menangkap tangan Yujin dari belakang, sambil berkata.
__ADS_1
"Sebaiknya urungkan niat membunuhmu itu," ucap orang itu.
Bersambung...