Betsu No Sekai

Betsu No Sekai
Bab 11. Mari Kita Buat Menjadi Meriah


__ADS_3

Tidak berselang lama mereka pergi, sekitar seratus prajurit datang ke depan pintu gerbang, lalu dua prajurit yang di gantung di tembok gerbang di lepaskan, tiba-tiba ada seorang datang dengan armor yang serba kuning, di wajahnya ada goresan pedang yang sangat panjang, dari atas sampai kebawa melewati mata kirinya. lalu orang itu bertanya.


"Siapa yang telah melakukan ini, siapa yang berani membuat kekacauan di kerajaan Saifuku" tanya orang itu dengan wajah yang mengerikan.


Orang itu adalah orang terpercaya Raja Saifuku yang ke 7, dia adalah orang yang paling berbakat di antara yang lain, bahkan dia bisa menghabisi prajurit sebanyak 20.000 sendirian, semenjak dia membantai pasukan musuh sendiri, dia di juluki, "Kingu Senso," dan nama orang tersebut, Ware.


Semua orang takut melihat wajahnya, bahkan hanya mendengarkan suaranya, mereka tidak berani menaikan pandangannya, semua orang menundukkan pandangan, lalu kedua orang itu mulai berbicara dan menjelaskan semuanya.


"Tuan Ware, ada empat orang penyusup, Tiga orang tua dan satu anak muda, mereka mengatakan, mereka dari kerajaan Mazuzi Mura Hiro," ucap salah satu penjaga gerbang


"Aku tidak pernah mendengar kerajaan Mazuzi Mura Hiro," ucap Ware.


Itu bukan kerajaan Tuan Ware, itu adalah desa yang kecil yang sering kita mintakan pajak, lanjut prajurit itu lagi.


"Wah, wah, wah, sepertinya mereka cukup pintar," ucap Ware yang sedang berfikir.


Mereka menyerang Kerajaan kita sedangkan kita lagi berperang dengan kerajaan lain, sepertinya mereka ingin mengambil keuntungan yang sangat besar.


"Tapi sayang sekali, aku masih di sini, tidak akan aku biarkan kalian berkeliaran seperti tikus," gumam Ware dalam hati.


Lalu dia berkata lagi pada semua orang.


"Semuanya cari tikus-tikus itu dan tangkap, jika mereka kuat, buat lah keributan dan aku akan datang," ucap Ware memerintahkan.


Serentak semua orang berkata. "Siap". sehingga suara itu bergema dan semua orang melihat prajurit itu berpencar, mereka berpencar ke seluruh kota dan membuat beberapa Grup, lalu Ware berkata lagi.


"Apakah orang yang pergi ke desa itu sudah kembali," tanya Ware.


"Belum tuan," ucap prajurit itu lagi.


"Jaga tempat ini, jika mereka ingin keluar pasti mereka akan lewat di sini, aku akan mencari juga," ucap Ware dengan senyum yang mengerikan.

__ADS_1


Sudah lama sekali aku tidak membunuh orang, kali ini aku akan menyiksa kalian, hahahaha.


Dua prajurit itu saling bergumam,


"Tuan Ware sangat mengerikan, bahkan aku tidak sanggup melihat wajahnya, yang lebih mengerikan lukanya itu loh, sempurna dengan sifatnya," ucap salah satu prajurit itu.


"Iya". Lalu mereka berdua tertawa terbahak bahak sambil kembali menjaga gerbang.


Tempat Kakek satu. Sekarang dia lagi di bawah ruang bawah tanah atau bisa di sebut, penjara bawah tanah, dia sangat mengerti tempat tersebut karena dia pernah di penjarakan di penjara bawah tanah.


Sangat banyak penjaga di dalam penjara bawah tanah tersebut, setiap penjara ada satu orang penjaga, setiap dia melewati lorong tersebut dia agak trauma karena dia pernah di siksa setengah mati, setiap dia bertemu dengan prajurit dia tidak segan untuk membunuh.


Sedangkan Kakek kedua dia ada di ruangan Khusus para budak, ruang penjara bawah tanah ada di bawah, sedangkan ruang para budak tepat ada di atasnya, semua para budak sangat tersiksa, mereka bahkan di perjual belikan di dalam, budak perempuan di jual dan di jadikan pelayan para hidung belang, sedangkan para pria di jadikan tunggangan, di belakang mereka dicap dengan besi yang sangat panas, cap tersebut bergambar burung Phoenix.


Regon melihat itu dia meneteskan air mata dalam diam, dia teringat oleh cucunya, dia menangis karena cucunya di tangkap oleh kerajaan Dealova, sudah dua bulan dia bergabung di Guild berharap dia bisa mendengar kabar cucunya, lalu dia tergiur karena poster pencarian tersebut, jika dia bisa mendapatkan uang dia berharap bisa menebusnya dengan uang.


Lalu dia teringat ucapan Yujin, dia mengatakan untuk membebaskan para budak dan mengantar mereka kembali, Regon menghapus air matanya dan keluar dari persembunyiannya, lalu ada penjaga menahannya, tanpa berbicara dia menebas penjaga itu, semua orang di dalam langsung menjadi panik.


Kitora sangat senang melakukan ini semua, dia bergabung dan menjadikan Yujin sebagai Raja, karena dia ingin membebaskan keluarganya dari kerajaan Dealova, dia mempunyai dua anak, satu perempuan seumuran Hima, dan yang satu masih berumur 10 tahun seorang lelaki, bahkan istrinya di tangkap dan di jadikan pembantu, sedangkan anaknya dia tidak tau.


Dia bertemu dengan Regon tepat ketika dia di dalam Bar, Regon sedang mabuk dan tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, lalu Kitora membopongnya ke penginapannya, di pagi hari mereka berdua saling mengobrol, mereka saling membicarakan masalah mereka dan pada akhirnya Kitora masuk juga ke Guild petualang, dia hanya membuat Grup dua orang.


Sedangkan Yujin saat ini dia ada di dalam istana yang sangat besar, dia berharap bertemu dengan orang kuat sebelum dia menghancurkan istana tersebut.


Dia berjalan dengan sangat santai, dia tidak membawa apapun ditangannya, dia berjalan sambil membuat keributan sehingga para prajurit tak henti-hentinya berdatangan, dia terus melancarkan sihir petir nya ke arah prajurit, sebanyak apapun prajurit tidak ada yang berani mendekat, bahkan Yujin dihujani sihir yang sangat banyak dia terlihat seperti tidak apa-apa, sihir pertahanannya sangat kuat, bisa di bilang shield dan defense berbeda, shield hanya melindungi area tertentu, sedangkan defense melindungi semuanya.


Yujin sedang di hujani sihir yang sangat mengerikan, tapi terlihat sangat senang, bahkan dia sempat memikirkan sihir baru, di bergumam dalam hati.


"Bagai mana caranya aku membuat lorong dimensi, aku sangat ingin pergi ke Tokyo dan membawa jalan-jalan keluarga baruku," ucap Yujin sambil tersenyum sendiri.


"Lorong dimensi antara dua dunia di Konfirmasi," ucap Rura.

__ADS_1


Tiba-tiba Yujin bertanya.


"Apa bisa Rura san," ucap Yujin menggoda.


Rura tidak menjawab, itu membuat Yujin terlihat sangat sedih.


Tiba-tiba seseorang keluar dari dalam dan mengangkat satu tangan, seketika semua orang berhenti menyerang, lalu orang itu berkata.


"Siapa kau, berani sekali kau membuat keributan di sini," ucap orang itu.


"Kau tidak berhak tau siapa aku, aku mencari petinggi disini, aku tau raja tidak ada disini," ucap Yujin dengan acuh tak acuh.


Melihat Yujin tidak sopan dengan mantan Raja, para prajurit marah dan ingin menyerang Yujin lagi, tapi dia di tahan oleh mantan Raja tersebut.


"Namaku adalah Hattori Hitoro. Aku adalah mantan Raja ke 7 dan yang mengantikan aku adalah anakku sendiri, Hattori Kon Raja Ke 8," ucap Hitoro menjelaskan.


"Wah, kebetulan sekali, aku akan membunuhmu di depan semua orang," ucap Yujin dengan senyum yang bibir terangkat.


"Kau berani sekali mengucapkan itu anak muda, apa kau tidak tau kalau kerajaanku di lindungi Raja Iblis Phoenix," ucap Hitoro dengan senyum yang menghina.


Bahkan tidak perlu Raja Iblis yang turun tangan menghadapimu, cukup anak buah yang aku percayakan itu pasti akan membunuhmu


"Panggil Ware dan bunuh orang yang di depanku," ucap Hitoro memerintahkan.


Sebelum ada yang keluar dari tempat itu, di mengeluarkan sihir kurungan es, seketika semua orang terkurung dan berubah menjadi patung es, Hitoro melihat itu seketika dia menjadi panik, sebelum dia pergi Yujin sudah ada di dekatnya dan membekukan kedua tangannya tepat di belakang.


Lalu Yujin membawanya keluar sambil berkata.


Ayo keluar.


"Mari kita buat menjadi meriah"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2